asy-syifa
Mengharap Ridha Allah
Banyak para guru yang
mengabaikan sesuatu sangat urgen ini, yaitu membangun dan menanamkan prinsip “
ilmu dan amal yang ikhlas sematamata karna Allah “yang merupakan hal yang tidak
gampang dimengerti oleh manusia, karna jauhnya mereka dari metode – metode
ilahi. Begitu banyak ilmu yang seharusnya berguna dan bermamfaat bagi umat,
tapi ternyata tidak memberikan mamfaat apa – apa yang hilang begitu saja layaknya
debu yang berterbangan. Hal itu dikarenakan tidak adanya keikhlasan berilmu dan
beramal pada diri sesorang guru, tidak berjalan di atas jalan yang benar, serta
tidak kesungguhan mereka dalam memberi mamfaat bagi saudara muslimnya. Bahkan
mereka lebih cenderung berorientasi pada pangkat dan jabatan. Jadi, karena hal
itulah, ilmu yang seharusnya bermamfaat, malah menjadi seperti debu yang
berterbangan. Semestinya banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang bermamfaat
bagi manusia di dunia, sera yang dapa menganarkannya kepada kemulyaan dan
keluhuran, akan tetapi, kerana tidak adanya keikhlasan berilmu, akhibatnya
adalah kesia – siaan, yaitu seperti yang di gambarkan yang di riwayatkan oleh
Abu Hurairah :
Dari Abu Hurairah ra berkata
Rasulullah bersabda dan seorang lelaki belajar ilmu dan membaca al – qur an,
lalu beliau menghampirinya, mengetahui akan nikmat keutamaan serta mengatahui
akan perihal lelaki itu“ beliau lalu bersabda :Apa yang telah kamu kerjakan ?
lelaki itu lalu menjawab : saya belajar ilmu memahamin.ya serta membacakan Al
quran untuk baginda” Rasulullah menjawab: kamu bohong apa yang telah kamu
pelajari ( ilmu )adalah semata untuk di anggap orang alim, dan apa yang kamu
baca ( al quran ) adalah semata ingin di anggap Qari lalu Rasulullah memerintahkan unuknya agar di
seret kedalam neraaka ( al hadist ).
Jadi, dari hal tersebut
di atas, sepetutnyalah bagi para guru untuk bisa menanamkan dalam hati anak
muridnya “ keikhlasan berilmu dan beramal
semata untuk Allah Swt ,serta mencari ridha dan pahala dari-Nya .
sehingga dari lahirlahsuatu kebaikan dan pujiandari manusiayang merupakan
anugerah dan nikmat dari Allah Swt.
A. KECERDASAN
EMOSI – IQ
Banyak contoh di
sekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki gelar tinggi belum tentu sukses
berkiprah di dunia pekerjaan. Seringkali mereka yang berpendidikan formal lebih
rendah, ternyata lebih berhasil di dunia pekerjaan.
Saat ini banyak orang
berpendidikan yang tampak menjanjikan, mengalami kemadekan dalam kariernya.
Lebih buruk lagi, mereka tersingkir akhibat rendahya kecerdasan emosi mereka.
Saya ingin menyampaikan satu hal yang terjadi di A((merika Serikat tentang
kercedasan emosi. Menurut surve Nasional di negara itu tentang apa yang di
ingin oleh para pemberi kerja : keterampian teknik tidak seberapa penting bila
di bandingkan dengan keterampilan dasar untuk beradaptasi (belajar ) dalam
pekerjaan: kemampuanmendengar dan
berkomunikasi secara lisan , adaptasi, kreativitas, ketahanan mental terhadap
kegagalan, kepercayaan diri, motivasi, kerjasama tim serta keinginan memberi
kontribusi terhadap perusahaan.
Saya tmbahkan
pulapendapan seorang praktisi kaliber internasional, Linda Keegan, vice
president bidang pengembangan eksekutif
Citibank di salah satu negara Eropa, yang mengatkan bahwa kecerdasan
emosi ( IQ ).harus menjadi dasar dalam setiap pelatihan manajement.
Kemampuan akademik,
nilai rapor, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi satu –
satunya tolak ukur seberapa baik kinerja seseorang dalam pekerjaannya atau sebarapa
tinggi sukses yang mampu di capai.
Menurut makalah McCleland tahun 1973berjudul testing for competence rather than inteligence ,
seperangkat kecakapan khusus seperti : empati; disiplin diri; inisiatif; akan
membedakan akan membedakan antara mereka yang sukses sebagai bintang kinerja
dengan yang hanya sebatas bertahan di lapangan pekerjaan.
B.
Metode
Pengajaran
Mengkondisikan Kesiapan
Belajar nak Didik
Tidak ada seorang pun
yang menyangkal bahwa keapatisa murid terhadap guru, di sebabkan oleh adanya
kendala bagi seorang murid dalam menyerap ilmu, atau jugaa dalam memahami
perkataan guru. Kepasrahan dan keseriusan murid terhadap gurunya merupakan
faktor yang fital dalam menyerap dan memahami ilmu dengan jalan yang benar.
Oleh karena itu, sekali –kali guru juga harus melihat kondisi muridnya, serta
menggunakan berbagai metode untuk menarik perhatian murid. Di sini. Akan di
bahas tiga metode pembelajaran [anak didik.
1. Instinshat
Yang menyuruh anak
murid untuk diam dan mendengarkan
(perkataan guru ). Pada umumnya metode ini (direk )digunakan oleh guru
sebelum memulai pelajaran., atau ketika tidak ada metode lain, selain ini.
Penjelasan tersebut seperti hadist Jarir bin Abdullah Al- Bajli :bahwasannya Nabi Swa berkata
kepadanya dalam haji wada’:suruhlah manusia unuk diam. Lalu eliau bersabda
:janganlah mengembalikan (setelahku
)orang – orang kafir yang sebagian dari kalian mengembalikan (setelhku )orang –
orang kafir yang sebagian dari kalian memukul sebagian budak – budak yang lain
. Ibnu Hajar berkata :Pidato beiau itu terjadi itu terjadi pada waktu haji
wada’dan banyak sekali orang yang berkumpul, yaitu untuk melempar jumrah dan
rukun – rukun haji lainnya . sehingga , ketika beliau berkhutbah untuk memberi
pelajaran bagi mereka pantaslah jika beliau menyuruh mereka untuk diam.
Jika kita melihat
hadist dan ucapanIbnu Hajar tersebut, maka akan tampaklah bahwa keperluan Nabi
Saw di situ adalah meminta sahabat untuk menyuruh diam manusia, dan, dalam haji
tersebut banyak berkumpul manusia, mereka bersungguh- sungguh dalam menunaikan ibadahnya.
Sehingga, sulit bagi beliau untuk berpidato memberikan peljaran kepada mereka
tentang perkara agama. Jadi pantaslah jika beliau menyuruh Jarir bin Abdullah
Al – Bajli untuk menyuruh diam manusia.
2. Nida
( Metode panggilan )
Yaitu sebuah metode
yang berfungsi untuk memanggil murid (sebelum ia mulai pelajaran, dan kadang –
kadang di sela – sela pelajaran ). Metode ini banyak di gunakan oleh
guru.contohnya :dari Ibnu Abbas ra berkata : “Rasulullah naik ke atas mimbar dan
ketika di akhir maajlisny, beliau mendoyongkan pundaknya lalu menggenakan
serban di kepalanya dengan serban berwarna kehitam – hitaman. Beliau lalu
memuji Allah dan bersabda :” wahai para manusia datanglah kepadaku” lalu mereka
menghampirinya. Kemudian beliau bersabda :Selanjutnya, bahwa kehidupan ini tidak lepas dari peran sahabat – sahabat
anshar dan umat – umat yang lain. Barang
siapa menguasai sesuatu dari umat Muhammad maka ia bisa embahayakan seseorang,
terimaalah kebaikannya dan tinggalkanlah keburukanya
Jika kita memperhatikan
kata – kata dalam hadist Nabi Saw ; Wahai manusia datanglah kepadaku “ jelas
hal itu merupakan nida’ (panggilan )darinya dan perintah untuk mereka supaya
berkupul dan diam, yaitu ketika beliau akan mejumpai mereka . dan ucapan :lalu
mereka menghampiri nya . “artiya adalah berkumpul dan datang .
3. Anjuran
untuk diam dan mendengrkan (metode indirek )
Metode ini sangat baik
untuk menarik jiwa murid dan mendorongnya untuk mendengarkan. Karena pada
umummnya jiwa manusia itu cenderung apatis terhadap hal yang bersifat wajib
oleh sebab itulah cocok sekali jik seorang guru menerapkan metode ini, demi
untuk menarik dan mengajak kemauan murid , supaya ia dapat menerima pelajaran
dengan jiwa yang baik. Rasulullah adalah orang yang terbaik berkaitan dengan
penjelasan metode ini, dari ibadah bin shamit ra berkata :”Rasulullah bersabda
:Ambillah( yang baik )dariku , ambillah
dariku, Allah telah memberi solusi bagi mereka (wanita – wanita yang berzina ).
Gadis dengan perjaka adalah 100 cambukan , dan janda dengan duda adalah 100
cambukan dan rajam.
Wahai guru renungkanlah
sabda beliau :Ambillah dariku , ambillah dariku “ dan segala faktor yang daapat
menarik ,mengasah serta yang dapat menyengkan jiwa murid untuk mendengarkan.
Dalam hadist itu juga terdapat kekhasan yang lain yaitu pengulangan kata.
C. Memsnfaatkan
media audio visual
Metode
pengucapan ; ataupun dengan cara menjelaskan materi pelajaran merupakan media
yang kuat dalam menghubungkan antara guru dan murid. Artinya, bahwa suara guru
adalah media yang paling ampuh diantara media – media lainnya. Terkadang ada
yang menentang pendapat di atas;”Apa yang akan kalian katakan perihal tentang
audio visual ?jawabnya ada dua sisi.
Pertama ;
bahwa media audio visual sangatlah bagus jika dapat berfungsi semuanya. Karena,
besar sekali mamfaatnya dalam menyampaikan materi pelajaran , meskipun hanya
menggunakan satu diantara dua media itu.
Kedua ; bahwa
media visual tidak bisa di terapkan terhadap murid netra, atau ketika murid
bingung dan apatis terhadap pelajaran. Sedang media audio tidak bisa diterapkan
terhadap murid tuna wicara. Oleh karena itu, media audio merupakan media yang
sangat ampuh dalam hal menyampaikan materi pelajaran (kepada anak murid) . dengan itu pula media
audio dan visual, seorang guru dapat dengan mudah memantau dan mengkoordinir
anak murid. Hal tersebut juga sangat berguna bagi murid untuk memudahkan
menghapal materi pelajaran dan mengantisipasinya dari kelalaian.
Selanjutnya,
akan di jelaskan sebagian dari media audio dan visual yang sangat membantu seorang
guru dalam melaksanakan pengajaran dan pendidikan dengan sebaik – baiknya,
sebagaimana yang diambil dari sunnah Nabi Saw.
A. Media
Audio
a. Gaya
bicara (enak dan jelas )
Dari Aisyah ra berkata
: Rasulullah tidak pernah berbicara terburu – buru seperti gaya bicaranya
kalian. Beliau berbicara dengan jelas dan rinci serta membuat para pendengarnya
gmpang menyerap apa yang dikatakannya. Aisyah berkata “maksud terburu – buru adalah
mengungkapkan kata dengan berturut – turut dan cepat. Artinya, bahwa Rasulullah
Saw tidak pernah berbicara terburu – buru dan cepat, karna hal itu membuat
samar [1]bagi
orang yang mendengar. Sedangkan maksud ‘rinci ‘di sini adalah menjelaskan kata
perkata, bagian perbagian dengan jelas.
Menjabrkan materi
pelajaran dengan gaya bicara yang sangat cepat membuat murid susah memahami,
tidak streg serta tidak bisa mengambil mamfaat dari beberapa masalah yang di
sampaikan oleh guru. Metode seperti ini banyak di lakukan oleh guru. Karena
itu, guru harus memperhatikan hal ini. Sebab, selain dilarang nya menggunakan
penjabaran materi terlalu cepat, juga penyampaian yang terlalu pelan justru
membuat murid terlena, sehingga dapat menimbulkan kebosanan atau kejenuhan.
Jadi, metode
penyampaian materi pelajaran yang paling baik yaitu dengan memetakan kata.
Sehingga, antara kata satu dengan kata lainnya terpisah dan tidak sulit di
pahami oleh murid.
b. Pembicaaraan
yang tidak tasyadduq
Tasyadduq, yaitu
berbicara dengan panjang lebar, tanpa hati – hati dan kendali. Ada yang
mengatakan bahwa tasyadduq adalah berbicara yang berlebihan, sehingga
merepotkan syadq, syadq yaitu sudut mulut.
Terlalu banyak bicar
serta berlebihan dalam mengeluarkan kata – kata dilarang dalam syariah. Karena,
selain tidak di terima secara norma, juga terkesan membanggakan diri sendiri dan merendahkan yang lainnya; karena
menurutnya mereka lebih sedikit kefasihan dan keahliannya dibandingkan dirinya.
Banyak hadist Jabir ra
dan hadist Abdullah bin Umar ra yang menyinggung tentang persoalan ;
1. Dari
Jabir ra berkata ;’’bahwasannya Rasulullah Saw bersabda :”sesungguhnya seorang
di antar kalian yang paling aku cintai dan tempatnya paling dekat denganku
kelak di hari kiamat adalah kalian yang berbudi pekerti yang baik. Sedangkan
orang yang paling aku benci dan tempatnya paling jauh dariku kelak di hari
kiamat adalah mereka yang banyak berceloteh (tsarssarun ), banyak berbicara
panjang lebar (mutasyaddiqun )serta orang – orang yang bicaranya berlebihan
(mutfaybiqun ). Lalu mereka ada yang bertanya :wahai Rasulullah kami telah
mengetahui tsartsarun dan mutasyaddiqun. Lalu siapakah mutfaybiqun itu ?”Nabi
menjawab :yaitu orang – orang yang sombog . “
2. Dari
Abdullah bin Umar berkata : Rasulullah bersabda : Bahwasannya Allah membenci
lelaki baliq yang membebaskan lisanya, seperti halnya sapi yang membebaskan
lisanya
Dalam
kitab isya’ulumuddin,Imam Ghazali berkata :”berbicara yang terlalu luas dan
kata yang terlalu berlebihan, sera segala apa yang ebig dari ikebiasaan orang
berbicara, maka semua itu adalah suatu tindakan yang tidak terpuji dan tindakan
yang berlebihan yang tidak di senangi. Kemudian setelah puas membahas hadist
dari Nabi Saw, Imam Al Ghazali berkata :segala sesuatu sebaiknyAa di lakukan
dengan sederhana (sesuai dengan maksudnya ). Maksud berbicara adalah memberi
kepahaman dan bukan seperti perkataan di atas tadi, yaitu perkatan yang tidak
di senangi serta perkataan yang ruwet dan asing .
c. Suara
yang keras
Dari Abdullah bin Umar
berkata :”dalam sebuah perjalanan.Nabi saw tertinggal dari kami, hingga
akhirnya beliau bertemu kembali ldengan kami, Waktu itu kami sangat lelah untuk
menunaikan salat, kami akhirnya berwudhu’ dan mengusap kaki kami. Lalu tiba –
tiba Rasulullah berteriak dengan suaranya yang keras ; “wail adalah akibat –
akibat dari neraka,dua kali atau tig kali “
Hadist ini di bukukan
oleh Imam Bukhari dalam kitab sahihnya dengan tema :bab tentang seseorang yang
mengeraskan suaranya berkitan dengan ilmu.
Hafidz berkata :”
penulis menarik kesimpulan bahwa mengeraskan suara ( yang berkaitan dengan ilmu
, adalah di perbolehkan, seperti sabda
beliau Saw :”lalu beliau bertariak dengan suara yang keras. “ konklusi selengkapnya
adalah, bahwa mengaraskan suara benar – benar di perlukan. Terlebih jika orang
tersebut (yang di panggil )berada lebih jauh, atau ketika banyak sekali
kumpulan manusia.
Hal tersebut di atas,
akan sangat baik jika di barengi dengan memberikan nasehat. Seperti halnya hadist
jabir, “suatu kali ketika Nabi Saw memberi khutbah dan berbicara tentang hari
kiamat, beliau berkata dengan sangat berapi – api dan mengeraskan suaranya. “
(H.R Muslim ).
Riwayat diatas adalah
menjelaskan tentang mamfaat mengeraskan
suara, ketika kuta sedang mengajar serta menjelaskan masalah – masalah yang
sangat urgen. Di samping untuk menarik perhatian para pendengar (murid ), juga
dapat mengusir kelupaan dan kelingkungan, serta mempersiappkan mereka untuk
menerima ilmu.
d. P
njelasan yang tidak terputus (kontinual )
Adakalanya seorang
murid selalu mengikuti jalur penjelasan
gurunya supaya dia mendapatkan titik terang yang jelas, atau meminta kembali
penjelasan yang telah lewat. Di sini guru punya pilihan, boleh saja ia
menggabulkan permintaan murid atau ia menolaknya,. Jika ia menggabulkan, ada
sesuatu yang harus di perhatikan;
Pertama :
Mendahulukan satu atau dua murid, tergantung dengan kuantitasnya, dan ini yang banyak
terjadi.
Kedua
: Metong pembicaraan sebagian atas sebagian yang lain (seharusnya ia menjelaskannya terlebih dahulu ).
Ketiga :
Dapat menngelisahkan hati murid atas pemotongan pembicaraan itu.
Keempat :
Menggelisahkan guru sendiri dan memutuskan kesinambungan pemikirannya.
Tendesitas hal tersebut adalah seperti hadist yang di
riwayatkan oleh Imam Bukhari,ia berkata :”dari Abu Huraira ra berkata : ktika
Nab berada dalam satu majelis dan berbicara kepada satu kaum, seorang baduwi,
datang kepadanya adan berkata : ”kapankah kerusakan itu ? padahal Rasululllah
telah menjelaskannya, lalu sebagian kaum berkata :sesungguhnya ia telah
mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Rasulullah “ lalu sebagian yang lain
berkata :kayaknya dia belum mendengarkan.”sehingga ketika penjelasan (satu
materi )beliau telah selesai, beliau beru berkata :”jika kamu menyia – nyiakan
?” beliau menjawab :” ketika menyerahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya,
maka tunggulah kerusakan itu “
Renungkanlah hadist
itu,maka akan jelaslah apa yang di katakan tadi, di situ juga ada sedikit
tambahan, bahwasannya Rasulullah baru menjawab pertanyaan lelaki itu setelah
beliau menyelesaikan pembicaraannya, sehingga tidak ada lagi kata yang
terpotong, jadi konklusinya adalah, seorang guru harus terlebih dahulu menyelesaikan
penjelasannya, baru ia menjawab pertanyaan dari anak muridnya.
e. Diam
sejenak di sela – sela penyampaian materi
Berhenti sejenak atau diam di tengah – tengah penjelasan materi
pelajaran mempunyai beberapa mamfaat di antaranya yaitu :
·
Menarik perhatian murid. Artinya , jika
seorang guru berbicara tentang satu pembahasanm kemudian tiba – tiba ia diam,
jelas hal itu menarik perhatian murid.
·
Bentuk toleransi guru dan sejenak
beristirahat.
·
Memberikankesempatan terhadap guru untuk
berkosentrasi (menyusun pikirannya dan mengoperasikan pikiran dengan tanpa
memikirkan yang lain )
Banyak hadist yang
menyinggung tentang pembahasan ini, sebgaimana riwayat dari Abu Bakar ra dari
Nabi saw bersabda :”bulan apakah ini , ? kami menjawab :” Allah dan Rasul-Nya “yang
lebih mengetahui. “lalu beliau diam,
sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberikan nama lain selain nama
itu. Lalu beliau berkata :”Bukankah ini bulan Dhulhijjah ? kami menjawab” ya “
lalu beliau berkata lagi “ negeri apakah ini ? kami menjawab :Allah dan Rasul -
Nya bahwa beliau ingin memberikan nama
lain selain nama negeri itu, beliau
berkata : “ bukankah ini mekkah? Kami mnjawab :ya. “ beliau lalu
bertanya lagi : hari apa ini, ? kami menjawab : Allah dan Rasulnya yang lebih
mengetahui . “beliau diam, sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberi nama
lain selain nama itu. Lalu beliau berkata :bukankah ini hari qurban ?kami
menjawab :iya.” Beliau lalu bersabda :Darah kalian harta kalian – Muhammad
berkata :dugaku beliau berkata :dan harga diri kalian adalah mulia, seperti
mulianya hari ini, negeri kalian ini dan di bulan ini . (Al hadist ).
Wahai guru engkau bisa melihat dalam hadis itu suatu pengaruh
diam (Nabi )terhadap sahabat, dan bagaimana hal itu menarik perhatian
mereka.wahai guru! Gunakanlah metode ini di sela – sela penjelasanmu supaya ada
tenggang di antara satu titik inti dan titik lainnya, dan semoga menjadi sebuah
persiapan untuk menjelaskan pembahasan berikutnya.
B. Media
Visual
a) Selalu
mengfungsikan media visual.
Menjaga terus fungsi
media visual adalah sangat berguna bagi
guru dan murid, karena di situ seorang guru bisa terus mengawasi anak muridnya.
Juga memperhatikan anak murid yang lupa dan mengingatkanya, anak murid yang tidur dan membangunkannya,
murid yang sering bermain dan mencegahnya, karena itu, sepantasnyalah seorang
guru membagi atensinya terhadap anak murid. Sehingga, ia benar- benar yakin
bahwa mereka semua dapat merekam pembicaraannya serta tidak melupakan anak
muridya ketika memberi penjelasan. Ada sebagian guru yang mengfungsikan
visualisasinya pada waktu tertentu saja, dan ini suatu kesalahan. Karena, hal
itu menjadikanseorang guru tidak dapat memantau anak muridnya dengan baik.
Kemudian ia juga harus memberi kesempatan kepada anak murid untuk diam dan
mendengarkan.
Adapun posisi guru
sebaiknya berada lebih tinggi dari pada posisi duduk anak muridnya, meskipun
hanya berada beda tipis. Hal ini guna menghasilkan sebuah tuntunan yang baik
dsn supaya setiap murid dapat mengikuti tuntunan guru tanpa berdempet –
dempetan dengan murid di sampingnya. Sedangkan, jika seorang murid selalu bisa
melihat dan memerhatikan gurunya. Dapat menghasilkan pahaman yangkuat dalam
belajar. Karena, penggabungan media audio dan visual sangatlah kuat dalam
penyerapan materi, dari pada menggunakan satu media saja. Dianjurkannya posisi
meja guru lebih tinggi adalah seperti mimbar. Nabi Saw mencapai 3 tingkat. Hal
itu sangat efektif dalam tukar- menukar dan mengikat pandang antara khatib
(guru )dan mustami’in (murid )sebagaimana di jelaskan dalam riwayat berikut ini
:
1. Dari
Jarir bin Abdullah ra berkata :”seorang lelaki datang ketika Nabi Saw sedang
berkhutbah di hari jum aat. Lalu beliau berkata :”apakah anda sudah salat hai
fulan ? ia menjawab :belum. Beliau lalu
menjawab :berdirilah lalu ruku’lah.
2. Dari
Abu Said Al – Khudri ra berkata :Bahwasannya suatu hari Nabi Saw duduk diatas
mimbar dan kami duduk di sekitarnya.
Duduk di sekitar orang
yang berkhutbah fungsinya adalah dapat melihat khatib. Hadist tersebut
diriwayatkan oleh Imam Bukhar dalam kitab shahihnya.yang di himpun kedalam satu
bab :”Tentang imam yng menghadap kaum dan kaum yang menghadap imam yaitu
ketika ia berkhutbah “
Hafidz Ibnu Hajar
menjelaskan tentang korelasinya: “termasuk hikmah suatu kaum menghadapi Imam
adalah sebagai persiapan untuk mendengarkan perkataan imam serta adabnya.
Apabila imam menghadapkan wajahnya dan murid
[2]
menghadapkan pula tubuhnya dan hatinya kearah guru, maka ia akan cepat memahami
maui’zdhah guru tersebut, dan tentang apa yang di syariatkan kepadanya.
b) Exspresi
Wajah
Banyak para guru yang
lupa akan fungsi metode ini, padahal metode ini bisa sebagai exspresi atas
ketidak senangan ataupun juga kerelaan daripada ucapan dan tindakan tertentu.
Metode ini sangat
berguna bagi sekelompok orang tertentu, karena di situ mereka dapat menggunakan
pandangan yang tajam sebagai exspresi dari pencegahan dan pelarangan, atau juga
dengan menggunakan senyuman dan wajah yang ceria, seperti ketika engkau
mengucapkan, bagus, bagus sekali sebagai exspresi terhadap kerelaan hati dan kepuasan.namun, ada juga
guru yang tidak menggunakan hal tersebut, sehingga ia melakukannya dengan apa
adanya.
Exspresi kemarahan Nabi
Saw dapat terlihat di wajahnya:sebagaimana dalam riwayatberikut ini :
1. Aisyah
ra berkata:”Rasulullah Saw masuk ke rumahku, sedang di dalamnya terdapat gambar
hewan jantan. Beliau mengerunyutkan wajahya. Kemudian mengambil satir dan
merobeknya. Aisya berkata :” lalu nabi bersabda :” Azab manusia yang paling berat kelak di hari
kiamat adalah orang – orang yang mengambar lukisan ini ..
2. Diriwayatkan
oleh anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat ( tempat imam).
Hal itu menyusahkan beliau sehingga diwajahnya terlihat kesal. Lalu beliau
berdiri dan mengosok dahak itu dengan tangannya. Beliau bersabda :a[abila salah
seorang dari kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhannya ,
Tuhan berada di antara ia dan kiblat maka jangan meludah di depan kiblat,
melainkan di sebelah kirinya, atau pun di bawah telappa kakinya.dan melipatnya.
Lalu beliau bersabda : atau melakukan seperti ini.
Dalam sabdanya :”sehingga
di wajahnya terlihat kesal.Ibnu Hajar mengartikan:” di wajahnya terpancar
kekesalan yang sangat.menurut nasa’i beliau marah sehingga wajahnya terlihat
memerah ,(beeliau kecewa dengan ahli masjid ).
Semua kata – kata di
atas menunjukkan, bahwa kemarahan Nabi
itu mengandung pelajaran bag sahabat. Dimana tindakan itu merupakan sesuatu
yang di tentang oleh beliau. Dan adapun beliau diam dan tidak memberi exspresi
apa – apa, hal itu sama aja membiarkan kemungkaran akan tetapi Rasulullah menjelaskan
sebab kemarahan itu dan memposisikannya sebagai pelajaran. Wallahu A’lam.
Adapun senyuman beliau
dapat terlihat di wajahnya; sebagaimana dalam riwayat Jalil bin Abdullah Al-
Bajli ra ia berkaa ; sejak saya mengucapkan salam, Rasulullah tidak melarangku
masuk (rumahnya ) dan tidak memandangku
kecuali memasang senyum untukku (wajah ), dan kesan di senyuman itu tidaklah
menghawatirkan Jarir bin Abdullah ra, melainkan memuaskannya.
PRAKTEK
Tidak di ragukan lagi
bahwa, menjelaskan materi pelajaran dengan cara
komunikatif ‘ merupakan media yang baik (dalam proses belajar mengajar
)Akan tetapi media ini ebih efektif lagi jika di barengi dengan metode praktek,
yaitu menggabungkan antara teoritis dan praktis. Jika di terapkan secara
bersamaan dalam suatu pengajaran, maka memperkuat akan pengetahuan anak murid
dan tidak akan capat lupa.
Metode ada yang dari
sisi guru dan ada yang dari sisi murid, artinya ada yang harus di lakukan oleh
guru, dan ada yang ada dilakukan oleh murid, selanjutnya akan di jelaskan
sebagai berikut :
A. Praktikum
Guru
1. Dalam
hadis yang di riwayatkan Sahal bin Sa’ad, terdapat gambaran salat Nabi Saw di
atas mimbar, ia berkata ;aku melihat Rasulullah Saw salat di atas mimbar dan
bertakbir di atasnya. Kemudian beliau ruku’ dan masih tetap di atasnya.
Kemudian beliau turun dan mundur ke belakang, lalu sujud di atas mimbar yang
asli, kemudian mengulangi salatnya lagi yang ketika telah selesai, beliau
menghadap ke arah manusia seraya berkata ; wahai manusia apa yang telah saya
lakukan ini adalah untuk menyempurnakan dan mengajarkan kepedamu tentang tata
cara salatku.
2. Dari
anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat, hal itu menyusahkan
beliau sehingga di wajahnya terlihat (kesal). Kemudian beliau berdiri dan
menggosok dahak itu dengan tangannya. Lalu beliau bersabda ; Apabila salah
seorang di antara kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhan –
Tuhan berada di antara ia dan kiblat , maka janganlah meludah di depan kiblat,
tetapi diarahkan kekirinya atau di bawah telapa kakinya. Kemudian beliau mengambil ujung serbannya dan
meludah di dalamnya, kemudian membungkusnya, lalu beliau bersabda ; atau
melakukan seperti ini.
Komentar
Ibnu Hajar tentang sabda beliau ;kemudian beliau mengambil ujung sorbannya.
Terdapat penjelasan tentang tindakan atau praktek Rasulullah yan memperkuat
pengetahuan seorang murid. “
3. Contoh
lain, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadis itu di
sebutkan bahwasannya Utsman bin Affan ra bersabda, kemudian ia berkata ; Rasulullah
Saw bersabda ; Barang siapa yang berwudhu’ seperti wudhuku ini. Kemudian salat
dua rakaat dan ia tidak berbadas, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah
lalu.
Ibnu
Hajar berkata ; Dalam hadis itu terdapat pengajaran praktek yang dapat di pahami
lebih dalam oleh murid.
4. Contoh
lain, seperti sabda Nabi Saw dalam bab
Haji ; ambilah oleh kalian dariku tentang tata cara manasikmu, dan masih banyak
bagi contoh metode praktek lainnya.
Oleh karena itu , bagi seorang pendidik atau guru
seyokyanya memperhatikan metode ini, karena terdapat mamfaat yang sangat besar
terhadap tingkat penguasaan suatu pengetahuan.
Menambahkan keterangan
di atas, metode ini lebih mendekatkan jarak antara guru dengan murid dalam
memberikan tauladan, Akan tetapi metode ini tidak bisa berjalan secara instan.
Pengajaran seperti ini membutuhkan waktu yaitu: guru terlebih dahulu
menyediakan air, kemudian mempraktekkannya di depen anak murid, serta menyuruh
mereka untuk mempraktekkaan ulang atas apa yang mereka saksi kan dari gurunya.
Begitu pula tata cara mempraktekkan salat.dan laain sebagainya. Karena itu,
metode ini tidak di terapkan di semua materi pelajaran, melainkan dalam materi
yang di pandang penying dan perlu menggunaakn pendekatan praktek agar lebih
melekat dalam hati anak murid.
B. Praktikan
Murid
1. Dari
Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Saw masuk masjid, lalu masuk pula seorang
lelaki dan melaksanakan salat. Kemudian datang kepeda Nabi Saw dan mengucapkan
salam, lalu beliau menolak salam itu dan berkata; kemballa. h lalu
salatlah,karena sesungguhnya kamu belum salat. Kmudian lelaki itu kembli dan
salat seperti salatnya tadi. Kemudian ia datang kepada Nabi dan mengucapkan
salam untuknya. Lalu Rasulullah menjawab;”Alaikas salam.. kemudian beliau
bersabda; kembalilah dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum salat. Hal
itu terus di lakukan sampai tiga kali. Lalu lelaki itu berkata; lantas
bagaimana yang benar, adakah yang lebih baik dari ini, ajarkanlah kepedaku!” Beliau bersabda; jika kamu berdiri
untuk salat berakhirlah kemudian bacalah ayat- ayat Al quran yang gampang,
kemudian ruku’lah hingga kamu ruku’dan tuma’ninah. Seanjutnyaangkatlah
(tanganmu),sehingga kamu berdiri i’tidal, lakukanlah hal seperti itu di setiap
salatmu.
Hadist
ini merupakan bentuk pengajaran Nabi Saw tentang bagaimana seseorang yang
salatnya tidak benar dan belum baik, yaitu dengan metode praktek ( untuk murid
)atas kesalahan yang terjadi pada dirinya. Hal itu di jelaskan dengan tiga kali
penolakan Rasulullah terhadap salat seseorang, hingga Nabi memerintahkan untuk
mengulangi salatnya. Al qudli iyad mengatakan ; kalau ada yang mengatakan,
kenapa Nabi Saw pertama kali diam, sehingga hal itu membutuhkan instropeksi
ulang ? kami menjawab ; bahwasannya bahwasannya ketika kesalahan lelaki itu
pppterbuka, diamnya Nabi Saw bertanda pencegahan dan sebuah petunjuk
agar ia terlebih dahulu introspeksi atas kesalahan yang ada pada dirinya,
sehingga ketika lelaki itu benar – benar tidak mengatahuinya, maka Rasulullah
menjelaskannya dengan penjelasan yang bagus.
Ibnu
Hadiq Al- Id berkaa : tidak di ragukan lagi bahwa hal itu adalah untuk menambah
kadar serap murid,. Dimana setelah ia melakukannya berulang kal, terlebih
dahulu menginstrospeksi, sehingga hal itu tidak terkesan tergesa – gesa.
Imam
Nawawi berkata :adapun beliau tdak langsung menyebutkan
kesalahan itu, adalah supaya lelaki itu lebih mengerti akan megerti akan
defininya dan defini orang lain tentang bagian – bagian salat.
2. Dari
Anas bin Malik, bahwasannya seseorang
lelaki bertanya kepada Nabi Saw tentang waktu salat fajar (subuh . lalu beliau
berkata ; salatlah besok bersamaku. Lalu Nabi salat subuh di akhir malam (
malam pertama . dan ketika hari kedua beliau mengakhirkannya hingga langit
terang. Kemudian beliau bertanya:manakah lelali yang bertanya tentang salat
subuh ?lelaki itu menjawab : saya wahaii Rasul. Lalu beliau berkata :bukankah
kamu telah hadir bersamaku (salat)kemaarin dan hari ini ?ya .Rrasulullah
berkata lagi ; waktunya adalah di antara kedua waktu itu.
Ibnu
Abdul Bar berkata; penjelasan suatu tindakan, kadang cocok dengan tindakan apa
yang telah ia ucpkan. Nabi bersabda ; kabar tu bakan seperti penonton.
PENYAJIAN
PELAJARAN SECARA PROPORSIONAL
Akal dan kemampuan
manusia berbeda- beda, baik dari individu dengan individu lainnya. Maupun suatu
komunitas dengan komunitas lainnya. Hal itu merupakan realitas yang juga di
alami oleh anak murid dalam satu kelas. Dimana tingkatan kecepatan dalam memahami
pelajaran atau menjawab pertanyaan guru berbeda – beda. Banyak hadis Abu Said
Al Khudri yang menjelaskan hal itu, di antaranya yang riwayatkan dalam kitab
shahih ; Dari Abu Sa’id Al- Khudri ra berkata ; bahwahsannya Rasulullah duduk
di atas mimbar dan berkata ; hamba yang di pilh Allah antara seseorang yang di
limpahkan bunga kehidupan dunia dan dan antara orang yang di dekatnya, (adalah
)Allah memiih orang yang di dekatnya. Abu Baqar menangis dan berkata ; aku
menembusmu dengan nenek moyangku. Abu Sa’id berkata ; Rasulullah adalah orang yang paling
mengetahui tentang Nabi Saw dari pada kita.
Imam Nawawi mengatakan,
bahwasannya Abu Baqar mengetahui Nabi Saw adalah hamba yang terpilih dan ia
menangis karena sedih dengan perbedaann dan terputusny wahyu serta kebaikan
lainnnya, selamanya. Rasulullah bersabda ;Sesungguhnya seorang hamba dan
kekurangannya harus melibat kepada kepahaman ahli ilmu dan kepandaiannya.
Syekh Islam Ibnu
Taimiyah berkata ; Ya, bahwasannya Abu Baqar As –siddqi adalah seakrab-akrabnya
manusia kepada Rasulullah. Apabila manusia bertanya kepadanya, beliau menjawab
dengan bahasa arab yang bisa di pahami oleh para sahabat dan bisa di pahami
lebih dalam oleh Abu Baqar aerta tidak bertentangan dengannya.
Sistem penyampaian ilmu
ke pada anak murid, kadangnya juga berkaitan. Diantaranya dengan cara ;
penjelasan, yaitu dengan menjelaskan suatu materi pelajaran.sistem ini bisa di
katakan yang paling baik untuk membuka kepahaman murid, hal itulah yang
merupakan sesuatu sangat penting bagi guru untuk mengetahui kadar pemikiran
murid, sehingga hal tersebut dapat membantunya dalam membatasi materi
pengetahuan yang akan di sampaikan serta meringkasnya, sehingga sesuai dengan
akal dan kemampuan murid.
Pembahasan ini dapat
kita lihat dalam sebuah riwayat; dari Aisyah ra berkata; saya bertanya kepada
Nabi tentang sebuah dinding apkah dindig dari baitullah ? beliau menjawab ; ya,
lalu saya bertanya kenapa mereka tidak memasukkan dinding ii kedalam baitullah
? beliau menjawab ; bahwa kaummu itu sedikit berinfak, la;u saya bertanya lagi
kenapa pintunya di buka tinggi? Beliau menjawab; hal iu di lakukan kaummu
supaya mereka dapat masuk dari mana pun mereka sukai. Meskipun kaummu itu tidak hidup
di masa jahiliyyah, tapi aku kawatir hati mereka masih menolak memasukkan
dinding ini di bairullah dan menempelkan pintunya (di bumi/ tanah ).
Jadi Nabi Saw
meninggalkan pembangunan ka’bah yang dulu telah
didirikan Nabi Ibrahim AS, demi untuk mengantisipasi terjadinya
kerusakan. Dimana Bani Quraisy terlalu menggagungkan ka’bah, sehingga Nabi
khawatir jangan – jangan karena masa mereka dekat dengan islam, lalu mereka
membangun ka’bah dengan bermegah- megahan.
Wahai guru
!perhatikanlah olehmu, bagaimana Nabi Saw terpaksa meninggalkan sesuatu yang
mulia ini (membangun ka’bah ).hanya karena khawatir orang – orang Quraisy tidak
bisa memahami hal itu,. Untuklebih jelasnya. Ada dua contoh dari bberapa murid
Nabi Saw;
Pertama; yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, dari Ali bin Abi Thalib
ra, berkata ; berbicaralah kalian kepada manusia tentang apa yang mereka
ketahui, apakah kalian senang membohongi Allah dari Rsul-Nya.
Kedua; yang
diriwatyakan oleh Imam Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud berkata ; janganlah
kamu berbicara pada suatu kaum tentang
suatu pembicaraan yang tidak bisa di capai oleh akal mereka., kecuali hal itu
bagi sebagian dari mereka merupakan bencana.
Dua hadist di atas
merupakan penjelasan tentang dampak berbicara kepada manusia tentang sesuatu
yang tidak dapat di pahami oleh akal
mereka. Sehingga meskipun suatu pembahsan itu berasal dari Rasulullah, tetapi
jika akal mereke tidak cukup memahami, maka sebaiknya hal tersebut di larang
supaya tidak terjdi bencana. Dalam hal ini seorang guru punya andil dan
tanggung jawab yang besar untuk menabarkan suatu masalah dengan ibarat yang
jelas, bisa di pahami dan sesuai dengan kadar kemampuan murid, sehingga mereka
tidak menjadi bingung dan tidak sulit lagi dalam memahami suatu pengetahuan.
Dalam kitab
ibya’ulumuddin Imam Ghazali berkata mengikuti saran :tugas keenam yaitu
memberikan materi – materi pelaajaran sesyai degan kadar kemampuan murid dan
tidak memberikan suatu pembahasan yang tidak dapat di cakup oleh akal nya. Hal
ini mengikuti saran Nabi Saw, beliau
bersabda ; kami adalah para nabi yang di turunkan kepada manusiia di tempat
mereka masing – masing dan berbicara kepada mereka \sesuai dengan kadar
kemampuannya.
Diriwayatkan oleh hakim
dalam tarikhnya, sanatnya dari Abu Kudamah dari Nadlar bin Syamil berkata ;
kahlil pernah di tanyai tentang suatu masalah , lalu ia lamban menjawabya Abu
Kudamah berkata ‘ lalu aku berkata ; apakah masalah ini perlu di pertimbangkan?
Ia menjawab ; saya pernah menjawab masalah itu. Akan tetapi dalam hal ini, saya
ingin memberi jawaban untukmu, sebuah jawaban yang lebih cepat di pahami. Abu Kudamah berkata; lalu aku menceritakan
hal itu kepada Abu Ubaid dan ia melaksanakan. Dalam Tarikh Abdullah bin Ja’far
As Syarkhasyi Abu Muhammad Al Faqih telah bercerita kepadaku Muhammad bin
Hamid, telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ahmad saya mendengar Rabi’ saya
mendengar syafi’i berkata; andaikan Muhammad bin Hasan berkata kepada kami
sesuai dengan kemampuannya tentu kami tidak mengert, Akan tetapi beliau berkata
kepada kami sesuai dengan kadar kemampuan kami, maka mengertilah kami.
DIALOG DAN
RASIONALISASI
Seperti hlnya akal dan
kemampuan manusia yang berbeda kadar pemahaman dan tingyangskat kecerdasan,
berbeda pula kadar kecerdasan mereka terhadap perintah Allah dan larangannya.
Ada di antara mereka yamg tidak puas dengan dalil, kecuali setelah jelas hikmah
dari padanya syariah tersebut. Namun ada juga dari mereka yang mersa puas
dengam daalil itu.
Pada umumnya begitu
pula yang terjadi pada murid, di antara mereka ada sebahagian mereka tidak puas
dengan sebagian kaidah – kaidah dan asas – asas yang telah di sisihkan oleh
ulama, kecuali jika jelas hikmahnya, ada juga di antara mereka yang tidak bisa
mencapai kepahaman yang sempurna kecuali setelah kaidah ataupun masalahnya di
simpulka. Hal seperti ini bisa di jelaskan dengan cara dialog dan rasionalisasi
sebagai berikut;
1.
Dari Imam Ahmad dari Abu Umammah berkata
; seorang pemuda daang kepada Nabi Saw lalu berkata; beritakanlah kepadaku perihal
zina. Lalu suatu menhadapnya dan mengusirnya mereka berkata; pergi, pergi !Abu
Umamah beekata; rasul mendekatinya, sehingga beliau dekat sekali dengan pemuda
itu. Ia juga berkata; lalu nabi duduk dan berkata ; Apakah kamu senang berzina
dengan ibumu?pemuda itu menjawab tidak, demi Allah ,jadikanlah saya penebusmu,.
Rasulull; ah bekata :manusia juga tidak senang berzina dengan ibu mereka lalu
beliau berkata; apakah kmu senang berzina dengan anak perempuan kamu? Ia
menjawab; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Rasulullah berkata;
manusia juga tidak senang berzina dengan anak – anak perempuan mereka. Lalu
Rasulullah bertanya; apakaah kamu senang berzina dengan saudara perempuanmu ?
ia menjawab,; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Raulullah
berkata; manusia juga tidak senang berinadengan saudara- saudara perempuan mereka dll. Abu Umamah berkata;
lalu beliau meletakkan tangannya di atas pemuda itu dan berkata; Ya Allah
ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, serta jagalah kemaluannya, sehingga
tidak ada laagi pemuda yang berbuat demikian sesudah ini.
Dalam
hadis itu terkandung keagunggan Rasuullah, pengajaran serta muamalah beliau
yang baik, yaitu dala kasus seorang pemuda yang telah mengerti maksud
zina. Oleh sebab itulah, pemuda itu
berkata beritaukanlah kepadaku perihal zina? Dan dia juga tidak takun aakan
sikap sahabat dan antusias mereka terhadap agama Allah. Dan apa yang dilkukan
Rasul tidaklah mengusir pemuda itu seperti yang dilakukan sahabat dan beliau
juga tidak langsubg bekata zina itu haram dan akhibatny adalah siksa yang pedih.
Semua hal tersebut di atas tidaklah dilakukan oleh Nabi, karna dalam masalah
ini, pemuda itu juga belum paham. Akan tetapi solusi yang di ambil beliau
adalah dengan dialog yang rasionalisasi. Karena hal itulah media yang terbaik
dalam menjelaskan masalah ini. Renungkanlah media ini maka, akan jelaslah
bagimu akan keagungan sang guru umat.
2.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya
seorang lelaki memdatangi Nabi, lalu berkata;wahai Rasulullah anakku terahir
hitam. Lalu nabi sawberkata; apakah kamu mempunyai unta? Ia menjawab ; ia, lalu
Nabi bertanya ;Apa warnanya?ia, menjawab : merah. Lalu Nabi bertany lagi;
adakah yang berwarna keabu- abuan ? ia menjawab ; ia, menyerupai induknya, Nabi
lalu berkata ; anakmu juga menyerupai induknya. (ibunya)
Lelaki itu adalah seorang baduwi yang datang meminta
pendapat dari beliau tentang keganjilan anakya yang terakhir hitam, yang lain
dengan warna kulitnya dan kulit ibunya( isterinya). Lalu Rasulullah
menjelaskannya dengan rasio yang mudah. Serta mengajaknya berdialog dan memberikan
contoh dari apa yang ia miliki, supaya hal itu lebih gampang di pahami, yaitu
katika Nabi Saw bertanya, apakah unta-
untanya ada yang lain dari induknya ? ia menjawab, ; ya, jadi kalau bagitu,
apapun bentuk dan warna kulit anaknya tetap ia adalah hasil
dari manusa.
Renungkanlah olehmu,
bagaimana Nabi Saw berdialoqdan menggunakan rasionalisasi yang sederhana dan
jelas.
Jadi intinya, bahwa apa
yang di beritahukan Nabi Saw adalah mungkin, bahwa anak itu memang anaknya.
Karena apa yang dikatakan Nabi Saw bukanlah omong kosong. Melainkan wahyu yang
telah di turunkan kepadanya. Sehingga, ketika Nabi Saw mengetahui akan keadaan
orang baduwi itu serta kebodohannya, beliau menjelaskannya hingga jiwa nya dan
hati orang baduwi itu merasa tenang dan puas. Apa yang dilakukan Nabi Saw
merupakan satu hikmah bagi orang baduwi itu dan generasi seterusnya.
3. Dari Ibnu Abbas bahwasannya seorang
wanita datang kepada Nabi Saw, lalu ia
berkata ; bahwasan ibuku bernazar naiik haji, tetapi ia meninggal sebelum berhaj,
apakah saya harus menggantikanny? Rasulullah menjawab ; ya, berhajilah
untuknya, beliau bersabda; pernahkah kamu berfikir, ibumu mempunyai hutang,
apakah kamu yang akan membayarnya? Wanita itu menjawab ;ya, lalu beliau
berkata; maka tunaikanlah oleh mu apa yang menjadi kewajiban mayit, karena
Allah adalah lebih dengan penunaian itu.
BERCERITA
Cerita mempunyai
kekuatan yang dahsyat untuk menarik simpati murid, serta mengaktifkan seluruh
perasaannya kepada guru (sang pencerita). Hal itu, dikarenakan sebuah cerita
pada dasarnya banyak di senangi orang untuk mengingat kembali kisah masa lalu.,
beberapa kjadian, keganjilan dan lain- lain. Mamfaatnya adalah, bahwa bercerita
(kepada murid ) merupakan sesuatuyang jelas dan tidak mudah di lupakan. Oleh
karena itulah, Al qur an benar- benar memperhatikan penuturan cerita-cerita,
demi menghibur diri, memantapkan maksud, mengambil pelajaran, mengatahui serta
menghafalkan kejadian-kejadian masa lalu.,
Dalam Al qur an,
penuturan suatu cerita bukan sekedar menghibur pembaca, melainkan untuk di
renungi berbagai permasalahan tauhid dan
hukum-hukum Allah yang sudah pasti ketettapannya. Contoh hukum – hukum fiqih
yaitu seperti firman Allah yang bercerita tentang Nabi Yusuf As ; dan siapa yang dapat mengembalikannya akan
memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya.
Pelajaran fiqih yang
dapat kita ambil dari ayat itu adalah;
ju’alah (upah ) dan kafalah (jaminan ). Firman-Nya :siapa yang dapat
mengembalikannya akan memeroleh bahan makanan (seberat) beban unta. Maksudnya
adalah memberikan upah bagi orang yang menemukannyya. Dan firman- Nya :aku
menjamin terhadapnya. Maksudnya adalah jaminan.
Karena itu dapatlah di
mengerti, bahwa sebuah cerita mempunyai peranan yang besar dalam memberi
pelajaran kepada manusia. Rasulullah juga pernah bercerita kepada sahabat –
sahabatnya, yaitu dengan tujuan memberi pelajaran dan pendidikan bagi mereka.
Diriwayatkan,
bahwasannya. Khobab ra datang kepada Rasululah untuk mengadu perilaku jahat
orang quraisy, (hal itu terjadi di awal-awal dakwah islam di mekah). Khobab
berkata; saya mengadu hal itu kepada Rasulullah dan beliau sedang tiduran
berbantal kain bergaris di bawah naungan ka’bah. Lalu saya berkata; tidakkah
engkau menolongku, dan tidakkah engkau mengajakku (mencari keselamatan). beliau
lalu bersabda ; telah terjadisebelum kalian seorang lelaki yang di culik, lalu
di buatkan juga celah dengan memakai gergaji, di letakkan di atas kepalanya dan
di jadikan dua bagian. Kemudian di cap dengan cap-cap yang terbuat dari besi
dan bukan terbuat dari daging dan tulangnya.makaapakah hanya karena itu, ia
lantas berpaling dari agama Alah. Hal itu merupakan karunia Alllah sehingga
pengendara yang berjalan dari suna’a Hadral maut, tidak takut lagi dengan
serigala yang akan memangsa kambingnya, kecuali hanya kepada Allah akan tetapi
kalian terlalu terburu-buru.
Dalam carita yang telah
di tuturkan oleh Rasululah tersebut, terdapat hikmah dan nasehat yang tidak bisa
di ketahui kecuali oleh mereka-mereka yang bener- bener mau merenung. Dalam
hadis ini juga ada terdapat cobaan dan penyiksaan terhadap orang-orang ahli
tauhid. Selain itu, juga terdapat sesorang yang hatinya benar-benar kokoh,
sehingga tidak mau berpaling dari agama Allah, meskipun di bayar dengan
nyawanya. Dalam hadis itu pula terdapat informasi mistik ketika menjelaskan
realitas agama, juga terdapat keutamaan
sabar dan kehinaan bersikap terburu-buru, kendatipun banyak cerita-cerita dalam
hadis tersebut yang tidak panjang penuturannya namun cukup sebagai isyarah. Di
antaranya cerita tentang tiga orang (oorang buta, kusta dan botak)yang selalu
di datangi oleh raja. Cerita tentang tiga orang yang berlindung di gua,
sehingga mereka tertutup oleh batu besar. Adalagi cerita tentang Nabi Musa
bersma Khaidir, serta masih banyak lagi cerita-cerita lain.
Untuk itulah,wahai guru
! janganlah sekedar bercerita,tetapi jelaskanlah sisi nasehatnya, faedah-faedah
yang keluar dari cerita itu, serta menjelaskan juga hukum-hukum syariah (agama)
yang ada pada cerita itu, jika memang ada ulasannya.
PERUMPAMAAN
Seorang guru
membutuhkan suatu media untuk mendekatkan suatu masalah yang sulit,
sertamenjelaskan suatu pembahasan yang rumit, artinya jika seorang guru memberikan pengetahuan yang sulit bagi
muridnya, maka ia juga butuh media yang lain yang dapat membantu memecahkan
masalah,sehingga seorang murid dapat mempelajarri dengan mudah permasalan itu.
Perumpamaan; bentuk
penganologian dan sejenisnya yang berguna sebagai pengambaran, dan penjelasan.
Dalam Al qur an banyak sekali di sebutkan perumpamaan –perumpamaan. Di
antaranya, seperti firman Allah ; tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah
telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya
teguh dan cabangnya (menjulang )kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada
setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan –perumpamaan itu
untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk,
seperti pohon yang buruk, yang telah di cabut dengan akar –akarnya dari
permukaan bumi.
Dari Ibnu Abbas,
bahwasannya Allah Swt berfirman ; tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah
telah membuat perumpamaan kalimat yan baik. Maksud pohon yang baik di situ
adalah orang mukmin, sedangkan akar yang
tegak di bumi dan cabangnya( yang
menjulang )di langit adalah bahwa orang mukmin berkata dan bertindak di bumi.
Kemudian perkataan dan tindakan itu akan sampai ke langit dan dia tetap di
bumi.
Dan dalam firman Allah
; Allah membuat perumpamaan – perumpamaan itu untuk manusia, supaya mereka
selalu ingat . dalam hal ini As Syauqani berkata; dalam perumpamaan itu
terdapat penuturan , pemahaman dan pengambaran yang lebih. Ibnu Sy’dy juga
mengatakan bahwa dalam perumpamaan itu identik ./dengan makna yang rasional dan
bisa di raba, seperti halnya makna yang di kehendaki Allah.
Hal di atas sanatlah
jelas , dan iniah karunia- Nyadan bentuk pengajaran –Nya yang baik. Segala puji
bagi Allah ,sang maha sempurna. Abu Baqar Al- Jazairi berkata; petunjuk dari
ayat-ayat tersebut sangat bagus , jika seseorang dapat memberikan perumpamaan
demi untuk mendekatkan makna itu kepada hati.
Rasulullah juga banyak
mencantumkan perumpamaan – perumpamaan dalam hadisnya, hal itu, karena beliau
mengetahui bahwa dalam perumpamaan itu terdapat kekuatan yang dapat mendekatkan
maknanya dan menjelaskan maksudnya (dalam hati). Di antaranya yaitu;
1. Dalam
kitab sahih dari hadis Abu Musa Al- Asy-ari dari Nabi Saw bersabda; perumpamaan
orang mukmin yang membaca Al-qur an adalah seperti buah utrujah, rasanya enak
dan baunya juga enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak mau membaca Al quran
adalah seperti buah anggur, rasanya enak tetapi tidak ada baunya. Perumpamaan
orang munafik yang membaca Al quran adalah adalah seperti buah raybanah, buah
nya enak tapi rsanya pahit.perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al
quran adalah seperti buah bandlalah, tidak punya bau dan rsanya pahit.
Wahai
guru!lihatlah perincian hadis tersebut, kemudian renungkanlah perumpamaan ini
dalam menjelasakan hakikat orang mukmin dan munafik yang membaca Al quran dan
yang tidak membaca Al quran.
2. Dari
Nuwas bin Sam’an Al Ansari dari Rasulullah Saw bersabda ; Alllah telah membuat
perumpamaan tentang siratal mustaqim (jalan yang lurus), yang dua sisi nya
terdapat dua pagar pada nya ada dua pintu yang terbuka dan di atas pintu-pintu
itu terdapat tirai yang tipis. Di atas pintu shirat itu ada yang memanggil ;
wahai manusia masuklah ke shirat itu dan janganlah membukanya. Adalagi suara
yang memanggil dari perut shirat, sehingga ketika ada orang yang ingin membuka
sala satu pintu-pintu itu, ia berkata ;celakalah kamu !jangan buka, jika kamu
membukanya juga, berarti kamu memang orang yang keras kepala.
Shirat
disima adalah islam, dua pagar adalah batasan – batasan Allah. Pintu-pintu yang
terbuka adalah larangan-larangan Allah. Sedangkan yangmemanggil di atas jalan
iitu adalah nasehat Allah terhadap setiap orang mukmin.
3. Dari
Abu Hurairah ra ,bahwasannya , Rasulullah Saw bersabda; perumpamaan aku dan
Nabi- nabi sebelumku, adalah seperti seorang lelaki yang membangun rumah. Lalu
aku memperbaikinya dan memperindahkanny, kecuali satu tempat baru di ujung
rumah itu, sehingga manusia mengelilinginya dan mengaguminya. Lalu mereka
berkata; mengapa batu itu belum di letakkan ?beliau menjawab ; Akulah batunya,
karena aku adalah Nabi terakhir.
Ibnu Hajar berkata;perumpamaan para Nabi dan apa yang merak
bawa adlah seperti halnya sebuah rumah yang di bangun faedah-faedahny, di
tinggikan bangunannya, sehingga hanya tertinggal satu tempat saja yang akan
menyempurnakan bentuk rumah itu. Kemudian Ibnu Hajar berkataa lagi; dalam hadis
itu terdapat perumpamaan yang bisa di pahami ,dan tentang keistimewaan Nabi Saw di bandinkan nabi-nabi lain. Dan
Allah menjadikan beliau seoran utusan yang terakhir dan yang menyempurnakan
syariah agama.
ANTUSIASME
Semangat merupakan suatu metode
yang dapat menggugah kemauan dan mencerdaskan diri, pada dasrnya, jika
seseorang senang mencari hal-hal yang baru. Karena itu, motivasi atau semangat
sesorang guru dapat menjadikan seorang murid antusias untuk mengetahui hal-hal
yang ia inginkan. Penjelasan hal tersebut dapat dilihat dalam hadis yang di
riwayatkan oleh Abu Said Al M’la ra;
1.
Ia berkata; suatu waktu saya salat di mesjid.
Lalu Rasulullah memanggilku, dan aku tidak menjawabnya,. Aku berkata; Wahai
Rasulullah saya sedang salat, kemudian beliau bersabda; tidakkah Allah
berfirman Jawablah Allah dan Rasul-Nya,jika ia memanggil kalian atas apa yang
di wahyukan untuk kalian ?kemudian beliau berkata kepadaku; saya akan
memberitaukanmu tentang surat Al quran yang pling agung? Beliau menjawab; Alhamdulillah hirabbil
Alamin ,yaitu surat sab’ul mastani(Al fatihah).
Dalam hadis ini jelas terlihat keantusiasan sahabat
untuk mengetahui surat Al quran yang paling agung, sampai –sampai ia tidak lagi
bersabar dan tidak tahan menanti Rasulullah, sehingga ia bergegas berkata,
Tidakkah engkau ya Rasulullah yang berkata; saya akan memberitahu kepadamu
tentang surat Al quran yang paling agung?
2.
Contoh yang lain, seperti hadis Imam Muslim,
dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah bersabda; berkumpulah, karena aku ingin
membacakan untuk kalian sepertiga Al quran . a;u satu persatu mereka berkumpul.
Kemudian nabi keluar dan membacakan ; qulhuwallahu Ahad .kemudian beliau masuk.
Sebagian kami lalu ada yang mengatakan ; saya melihat bahwa kabar ini adalah
dari langit, karena itulah beliau masuk . kemudian Nabi keluar lagi dan
berkata; saya mengatakan bahwasannya saya akan membacakan untuk kalian
sepertiga dari Al quran. Ingatlah, bahwa surat itu ( Al iqhlas), sebanding
dengan Al qur an
Ingatlah, bahwa ucapan dan tindakan
Rasulullah mempunyai dampak yang besar atas keantusiasan mereka mendengarkan
sepertiga Al qur an dari Rasul. Daalam cerita ini ada beberapa faedah, di
antaranya yaitu; petunjuk yang jelas tentang keistimewaan membaca surat Al
ikhlas, serta membuat para sahabat antusias mendengarkan epertiga Al quran dari
lisan Rasulullah . selain itu, melalui sabda beliau; berkumpullah , dan
tindakannya yang keluar- masuk lebih mengesankan (para sahabat)untuk mengingat
cerita dan kejadian itu.
3.
Diriwayanytkan oleh Imam Ahmad, dari Anas
bekata; suatu kali kami duduk bersama Rasulullah, beliau lalu berkata ; akan
muncul pada kalian saat ini seorang lelaki dari golongan ahli surga. Lalu
bersamaan dengan itu akan muncul seorang lelaki dari anshar, yang dari
janggutnya masih menetes air wudhu’ dan
di tangan kirinya tergantung sandalnya, ke esolan harinya Rasululah bersabda; seperti
ucapannya kemaren bersamaan dengan itu muncul pula lelaki yang pertama itu,.
Memasuki hari ketiga Rasulullah msh bersabda seperti ucapan nya yang terdahulu
, lalu muncul pula seoran lelaki yang seperti kemarin- kemarinnya, sehingga
ketika Rasulullah berdiri, Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki itu dan
berkata kepadanya; Aku konflik dengan ayahku ,dan aku bersumpah tidak akan
kembali ke rumah selama tiga hari, sehingga ssetelah aku melihatmu aku ingin
tinggal bersamamu hingga selesai apa yang telah engku lakukan, lelaki itu lants
menjawab ; ya( boleh saja). Anas berkata ; lalu Abdullah bercerita ,bahwa
beliau benar-benar menginap di rumah lelaki itu selama tiga hari dan ia tidak
melihat lelaki itu bangun di malam hari, kecuali ia bangun tidur sambil bicara
, berguling-guling di tempat tidurnya sambil berzikir, kepada Allah dan selalu berzikir,
hingga ia salat subuh, Abdullah berkata aku tidak mendengar apa-apa
darinyakecuali hanya kebaikan ,ketika tiga hari telah lewat, aku meremehkan
amal nya seraya berkata kepedenya; sebenarnya antara aku dan ayahku tidak ada
amarah ,juga tidak ada hijrah, tapi ketika aku mendengar Rasulullah bersabda
tiga kali; akan muncul pada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan
ahli surga. Lalu bersamaan dengan itu kamu muncul tiga hari berturut- turut ,
sehingga aku ingin tinggal bersamamu demi untuk melihat amalmu. Akan tetapi
(setelah aku tinggal bersamamu selama tiga hari ), aku tidak melihat dirimu
melakukan amaalan yang besar,. Lalu apa kelibihanmu , sehingga Rasulullah
berbicara tentangmu? Lelaki itu menjawab seperti yang telah kamu lihat. Dan ketika
aku terus menguntitnya , ia lalu memanggilku dan berkata; tidak ada amalan yang
kamu lihat dariku, kecuali aku tidak
pernah dendam terhadap orang-orang muslim dan aku tidak pernah iri
kepada seorang atas kebaikan apa yang diberikan Allah kepadanya. Lalu Abdullah
berkata; betulkah hanya ini kelebihanmu.
Dalam cerita tersebut terdapat
sikap antusias Abdullah bin Amr bin Ash untuk bisa mengetahui kenapa Rasulullah
berbicara tentang laki-laki itu ,sampai beliau mengatakannya tiga kali; akan
datanglahlah kepada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan ahli surga.
Tidak diragukan , bahwa apa yang ada dalam cerita itu jelas terkesan bentuk
metode keantusiasan.
GERAK TUBUH
Seorang guru tidak boleh
menafikan hal ini, yaitu gerak tangan ataupun kepala ketika ia sedang mengajar
(karena hal itu memang terjadi pada
orang yang berbicara apapun bentuk pembicraannya). Akan tetapi, apakah
memfungsikan gerak tersebut dapat menghasilkan suatu pengajaran yang baik, ?
jika seorang murid memperhatikan gerak
diam seorang guru , maka hal itu adalah cerminan dari apa yang ia bicarakan.
Artinya pembicaraan guru adalah berpengaruh pada gerak tangan dn kepala, dalam
gerak tubuh seorang guru terhadap beberapa mamfaat.
Pertama ;menambahkan kejelasan dan
menguatkan perkataan , hal ini di ambil dari hadis Jarir ra tentang ibadah haji
Rasulullah ;
1.
bahwasannya
Rasulullah menghimbau sahabat-sahabatnyayaitu; barang siapa yang tidak
menghatur kan qurban , maka bertahullah setelah ia selesai melakukan thawaf antara
shafa da marwah , dan jadikanlah ibadah itu sebagian umrah. Nabi Saw bersabda;
jika aku melakukan apa yang telah aku lakukan , maka aku tidak menghaturkan
kurban,dan menjadikan kedatang saya ini sebagai umrah , Barang siapa yang
diantara kalian tidak ada kurban bersamanya,
maka hendaklah ia tahallul dan menjadikan ibadah yaitu sebagai umrah
.lalu saraqah bin malik bin Jasam berdiri, seraya berkata ; wahai Rasulullah !apakah
untuk tahun ini saja, apa untuk tahun ini saja, apa untuk selamanya ?Rasulullah
lalu mempersilangkan jari-jemarinya dan berkata; umrah tercakup ke dalam haji,
tidak untuk dua kali masa, tetapi untuk selam-lamanya.
Petunjuk dari hadis ini adalah,
Rasulullah mempersilangkan jari-jemarinya adalah demi untuk menjelaskan dan
mengutkan bahwasannya hukum tersebut adalah untuk selamanya. Sehingga tidak di
ragukan lagi bahwa dalam gerak tubuh( guru), terdapat makna yang kuat serta
lebih menguatkan suatu perkataan.
3.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah
menyinggung tentang hari jum at beliau bersabda; dalam hari jum at tiada waktu
yang tiada bertepatan seorang hamba muslim yang sedang melakukan salat dan
memohon sesuatu kepada Allah , niscaya
Allah mengabulkan permohonannya.kemudian Rasulullah memberi isyarat dengan
tangannya, yaitu yang menandakan bahwa waktu itu sebentar.
Jika hadis di atas direnungkan , maka jelaslah bahwa isyarat Nabi
tersebut mengandung makna yang lebih dari apa yang beliau ucapkan, yaitu;
bahwasannya wakyu itu adalah sebentar untuk memperoleh sesuatu yang agung, dan
ini adalah karunia Allah untuk makhluk-Nya. Zain Ibnu Munir berkata;isyarat
yang sebentar adalah, karena sesuatu yang di senangi dan merupakan suatu
anjuran karena ada sedikit waktu nya yang banyak faedahnya.
Kedua; menarik perhatian dan memperkuat pemahaman. Hal itu telah di
singgung dalam hadis di atas yaitu yang telah di sebutkan oleh Jabir bin Abdullah ra, yaitu ketika Rasulullah
memberikan ceramah kepada manusia di wakyu hari arafah, Dalam ceramahnya beliau
banyak sekali menjelaskan tentag sesuatu yang agung , kemudian setelah beliau
kembali (sampai) kepada mereka beliau bersabda;
1.
Kalian mau bertanya epadaku apa yang ingin
kalian katakan?bereka berkata; kami telah menyaksikan engkau telah kembali ,
telah menunaikan ibadah dan telah memberi nasehat. Lalu beliau bersabda; sambil
mengangkat jari telunjuknya ke langit dan melemparkannya kepada manusia. Ya
Allah saksikanlah (sampai tiga
kali).dalam pengangkatan jari telunjuk Rasulullah ke langit,serta pemberian isyaratnya
kepada manusia , sangatlah menarik perhatian mereka (terhadap perkara yang
penting itu)yaitu kedudukan saksi atau
tabliq.
2.
Abu Aliyah Al bara ‘ telah menuturkan ( tentang
keterlambatan ) ibnu Ziyad dalam salat,
lalu ia mngutarakan hal itu pada Abdullah bin Shamit, ia menggigit bibirnya dan
memukul pahaku, lalu ia berkata ; saya telah bertanya kepada Abu Dzar seperti
apa yang kamu tanykan padaku dan dia memukul pahaku seperti aku memukul pahamu
seraya beliau berkata; salatlah tepat pada waktunya, dan jika engkau menemukan
suatu jamaah , salatlah bersama mereka dan jangan berkata; saya sudah salat ,
jadi aku tidak salat. Abul Aliyah berakata dalam syarah Imam Muslim ,lalu
beliau memukul pahaku , maksudnya adalah sebagai peringatan dan menanamkan
kepahaman atas apa yang telah beliau ucapkan.
Ketiga; simpel (ringkas). Hal ini seperti hadis yang di
riwayatkan oleh Ibnu Abbas;
1.
Rasulullah bersabda ; Aku di perintahkan sujud
dengan tujuh anggota, yaitu dahi seraya, beliau menunjukkan hidungnya. Kedua
tangan dan kedua lutut dan kedua telapa kaki.
Perhatikanlah apa yang telah beliau
sabdakan ; Aku di perintahkan supaya sujud dengan tujuh anggota , kemudian
beliau juga bersabda; dahi-seraya beliau menunjukkan hidungnya, hal itu sangat
jelas bahwa hidung bagian dari dahi arinya bahwa ia seakan –akan dua anggota
yang menjadi satu. Di situ juga terlihat bentuk-bentuk ringkasan, yang baik,
yaitu ketika beliau tidak menyebutkan ‘ hidung melainkan hanya dengan iyarat.
Perlu di perhatikan , jika beliau tidak
menunjukan hidungnya ( isyrah),bisa jadi beliau
bersabda; dahi dan hidung, jadi ketika Nabi telah menujjukkan hidungnya
sambil mengatakan dahi, maka penuturan hidung, tidak perlu lagi,.
2.
Dari Ibnu Abbas ra, bahwasannya Nabi pernah di
tany tentang hajinya, beliau menjawab; saya berkurban sebelum jumrah , sambil
memberi isyarah dengan tanganya , dan berkata; dan tidak berdosa, Beliau juga
bersabda; saya memotong rambut sebelum jumrah sambil memberi isyarah dengan
tangannya, dan berkata; dan todak berdosa.lalu beliau juga bersabda ; saya
mencukur rambut sebelum berkurban , sambil memberi isyaratdengan tanganya; dan
tidak berdosa.
3.
Dari abu Hurairah ra, dari nabi Saw bersabda;
Ilmu di genggam kebodohan dan bencana akan timbul, dan kekacauan juga semakin
bnyak. Dikatakan; Wahai Rasulullah apa itu kekacaua? beliau berkata; seperti
ini, sambil bekiau mendoyongkan tangannya seakan –akan hendak membunuh.
SKETSA GAMBAR
Guru membutuhkan media pembantu
yang memudahkan dalam menyampaikan pengetahuan kepada murid dengan optimal.
Diantaranya yaitu dengan media papan tulis, yang berfungsi untuk menguakan
sebuah penjelasan. Sebagaimana seorang guru yang menjelaskan suatu ilmu yang di
serai dengan penulisan di papan tulis, dengan seorang guru yang hanya
menjelaskan penjelasan dengan lisan saja, pasti yang pertama lebih jelas dan
cepet di pahami. Dan hal ini, tidak membutuhkan argumen yang menguatkannya.
Empat belas abadyang lalu, Rasulyllah telah
mengajarkan sebagian hadis dan mengutkan penjelasannya dengan memakai sketsa
atau gambar ,karena lebih memahamkan dan mudah di ingat.diantaranya yaitu;
1.
Dari Ibnu Mas’ud ra berkata; Nabi Saw
membuat garis bersegiempat, lau membuat satu garis yang keluar dari
tengah segi empat itu, kemudian membuat beberapa garis kecil di tengah ( dari
sisinya yang ada di tengah).beliau lalu bersabda; ini manusia, ini jal, garis
yang keluar ini adalah segala sesuatu yang fana. Jika ini salah, akan menggigit
ini, dan jika ini salah ia akan menggigit ini.
2.
Dari
Abduah ibnu mas’ud ra berkata;Rasulullah membuat sebuah garis di
tangannya,kemudia bersabda;ini jalan yang lurus.dan beliau juga membuat garis
di samping kiri-kanan, kemudian bersabda;ini adalah jalan-jalan setan kemudian membaca fiirman Allah ini adalah jalan ku yang lurus, maka
ikhlaskanlah dia,dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena
jalan itu mencerai beraikankan kamu dari
jalan – Nya..
Selanjutnya ada tiga hal yang
mesti di perhatikan ;
1.
Seorang, guru harus memperhatikan kejellasan
materi yang di gambarkan/di tuliskan.
2.
Yakin, bahwa semua murid dapat melihat sketsa
itu dan menghilangkan segala rintangan
yang menghalangi pandangan mereka.
3.
Menggunakan beraneka ragam warna, supaya lebih
menarik.
29. ARGUMENTASI
Seorang kadan mempunyai masalah yang buntu, membingungkan serta tidak di
temui tafsir ataupun jalan keluarnya
sehingga memfungsikan guru untuk menjelaskan apa yang menjadi problemnya, di antara solusinya
dengan metode argumentatif ,yaitu menjelaskansebab dan alasan terjadinya
masalah ataupun suatu hukum. Argumentasi
dapat mrnyelesaikan beberapa
masalah yang sulit, serta menenangkan jiwa. Fungsinya lain yaitu, dapat
menyerap masalah itu kedalam hati dan menjaganya dari kelupaan, karena mengingat sesuatu yang ebih di ketahui alasannya, adalah lebih gampang
, contohnya seperti hadis;berikut ini.
1.
Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Rasulullah
bersabda; ( jika lalat jatuh kedalam minuman salah seorang kamu, maka
celupkanlah ke dalamnya. Lalu buanglah , karena pada salah satu sayapnya
terdapapt penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat.
Jadi, andaikan dalam hadis itu
tidak terdapat suatu alasan, maka hal itu akan menjadi kebingungan dan problem
. , akan tetapi ketika dalam hadis itu tercantum suatu alasan , maka jelaslah
sebab dan alasan pencelupan dan pembuangan lalat itu.
2.
,dari Tsabit bin Dahak, berkata; pada masa Rasulullah ada seseorang lelaki
yang nazzar ingin menyembelih inta di
daerah biwanah . lalu nabi bertanya ; apakah di sana ada berhala, dari berhala-
berhala jahiliyah yang di senbah? Mereka menjawab tidak, beliau lalu bertanya
lagi metode ini berfungsi untuk Rasul
bersabda; penuhilah nazarmu,, karena tidak ada pemenuhan nazar untuk maksiad Allah dan tidak pula pada suatu
yang tidak dimiliki anak adam.
Dalam hadisitu di jelaskan bahwasannya seorang leaki bertanya kepada nabi
tentang nazar yang akan ia lakukan di suatu tempat, yaitu Biwanah. Ketika
lelaki itu menyebutkan nama tempat itu,
rasulullah minta penjelasan darinya dan bertanya kepadanya apakah di sana
terdapapt berhala ,dan apakah di sana ada hari raya besar mereka? Ketika mereka
menjawab tidak, ketika mereka jawab tidak , tidak ada kekhawatiran Rasulullah
bahwa tempat ini adalah tempat maksiat, sehingga beliau memberi izin kepada
lelaki itu, demi memenuhi nazarnya, dan, kemudian memberi argumentasinya ;
tu\idak ada pemenuhan nazar, untuk maksiat kepada Allah . artinya, bahwa m
nazar maksiat itu tidak boleh di laksanaka.
30.
MEMANCING KREATIVITAS BERFIKIR MURID.
Seorang guru yang tidak langsung menguraikan
jawab kepada muridnya, dapat mengaktifkan dan mendorong mereka berfikir untuk
mencari jawaban sendiri. Metode ini
berfungsi untuk mengasah dan menajamkan
pemikiran serta mendorong mereka untuk berusaha keras mencari jawaban, tetapi
tidak lepas dari pengawasan guru.
Penjelasan tentang metode ini ,
yaity;seorang guru menyodorkan suatu masalah tertentu, ,kemudian ia hanya
memberi gambaran solusinya dan lantas ia ia tidak memberi jawaban akhir bagi
mereka. Masalah yang di sodorkan kepada murid adakalanya harus di jawab , dan adakalanya tidak harus di jawab ,
karena memang tujuannya hanya[i]
sekedar ingin mengoperasikan pikiran
mereka serta menajamkannya. Adapun contohnya sebagai berikut;
1.
Dari Abu Dhar ra, berkata;Nabi bersabda;setiap
ruas jari anak adam adalah sadqah, , ucapan salamnya kepada orang yang ia
jumpai adalah sadaqah, larangannya dari kemungkaran adalah sadaqah,
menyingkirkan sesuatu yang menghalangi jalan adalah sadaqah, dan farji
keluarganya pun merupakan sadaqah,balasan semua itu adalah dua rakaat salat
dhuha . mereka berkata ; wahai Rasululah , salah seorang dri kita melampiaskan
syahwatnya, apakaha itu juga sadaqah ?beliau bersabda; tidakkah kamu mengerti,
jika kamu melakukannya pada orang tidak hla bagimu, maka hal itu berdosa, ? jawabandan
dan kesimpulannyaadalah ,jika ia
melalkukannya pada orang yang halal (istri) , maka hal itu merupakan sadaqah
.tidaklah dalam contoh itu butuh
pengoperasian pikiran ( kepahman).
2.
Nabi dan berkata; iDari Abu Hurairah ra,
berkata; seorang lelalki dari Bani Fijarah datang kepeda kepada nabi dan berkata; istriku
melahirkan anak berkulit hitam, lalu nabi bertanya ? apakah kamu
mempunyai untaia menjawab ;ia ada nabi
bertanya lagi? Apa warna nya ? ia menjawab ; warna merah , nabi bertanya lagi
adakah yang berwarna keabu-abuan ? ia menjawab ; ya, ada . kemudia Nabi
bertanya; kenapa hal itu bisa terjadi ? ia menjawab ; mungkin ia menyerupai
induknya. Beliau bersabda; ini juga menyerupai induk ibunya.
Jika kita merenungkan hadis di atas kita bisa mengerti bagaimana cara
Nabi berdialog serta mengiring suatu masalah , sehingga si penanya ( lelaki
itu) bisa menjawab; mungkin ia menyerupai induknya . jadi tidak di ragukan
lagi bahwa metode terdapat bukti dari
kepandaian guru, dan pandai melilih terhadap masalah yang di sondorkan , tetapi
menjaga kemudahan serta lebih bisa di pahami kerna , di situ di tuturkan juga beberapa korelasi dan hal dekat yang
lebih mudah di mengerti muridnya.
31.
PENGULANGAN.
Dalam metode pengulangan ,
terdapat beberapa mamfaat Yang besar, di antaranya sebagai penguat suatu
masalalh dan hukum yang penting selain itu, juga sebagai peningat bagi bagi
yang lupa, murid yang mengantuk dan lain sebagainya. Adapun rteknik pengulangan
cukup tiga kali,dan pembahasan ini banyak terurai dalam hadis Nabi Ibnu Tin
berkata; pengulangan tiga kali merupakan batas maksimal untuk dapat memberikan suatu kejelasan ,dan
jika terpaksa, boleh lebih dari tiga.
Lazimnya pengulangan dilakukan
pada kata-kata ,tetapi juga di lakukan pada subyek (suatu nama) . namun,
adakalanya tidak pada keduanya.
a.
Pengulangan Kata-kata
1.
Anas bin Malik ra dari Nabi Saw , bahwasannya
ketika beliau berkata; beliau mengulanginya sampai tiga kali, sehingga
perkataannya bisa di pahami . dan ketika
beliau mendatangi suatu kaum beliau mengucapkan salam untuk mereka sampai tiga
kali .menurut Imam Tirmizi dari hadis Anas Rasulullah mengulangi
kata-katanyasampai tiga kali adalah supaya lebih bisa di cerna.
Al-mubarkufuri berkata; maksud dr pengulangan kata- kata Nabi adalah, di
karenakan adanya suatu pemahaman yang sulit dan asing atau juga karena
banyaknya audiens . adapun terjadinya pengulangan kata-kata yang tidak begitu di perlukan , adalah
perkataan yang belum sempurna, seperti yang terkandung dalam syarah Imam
Baijuri. Dalam sabda nabi tersebut agar lebih bisa di cerna, dengan menggunakan
sighat majbul.
b.
Pengulamgan subjek ( penglangan suatu nama )
1.
Dari Anas bin Malik , bahwasannya Nbi
berkatakepda Mu’azd , wahai Mu’azd bin Jaball ia menjawab, saya datang kepadamu
wahai Rasulullah dan membahagiakanmu.
Beliau
bersabda lagi ; wahai Mu’azd , saya datang wahai Rasulullah ( tiga kali). Lalu
beliau bersabda tidak ada satu pun yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
dan Muhammad sebagai utusan Allah dengan
segenap hatinya kecuali Allah mengharamkan baginya Neraka . Mu’azd berkata;
wahai Rasulullah tidakkah hal itu di sampaikan kepada manusia supaya mereka bahagia?beliau menjawab; mereka
belum mengetahuinya .lalu Mu’azd menyampaikan hal itu (kepada manusi) , sebelum
ia meninggal menjadi golongan orang yang
menjauhkan diri dari dosa.
Dalam hadis itu di singgung
pengulangan panggilan Nabi terhadap mu’azd bin Jabal sampai tiga kali. Sedangkan
indikasi dari pemanggilan itu adalah sebagai
persiapan Mu’azd seperti ucapan
nya; tidaklah hal itu di sampaikankepapda manusia , supaya mereka bahagia.
Jadi, jelas bahwa dalam hadis itu
terdapan petunjuk yang jelas atas keistimewaan hadis ini yaitu suatu berita
gembira, kesimpulannya adalah, jika seorang guru ingin menyampaikan berita penting kepada salah satu muridnya,
hendaknya ia memanggil namanya tiga kali, kemudian baru dia menyampaikan apa
yang ingin ia sampaikan kepadanya, kisahkanlah hal tersebut , yaitu jika mereka
merupakan satu komunitas panggillah dengan nama komunitas mereka,
contohnya; wahai murid- murid tiga kaili, atau lain sebagainya.
32.. PEMETAAN
Metode ini jarang di gunakan oleh
guru ketika sedang menyampaikan suatu materi pelajaran. Maksud metode ini
adalah , dalam menyampaikan materi pelajaran membaginya ke beberapa bagian,
fase, paragraf , nomor,atau mungkin titik.kemudian setelah itu baru, di
sampaikan kepadamurid. Dalam metode ini ada beberapa keuntungan besar bagi murid yaitu dapat memadukan bagian-bagian
tema, murid menghafalnya serta cepat di serap,. Hal tersebut adalah untuk
mengantisipasi kelupaan. Artinyajika seorang murid lupa terhadap materi
pelajaran, kemudian di sebutkan nomornya sekia, pembagiannya sekian, maka hal
itu dapat mengembalikan ingatan murid.
Jika kita mempelajari kitab-kitab
fiqih di situ dapat kita lihat begitu banyak
pembagian – pembagian nya, yaitu pembagian-pembagian yang telah di
letakkan oleh uama-ulama fiqih. Misalnya tentang syarat-syarat,
kewajiban-kewajiban rukun-rukun larangan-larangan dan sebagainya. Dan tiap
pembagian- pembagian dalam hukum fiqih itu, tidaklah bertentangan dengan nash
Rasulullah. Hal itu dilakukan supaya murid
bisa lebih mengerti dan supaya materi- materi yang tercecer dapat
terkumpul , sehingga membuat mereka lebih mudah mengingatnya kembali
sebagaimana contoh berikut ini.
1.
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw
bersabda; tujuh orang yang akan
dilindungi kelak di ,hari kiamat ;
seorng imam yang adi, seorang pemuda yang tumbuh untuk menyembah Tuhannya,
seorang lelaki yang hatinya telah terkait dengan mesjid, dua orng lelaki yang
sama- sama mencintai Allah, baik di saat mereka kumpul atau di saat mereka
pisah dan lelaki yang di idam- idamkan oleh wanita cantik dan berpangkat.
Beliau lalu bersabda lagi;aku takut kepada Allah,seorang lelaki yang bersedekah
secara sembunyi- sembunyi , sehingga tangan kirinya, tidak mengetahui apa yang
telah di infaqkan, oleh tangan kananya, serta seorang lelaki yang berzikir
kepada Allah dalam kesunyian sehingga airmata bercucura.
2.
Dari Abdulah bin Amr bin Ash raRasulullah
bersabda; Empat orang yang benar-benar munafik murni, sehingga jika ada
seseorang yang mempunyai satu dari karakter empat hal tersebut, maka ia juga
adalah orang yang munafik , kecuali jika ia meninggalkannya; yaitu seseorang
yang jika di beri amanat ,ia menghianati . jika berbicara, ia berbohong jika ia
berjanji ,ia mengingkari dan jika dan jika bermusuhan , ia menampakannya.
Jika kita mengamati hadis Nabi di atas ,akan kita temukan
bahwasannya Nabi menyebutkan jumlah global, kemudian baru beliau memberikan perinciannya. Jadi, tidak di
sangsikan lagi bahwasanya metode ini sangatlah menarik hati, dan dan merupakan
suatu susunan metode yang apik. Untuk itu, sebaiknyalah seorang guru mengikuti
jalan ini , jika memang dia ingin mempermudah murid dalam menyerap pengetahuan.
33. Kuisioner
Seorang guru harus meguasai berbagai media pengajaran yang
menarik,sehingga murid tidak lagi terpancang dengan suatu metode pengajaran
yang kemudian menjadi kebiasaan, dan
pada akhirnya guru tidak bisa lagi berbicara tentang mamfaat dari kebiasaan
itu. Diantara media yang dapat menarik perhatian murid perhatian miurid adalah
dengan menggunakan kuisioner (pertanyaan ), dimana ketika membahas suatu masalah dapat menari perhatian perhatian
murid dan medorongnya untuk mencari
suatu kepahaman ( jawaban),jelasnya adalah seperti hadis berut;
1.
Rasulullah bersabda; tidakkah telah aku
ceritakan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar ? kami menjawab; ya, waahai
Rasulullah. Beliau bersabda; menyekutukan
Allah , durhaka kepeda orang tua, ( al Hadis). Kalimat tidakkah ‘di sini
adalah bentuk pertanyaan yang berfaedah sebagai
pemberitahuan dan pengkhususan, supaya apa yang di katkan bisa lebih di
pahami.
2.
Dalam khutbah Nabi Saw di mina , pada waktu haji
wada’ bertanya; hari apakah ini? Lalu beliau diam , sehingga kami menduga
bahwabeiau akan memberi naama lain
selain nama itu . beliau bertanya lagi bukankah hari ini hari qurban? Kami menjawab , ya , beliau bertanya; bulan apakah ini ? lalu beliau diam ,
sehingga kami menduga bahwa belliau akan memberi nama lain selain nama bulan itu. Lalu beliau bertanya.; bukankah
ini bulan dzulhijjah ? kami menjawab; ya. Beliau lalu bersabda; sesungguhnya darah, dan harga diri kalian adalah mulia (
terhormat), seperti mulianya hari kalian ini, dalam bulan kalian ini dan di
negeri ini. (al hadis).
Imam
Qurtuby berkata; dalam hadis tersebut terdapat tiga pertanyyaan nabi, serta sikap
diam beliau setiap mengajukan satu pertanyaan, hal itu dimaksudkan untuk mendorong kepahaman
mreka serta merasa apa yang akan dikabarkan Nabi Saw merupakan berita besar.
Makanya , setelah itu beliau bersabda; bahwasannya dara kalian .. bentuk kemuiaan
sesuatu yang amat sangat.
3.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya orang-orang
berkata; wahai Rasulullah apakah kita bisa melihat Tuhan kelak di hari kiamat?
Lalu beliau bersabda; apakah kalian perlu
mengatur bulan , di malam bulan purnama? Mereka menjawab ; tidak, wahai Rasulullah . beliau
bersabda ; Apakah kalian perlu megatur matahari, yang di bawahnya tidak ada
mendung ?mereka menjawab ; tidak ya Rasulullah. Beliau bersabda; kalian pasti akan melihat –Nya,
begitu juga dia akan mengumpulkan manusia di hari kiamat. Beliau bersabda; barang siapa yang menyembah sesuatu maka
ikutilah ia.
Yang perlu diperhatikan daam
contoh-contoh hadis –hadis di atas adalah, bahwasannya Rasulullah tidak
menentukan satu orang saja untuk menjawab pertanyaan yang ia ajukan , melainkan
secara korelatif.
Seorang guru sebaiknyalah
menyampaikan pertanyaan terlebihdahulu, agar semua murid ikut berpartisipasi
mencari jawaban itu. Baru kemudian guru memberikan waktu seperlunya kepada
murid ( kesempatan mencari jawaban ).sebelum ia mendengarjawaban darinya. Hal itu
karena kadar kemampuan murid berbeda- beda antara satu dengan lainnya, deengan
sebagian mereka ada yang lebih cepat
memahami dan mungkngkin sebagian yang lain tidak begitu .oleh sebab itulah,
salah jika guru mengajukan suatu
pertanyaan hanya kepada murid tertentu saja, dan berdasarkan urutan nama ,
ataupun urutan bangku, (lebih menekan
pada individu ). Karena hal itu menjadikan murid yang lain ( yang tidak
mendapat pertanyaan ) acuan dan tidak memperdulikan mencari jawabannya.
Dalam kondisi tertentu, bisa jadi
seorang guru tiba- tiba mengajukan
pertanyaan kepada seorang murid dengan
alasan ingin mengetahui keadaannya dan mempertajam ingatannya.
Nabi Saw pernah bertanya kepada
seorang sahabat tentang berbagsi masalah. Kondisi tersebut terjadi karena
memang Rasulullah hanya berduaan dengan ssahabat itu, yaitu seperti yang terjadi pada sahabat
mu’azd ra; dari Anas bin Malik ,
bahwasannya Nabi Saw bersama pengawalnya , Mu’azd berkata kepadanya; wahai Wa’azd bin Jabal ! ia menjawab saya datang
wahai Rasulullah dan membahagiakanmu .
beliaulah lalu berkata lagi; wahai Mu’azd ! ia, menjawab ; saya datang wahai
Rasulullah ..
34. MUNGUJI KEMAMPUAN MURID
Menguji kemampuan secara kolektif
mempunyai faedah yang besar untuk
menumbuhkan kecakapan dan menguatkan
pahaman murid. Cara menggunakan metode
ini , yaitu seorang guru terlebih dahalu
menyampaikan suatu masalah kepada
mereka semua, kemudian memberikan sedikt kesempatan kepada mereka
untuk mengingat kembali materi pelajaran. Namun setelah itu, guru tidak langsung memberi jawaban kepada murid , metode seperti
ini banyak di temukan dalam hadis-hadis
Nabi di antara.
Dari Abdullah bin Dinar , dari
Ibnu Umar ra, dari Nabi Saw bersabda; di antara beberapa pohon, ada satu pohon
yang daunnya tidak akan rontok, yaitu seperti orang muslim, ceritakanlah oleh
kalian kepadaku. Pohon apakah ini?beliau menjawab ; pohon kurma.
Bagwi berkata; Al Imam mengatakan
, bahwa dalam hadis itu terdapat dalil yag memperbolehkan seoran guru
untuk menguji kemampuan anak muridnya.
Ibnu Hajar berkata; dalam hadis
tersebut ada beberapa faedah , yaitu menguji murid atas apa yang tidak ia ketahui serta memberikan kejelasan baginya(
jika memang murid tersebut belum paham)
, serta mendorongnya untuk memahami suatu pengetahuan.
Seorang guru juga harus bisa
memilah masalah-masalah yang akan di ajarkan kepada murid .ia pun harus
bermurah hati kepeda mereka untuksaling dialog dan tukar penapat. Perhatikanlah
ucapan ini; lalu orang –orang berpendapat , bahwa pohon itu adalah pohon sahara,
di situ jelas bahwa suatu komunitas mencoba berpendapat untuk memecahkan masalah yang sulit. Ibnu
Hajar berkata; artinya, bahwa pohon sahara merupakan pendapat mereka, dan dari
tiap-tiap mereka juga banyak yang mempunyai interpretasi meskipun pada akhirnya
mereka tidak ingat ( tidak bisa menjawab) akan pohon kurma.
Yang harus di renungkan tentang
masalah yang telah di ajarkan Nabi Saw adalah , bahwasannya masalah itu telah
mendorong keintensifan mereka, menyuruh mereka untuk berfikir dan mencari jawabannya
serta membuat mereka penasaran untuk
mengetahui jawaban yang benar dari Rasulullah , ketika mereka tidak mampu lagi
mencegah persoalan itu.
Hal-hal penting yang juga harus
di perhatikan oleh guru adalahbahwasanya masalah- masalah itu haruslah dapat
mengakarkan pemikiran dan menanamkan suatu pemahaman tertentu bagi murid, ,
seperti pertanyaan yang menanyakan korelasi antara pohon kurma dan orang muslim
. atau yang menanyakan faedah dari pada pertanyaan tersebut . Hafizd Ibnu Hajar
menjelaskan tentang hal itu ucapan nya; manfaat pohon kurma ituterdapan di
semua bagian- bagiannya dan terus menerus di bagiannya dan terusmenerus di
kondisinya. Dari ia tumbuh sampai kering tetap bisa di makan . setelah itu,
setelah itu , semua bagian-bagiannya pun masih memberikan kemanfaatan . dari
biji kurma yang bisa menjadikan makan ternak dan rumput kering yang di jadikan
tali, serta lain-lainya. Serta lainnya .bagitu juga berkah (mamfaat)orang
muslim, menyeluruh di semua kondisi dan terus menerus bermanfaat bagi dirinya
dan orang lain hingga datang ajalnya.
Jika seorang guru dapat
menggunakan metode ini dengan baik, tentu akan memberikan manfaat yang besar
bagi [perkembangan pengetahuan anak didik. Untuk itu lah ia harus bisa
menjauhkan masalah –masalah yang sulit terhadap murid, serta tidak bertujuan
merendahkan dan meremehkannya. Bahkan ia harus mendekatkan (supaya bisa
dipaham) masalah- masalah yang di ajukan kepada mereka, sambil menyinggung
elemen –elemen masalah-masalah tersebut ataupun sarana-sarana lainnya. Hal itu
dapat membantu mereka menemukan jawaban yang benar. Jelasnya, bahwa ketika
Rasulullah mengajukan permasalahan itu ( hadis di atas), di kedua tangannya
terdapat kerikil .dalam salah satu riwayat , dari mujahid, ia berkata; saya
bersama Nabi , lalu di bawakan beberapa kerikil . ( al gadis). Ibnu Umar ra
ketika ia melihat kerikil itu di tangan Rasululullah , ia tidak menjawab
(pertanyaan Rasulullah ), mengingat ia masih muda.
Al Hafidz Ibnu hajr berkata;
,sesuatu yang belum jelas, sepantasnyalah, untuk tidak disampaikan kepada orang
terlebih dahulu , karena hal itu dapat membahayakan orang yang mendengar.
35. MENDORONG KREATIVITAS MURID.
Bertanya merupakan suatu tindakan
yang dapat menepis kealpaan dan praduga , sehingga ketika seorang guru menguraikan
materi pelajaraan , ia tidak boleh menjelaskan keculi murid benar- benar telah paham terhadap materi
itu. Bagaimana cara mengetahui kepahaman murid? Yaitu mengujinya dengan sebuah pertanyaan
( ketika suatu pembahasan telah sempurna), dan lebih baiklagi setelah murid terlebih dahulu mengajukan pertanyaan
berupa kesulitan –kesulitan mereka terhadap penjelasan guru.
Bertanya dapat menjelasakan
kridak tahuan murid seeta lebih cepet
menancapkan sebuah jawaban bagi murid
yang terlebih dahulu bertanya, seperti
sabda Rasulullah ; sesungguhnya obat”IY” adalah bertanya. Kata “IY” di sini ada
bermakna ‘kebingungan’ dan ketidak mantapan’ ini lah yang terdapan dalam kitab
shahih . dan menuut terminologi Arab, bermakna ketidak tahuan artinya, ketidak
tahuan adalah penyakit dan obatnya adalah pertanyaan dan belajar untuk
itulahseorang guru harus mendorong , muridnya untuk bisa mengajukan pertanyaan
kepadanya. Seperti yang telah di sabdakan oleh guru kita Muhammad Saw.
1.
Dari Anas bin Malik , bahwasannya orang- orang bertanya
kepada Nabi Saw, sehingga mereka terus menerus mengulang- ngulangi pertanyaan
itu, . lalu pada suatu hari Rasulullah
keluar dan naik keatas mimbar ,seraya bersabda; bersemangatlah kalian
untuk bertanya kepadaku , dan janganlah kalian bertanya kepadaku tentang
sesuatu kecuali kalian telah benar- benar
paham.
2.
Dari Abu Hurairah ra berkata; Rasulullah
bersabda; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku.lalu mereka mengundang
beliau untuk mengajukan pertanyaan
kepada nya.. seorang lelaki datang dan duduk di atas lututnya sambil
berkata;wahai Rasulullah , apakah islam itu. ?
Faedah dari keterangan diatas
adalah , di haruskan nya seorang guru berkata; bersemangatlah kalian untuk
bertanya kepadaku. Dalam kata- kata itu jelas
tercermin dorongan guru kepada murid untuk bisa mengajukan pertanyaan.
Juga terlihat seorang guru mengajarkan keberanian kepada murid yang pemalu
untuk dapat bertanya kepada gurunya, serta untuk mengetahui kadar kemampuan
murid dalam menyerap materi yang telah di jelaskan,. Kemudian yang harus di
perhatikan lagi, bahwa guru harus
mengontrol pertanyaan yang muncul untuk
mereka , yaitu suatu pertanyaan yang faedah dan tidak untuk melemahkan ,
meremehkan, mengejek ataupun yang lain . karena pertanyaan – pertanyaan seperti
ini , ataupun sejenisnya tidaklah memberi kemuliaan bagi pelakunya ( penanya).
36. MEMBERIKAN JAWABAN LEBIH
Kadang banyak petanya-petanya
murid yang di ajukan kepada guru di jawab sekedarnya saja, dan tidak
lebih.harusnya seorang guru tidak hanya memberi jawaban sekedarnya,melainkan
dia juga harus menambah jawaban dari soal yang di ajukan oleh seorang murid,
serta menjelaskan korelasinya terhadap pertanyaan tersebut , apalagi jika
seorang murid kurang pengetahuannya.
a.
Dari segi ketidak tahuan
Dari
Abu Hurairah ra berkata ; seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah , ia
berkata; wahai Rasul , kami mengendarai kapal laut dan kami hany membawa
sedikit air. Jika air itu kami gunakan untuk berwudhu’ kami akan kehausan ,
apakah kami boleh berwudhu’ dengan air laut .Beliau bersabda ; ia ( laut ) suci
airnya dan halal bangkainya.
Imam Rafi’i berkata;ketikka Nabi Saw mengerti sang penanya meragukan
hukum air laut dan ketidak jelasan hukum bangkainya , maka beliau menambahkan
jawaban atas soal yang di ajukan , yaitu tentang penjelasan hukum bangkai di tengah laut.
Ibnu Arabi berkata;fatwa trsebut
sangatlah bagus, yaitu ketika nabi Saw
menambahkan jawaban atas pertanyaan. Karena hal itu , untuk lebih melengkapkan
dan menambah wacana keilmuwan serta lebih menguatkan akan perlunya mengetahui
hukum itu. Sebab, seseorang yang meragukan kesucian air laut dan kehalalan
bangkainya , akan lebih ragulagi bilamana sebelumnya ia mengetahui bahwa
bangkai itu haram.
Jadi ,dapat di mengerti , bahwa
dalam hadis itu terdapat hikmah Rasulullah terhadap suatu penjelasan hukum
baru. Dari Abu Jari Al Hajimi berkata ; saya melihat seorang lelaki yang
dimintai pendapat oleh seseorang dan ia tidak berbicara apa-apa kecuali mereka
meminta pendapat darinyadalam hadis tersebut jelas tergambar bentuk ketidak
tahuan sang penanya ;
Ppertams ; dalam ucappan ; saya
melihat seorang lelaki, di situ di gambarkan bahwa ia baru pertama kali melihat
Rasulullah.
Kedua; dalam ucapan ‘
alaikassalam tidak ada seorang sahabat
pun yang tidakk mengetahui bentuk penghormatan islam ini, karena hal itu, telah terbiasa, di ucapkan setiap
hari.
Jadi, dari dalam hadis tersebut
terdapat satu pelajaran yang baik bagi seorang, muslim, yaitu ; krtika nabi Saw
mengajarkan kepada orang badiwi itu tentang sang pencipta dan pemilik marahbaya
dan mamfaat, dan mengikatnnya hnya kepada Allah serta membuatnya senang
berlindung kepada –Nyadan memohon pertolongan-Nya.
b.
Dari segi yang lebih bermanfaatkepadanya.
37. MENJELASKAN JAWABAN DENGAN BERULANG-ULANG
Seorang guru perlu menjelaskan jawaban dari murid,, yaitu setelah ia
mengajukan pertanyaan kepadanya. Hal itu
dilakukan, karena kadang murid tidak yakin atas awabannya sendiri. Bagiti juga
dengan murid-murid yang lain pun memahami dan mengerti mana jawaban yang benar
dan mana jawaban yang salah . guru juga harus enar- benar jeli dalam ketika meneiti jawaban murid. Jangan lantas
menyalahkan jawaban seluruhnya, karena mungkin saja jawabannya ada yang benar. Selain itu juga guru harus mengguatkan
jawaban murid, jika memang ia benar. Meluruskan dan menjelaskan , jika memang
salah . jika murid memang salah, sebaiknya guru memilih kata-katayang halus
ketika menyalahkan jawaban itu.jangan mengeluarkan kata –kata kasarr dan
meremehkkan . karena hal itu dapat membuat murid enggan menjawab pertanyaan
guru karena ucapannya yang kasar.
38.
SPORTIF DALAM MENJAWAB
Allah mencela orang- orang
yang berbicara tanpa ilmu, baik dalam
kitab nya maupun dalam hadis Rasululah . hal itu, karena orang yang berbicara
tanpa ilmu adalah menyesatkan dan tidak dapat memberi petunjuk, bisa merusak dan tidak bisa
memperbaiki. Jadi seorang guru yang berkata;
aku tidak tau, ataupun aku tidak mengerti, karena memang ia benar-benar
tidak tau “ maka hal itu bukanlah aib , meskipun ilmu yang di milikinya masih
kurang , akan tetapi justru itu cermin dari kesempurnaan ilmunya.
Ketika pada hari kiamat , Allah
bertanya kepada rasul-Nya ; ingatlah dimana hari Allah mengumpulkan para Rasul
, lalu Allah bertanya kepada ( mereka) ;
apa j jawaban kaummu terhadap (seruan) mu? Para Rasul menjawab tidak ada
pengetahuan kami tentang itu .sesungguhnya engkaulah yang menetahui perkara
gaib . Artinya apa jawaban kaummu terhadap mu ? mereka menjawab ; tida ada
pengethuan kami . pengetahuan hanya milik-Mu , wahai Tuhan kami ,engkau yang lebih mengetahui perkataan ghaib ; segala sesuatu yang nyata
dan ghaib.
Ilmu sangatlah luas , tidak ada
yang membatasinya , kecuali Dzat yang meluaskan segala keilmuan , yaitu Allah .
sedangkan manusia, hanya mempunyai ilmu yang sedikit,. Allah berfirman ; dan
kalian tidaklah di beri ilmu kecuai hanya sedikit.
Banyak para guru yang
mengabaikan sesuatu sangat urgen ini, yaitu membangun dan menanamkan prinsip “
ilmu dan amal yang ikhlas sematamata karna Allah “yang merupakan hal yang tidak
gampang dimengerti oleh manusia, karna jauhnya mereka dari metode – metode
ilahi. Begitu banyak ilmu yang seharusnya berguna dan bermamfaat bagi umat,
tapi ternyata tidak memberikan mamfaat apa – apa yang hilang begitu saja layaknya
debu yang berterbangan. Hal itu dikarenakan tidak adanya keikhlasan berilmu dan
beramal pada diri sesorang guru, tidak berjalan di atas jalan yang benar, serta
tidak kesungguhan mereka dalam memberi mamfaat bagi saudara muslimnya. Bahkan
mereka lebih cenderung berorientasi pada pangkat dan jabatan. Jadi, karena hal
itulah, ilmu yang seharusnya bermamfaat, malah menjadi seperti debu yang
berterbangan. Semestinya banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang bermamfaat
bagi manusia di dunia, sera yang dapa menganarkannya kepada kemulyaan dan
keluhuran, akan tetapi, kerana tidak adanya keikhlasan berilmu, akhibatnya
adalah kesia – siaan, yaitu seperti yang di gambarkan yang di riwayatkan oleh
Abu Hurairah :
Dari Abu Hurairah ra berkata
Rasulullah bersabda dan seorang lelaki belajar ilmu dan membaca al – qur an,
lalu beliau menghampirinya, mengetahui akan nikmat keutamaan serta mengatahui
akan perihal lelaki itu“ beliau lalu bersabda :Apa yang telah kamu kerjakan ?
lelaki itu lalu menjawab : saya belajar ilmu memahamin.ya serta membacakan Al
quran untuk baginda” Rasulullah menjawab: kamu bohong apa yang telah kamu
pelajari ( ilmu )adalah semata untuk di anggap orang alim, dan apa yang kamu
baca ( al quran ) adalah semata ingin di anggap Qari lalu Rasulullah memerintahkan unuknya agar di
seret kedalam neraaka ( al hadist ).
Jadi, dari hal tersebut
di atas, sepetutnyalah bagi para guru untuk bisa menanamkan dalam hati anak
muridnya “ keikhlasan berilmu dan beramal
semata untuk Allah Swt ,serta mencari ridha dan pahala dari-Nya .
sehingga dari lahirlahsuatu kebaikan dan pujiandari manusiayang merupakan
anugerah dan nikmat dari Allah Swt.
A. KECERDASAN
EMOSI – IQ
Banyak contoh di
sekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki gelar tinggi belum tentu sukses
berkiprah di dunia pekerjaan. Seringkali mereka yang berpendidikan formal lebih
rendah, ternyata lebih berhasil di dunia pekerjaan.
Saat ini banyak orang
berpendidikan yang tampak menjanjikan, mengalami kemadekan dalam kariernya.
Lebih buruk lagi, mereka tersingkir akhibat rendahya kecerdasan emosi mereka.
Saya ingin menyampaikan satu hal yang terjadi di A((merika Serikat tentang
kercedasan emosi. Menurut surve Nasional di negara itu tentang apa yang di
ingin oleh para pemberi kerja : keterampian teknik tidak seberapa penting bila
di bandingkan dengan keterampilan dasar untuk beradaptasi (belajar ) dalam
pekerjaan: kemampuanmendengar dan
berkomunikasi secara lisan , adaptasi, kreativitas, ketahanan mental terhadap
kegagalan, kepercayaan diri, motivasi, kerjasama tim serta keinginan memberi
kontribusi terhadap perusahaan.
Saya tmbahkan
pulapendapan seorang praktisi kaliber internasional, Linda Keegan, vice
president bidang pengembangan eksekutif
Citibank di salah satu negara Eropa, yang mengatkan bahwa kecerdasan
emosi ( IQ ).harus menjadi dasar dalam setiap pelatihan manajement.
Kemampuan akademik,
nilai rapor, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi satu –
satunya tolak ukur seberapa baik kinerja seseorang dalam pekerjaannya atau sebarapa
tinggi sukses yang mampu di capai.
Menurut makalah McCleland tahun 1973berjudul testing for competence rather than inteligence ,
seperangkat kecakapan khusus seperti : empati; disiplin diri; inisiatif; akan
membedakan akan membedakan antara mereka yang sukses sebagai bintang kinerja
dengan yang hanya sebatas bertahan di lapangan pekerjaan.
B.
Metode
Pengajaran
Mengkondisikan Kesiapan
Belajar nak Didik
Tidak ada seorang pun
yang menyangkal bahwa keapatisa murid terhadap guru, di sebabkan oleh adanya
kendala bagi seorang murid dalam menyerap ilmu, atau jugaa dalam memahami
perkataan guru. Kepasrahan dan keseriusan murid terhadap gurunya merupakan
faktor yang fital dalam menyerap dan memahami ilmu dengan jalan yang benar.
Oleh karena itu, sekali –kali guru juga harus melihat kondisi muridnya, serta
menggunakan berbagai metode untuk menarik perhatian murid. Di sini. Akan di
bahas tiga metode pembelajaran [anak didik.
1. Instinshat
Yang menyuruh anak
murid untuk diam dan mendengarkan
(perkataan guru ). Pada umumnya metode ini (direk )digunakan oleh guru
sebelum memulai pelajaran., atau ketika tidak ada metode lain, selain ini.
Penjelasan tersebut seperti hadist Jarir bin Abdullah Al- Bajli :bahwasannya Nabi Swa berkata
kepadanya dalam haji wada’:suruhlah manusia unuk diam. Lalu eliau bersabda
:janganlah mengembalikan (setelahku
)orang – orang kafir yang sebagian dari kalian mengembalikan (setelhku )orang –
orang kafir yang sebagian dari kalian memukul sebagian budak – budak yang lain
. Ibnu Hajar berkata :Pidato beiau itu terjadi itu terjadi pada waktu haji
wada’dan banyak sekali orang yang berkumpul, yaitu untuk melempar jumrah dan
rukun – rukun haji lainnya . sehingga , ketika beliau berkhutbah untuk memberi
pelajaran bagi mereka pantaslah jika beliau menyuruh mereka untuk diam.
Jika kita melihat
hadist dan ucapanIbnu Hajar tersebut, maka akan tampaklah bahwa keperluan Nabi
Saw di situ adalah meminta sahabat untuk menyuruh diam manusia, dan, dalam haji
tersebut banyak berkumpul manusia, mereka bersungguh- sungguh dalam menunaikan ibadahnya.
Sehingga, sulit bagi beliau untuk berpidato memberikan peljaran kepada mereka
tentang perkara agama. Jadi pantaslah jika beliau menyuruh Jarir bin Abdullah
Al – Bajli untuk menyuruh diam manusia.
2. Nida
( Metode panggilan )
Yaitu sebuah metode
yang berfungsi untuk memanggil murid (sebelum ia mulai pelajaran, dan kadang –
kadang di sela – sela pelajaran ). Metode ini banyak di gunakan oleh
guru.contohnya :dari Ibnu Abbas ra berkata : “Rasulullah naik ke atas mimbar dan
ketika di akhir maajlisny, beliau mendoyongkan pundaknya lalu menggenakan
serban di kepalanya dengan serban berwarna kehitam – hitaman. Beliau lalu
memuji Allah dan bersabda :” wahai para manusia datanglah kepadaku” lalu mereka
menghampirinya. Kemudian beliau bersabda :Selanjutnya, bahwa kehidupan ini tidak lepas dari peran sahabat – sahabat
anshar dan umat – umat yang lain. Barang
siapa menguasai sesuatu dari umat Muhammad maka ia bisa embahayakan seseorang,
terimaalah kebaikannya dan tinggalkanlah keburukanya
Jika kita memperhatikan
kata – kata dalam hadist Nabi Saw ; Wahai manusia datanglah kepadaku “ jelas
hal itu merupakan nida’ (panggilan )darinya dan perintah untuk mereka supaya
berkupul dan diam, yaitu ketika beliau akan mejumpai mereka . dan ucapan :lalu
mereka menghampiri nya . “artiya adalah berkumpul dan datang .
3. Anjuran
untuk diam dan mendengrkan (metode indirek )
Metode ini sangat baik
untuk menarik jiwa murid dan mendorongnya untuk mendengarkan. Karena pada
umummnya jiwa manusia itu cenderung apatis terhadap hal yang bersifat wajib
oleh sebab itulah cocok sekali jik seorang guru menerapkan metode ini, demi
untuk menarik dan mengajak kemauan murid , supaya ia dapat menerima pelajaran
dengan jiwa yang baik. Rasulullah adalah orang yang terbaik berkaitan dengan
penjelasan metode ini, dari ibadah bin shamit ra berkata :”Rasulullah bersabda
:Ambillah( yang baik )dariku , ambillah
dariku, Allah telah memberi solusi bagi mereka (wanita – wanita yang berzina ).
Gadis dengan perjaka adalah 100 cambukan , dan janda dengan duda adalah 100
cambukan dan rajam.
Wahai guru renungkanlah
sabda beliau :Ambillah dariku , ambillah dariku “ dan segala faktor yang daapat
menarik ,mengasah serta yang dapat menyengkan jiwa murid untuk mendengarkan.
Dalam hadist itu juga terdapat kekhasan yang lain yaitu pengulangan kata.
C. Memsnfaatkan
media audio visual
Metode
pengucapan ; ataupun dengan cara menjelaskan materi pelajaran merupakan media
yang kuat dalam menghubungkan antara guru dan murid. Artinya, bahwa suara guru
adalah media yang paling ampuh diantara media – media lainnya. Terkadang ada
yang menentang pendapat di atas;”Apa yang akan kalian katakan perihal tentang
audio visual ?jawabnya ada dua sisi.
Pertama ;
bahwa media audio visual sangatlah bagus jika dapat berfungsi semuanya. Karena,
besar sekali mamfaatnya dalam menyampaikan materi pelajaran , meskipun hanya
menggunakan satu diantara dua media itu.
Kedua ; bahwa
media visual tidak bisa di terapkan terhadap murid netra, atau ketika murid
bingung dan apatis terhadap pelajaran. Sedang media audio tidak bisa diterapkan
terhadap murid tuna wicara. Oleh karena itu, media audio merupakan media yang
sangat ampuh dalam hal menyampaikan materi pelajaran (kepada anak murid) . dengan itu pula media
audio dan visual, seorang guru dapat dengan mudah memantau dan mengkoordinir
anak murid. Hal tersebut juga sangat berguna bagi murid untuk memudahkan
menghapal materi pelajaran dan mengantisipasinya dari kelalaian.
Selanjutnya,
akan di jelaskan sebagian dari media audio dan visual yang sangat membantu seorang
guru dalam melaksanakan pengajaran dan pendidikan dengan sebaik – baiknya,
sebagaimana yang diambil dari sunnah Nabi Saw.
A. Media
Audio
a. Gaya
bicara (enak dan jelas )
Dari Aisyah ra berkata
: Rasulullah tidak pernah berbicara terburu – buru seperti gaya bicaranya
kalian. Beliau berbicara dengan jelas dan rinci serta membuat para pendengarnya
gmpang menyerap apa yang dikatakannya. Aisyah berkata “maksud terburu – buru adalah
mengungkapkan kata dengan berturut – turut dan cepat. Artinya, bahwa Rasulullah
Saw tidak pernah berbicara terburu – buru dan cepat, karna hal itu membuat
samar [1]bagi
orang yang mendengar. Sedangkan maksud ‘rinci ‘di sini adalah menjelaskan kata
perkata, bagian perbagian dengan jelas.
Menjabrkan materi
pelajaran dengan gaya bicara yang sangat cepat membuat murid susah memahami,
tidak streg serta tidak bisa mengambil mamfaat dari beberapa masalah yang di
sampaikan oleh guru. Metode seperti ini banyak di lakukan oleh guru. Karena
itu, guru harus memperhatikan hal ini. Sebab, selain dilarang nya menggunakan
penjabaran materi terlalu cepat, juga penyampaian yang terlalu pelan justru
membuat murid terlena, sehingga dapat menimbulkan kebosanan atau kejenuhan.
Jadi, metode
penyampaian materi pelajaran yang paling baik yaitu dengan memetakan kata.
Sehingga, antara kata satu dengan kata lainnya terpisah dan tidak sulit di
pahami oleh murid.
b. Pembicaaraan
yang tidak tasyadduq
Tasyadduq, yaitu
berbicara dengan panjang lebar, tanpa hati – hati dan kendali. Ada yang
mengatakan bahwa tasyadduq adalah berbicara yang berlebihan, sehingga
merepotkan syadq, syadq yaitu sudut mulut.
Terlalu banyak bicar
serta berlebihan dalam mengeluarkan kata – kata dilarang dalam syariah. Karena,
selain tidak di terima secara norma, juga terkesan membanggakan diri sendiri dan merendahkan yang lainnya; karena
menurutnya mereka lebih sedikit kefasihan dan keahliannya dibandingkan dirinya.
Banyak hadist Jabir ra
dan hadist Abdullah bin Umar ra yang menyinggung tentang persoalan ;
1. Dari
Jabir ra berkata ;’’bahwasannya Rasulullah Saw bersabda :”sesungguhnya seorang
di antar kalian yang paling aku cintai dan tempatnya paling dekat denganku
kelak di hari kiamat adalah kalian yang berbudi pekerti yang baik. Sedangkan
orang yang paling aku benci dan tempatnya paling jauh dariku kelak di hari
kiamat adalah mereka yang banyak berceloteh (tsarssarun ), banyak berbicara
panjang lebar (mutasyaddiqun )serta orang – orang yang bicaranya berlebihan
(mutfaybiqun ). Lalu mereka ada yang bertanya :wahai Rasulullah kami telah
mengetahui tsartsarun dan mutasyaddiqun. Lalu siapakah mutfaybiqun itu ?”Nabi
menjawab :yaitu orang – orang yang sombog . “
2. Dari
Abdullah bin Umar berkata : Rasulullah bersabda : Bahwasannya Allah membenci
lelaki baliq yang membebaskan lisanya, seperti halnya sapi yang membebaskan
lisanya
Dalam
kitab isya’ulumuddin,Imam Ghazali berkata :”berbicara yang terlalu luas dan
kata yang terlalu berlebihan, sera segala apa yang ebig dari ikebiasaan orang
berbicara, maka semua itu adalah suatu tindakan yang tidak terpuji dan tindakan
yang berlebihan yang tidak di senangi. Kemudian setelah puas membahas hadist
dari Nabi Saw, Imam Al Ghazali berkata :segala sesuatu sebaiknyAa di lakukan
dengan sederhana (sesuai dengan maksudnya ). Maksud berbicara adalah memberi
kepahaman dan bukan seperti perkataan di atas tadi, yaitu perkatan yang tidak
di senangi serta perkataan yang ruwet dan asing .
c. Suara
yang keras
Dari Abdullah bin Umar
berkata :”dalam sebuah perjalanan.Nabi saw tertinggal dari kami, hingga
akhirnya beliau bertemu kembali ldengan kami, Waktu itu kami sangat lelah untuk
menunaikan salat, kami akhirnya berwudhu’ dan mengusap kaki kami. Lalu tiba –
tiba Rasulullah berteriak dengan suaranya yang keras ; “wail adalah akibat –
akibat dari neraka,dua kali atau tig kali “
Hadist ini di bukukan
oleh Imam Bukhari dalam kitab sahihnya dengan tema :bab tentang seseorang yang
mengeraskan suaranya berkitan dengan ilmu.
Hafidz berkata :”
penulis menarik kesimpulan bahwa mengeraskan suara ( yang berkaitan dengan ilmu
, adalah di perbolehkan, seperti sabda
beliau Saw :”lalu beliau bertariak dengan suara yang keras. “ konklusi selengkapnya
adalah, bahwa mengaraskan suara benar – benar di perlukan. Terlebih jika orang
tersebut (yang di panggil )berada lebih jauh, atau ketika banyak sekali
kumpulan manusia.
Hal tersebut di atas,
akan sangat baik jika di barengi dengan memberikan nasehat. Seperti halnya hadist
jabir, “suatu kali ketika Nabi Saw memberi khutbah dan berbicara tentang hari
kiamat, beliau berkata dengan sangat berapi – api dan mengeraskan suaranya. “
(H.R Muslim ).
Riwayat diatas adalah
menjelaskan tentang mamfaat mengeraskan
suara, ketika kuta sedang mengajar serta menjelaskan masalah – masalah yang
sangat urgen. Di samping untuk menarik perhatian para pendengar (murid ), juga
dapat mengusir kelupaan dan kelingkungan, serta mempersiappkan mereka untuk
menerima ilmu.
d. P
njelasan yang tidak terputus (kontinual )
Adakalanya seorang
murid selalu mengikuti jalur penjelasan
gurunya supaya dia mendapatkan titik terang yang jelas, atau meminta kembali
penjelasan yang telah lewat. Di sini guru punya pilihan, boleh saja ia
menggabulkan permintaan murid atau ia menolaknya,. Jika ia menggabulkan, ada
sesuatu yang harus di perhatikan;
Pertama :
Mendahulukan satu atau dua murid, tergantung dengan kuantitasnya, dan ini yang banyak
terjadi.
Kedua
: Metong pembicaraan sebagian atas sebagian yang lain (seharusnya ia menjelaskannya terlebih dahulu ).
Ketiga :
Dapat menngelisahkan hati murid atas pemotongan pembicaraan itu.
Keempat :
Menggelisahkan guru sendiri dan memutuskan kesinambungan pemikirannya.
Tendesitas hal tersebut adalah seperti hadist yang di
riwayatkan oleh Imam Bukhari,ia berkata :”dari Abu Huraira ra berkata : ktika
Nab berada dalam satu majelis dan berbicara kepada satu kaum, seorang baduwi,
datang kepadanya adan berkata : ”kapankah kerusakan itu ? padahal Rasululllah
telah menjelaskannya, lalu sebagian kaum berkata :sesungguhnya ia telah
mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Rasulullah “ lalu sebagian yang lain
berkata :kayaknya dia belum mendengarkan.”sehingga ketika penjelasan (satu
materi )beliau telah selesai, beliau beru berkata :”jika kamu menyia – nyiakan
?” beliau menjawab :” ketika menyerahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya,
maka tunggulah kerusakan itu “
Renungkanlah hadist
itu,maka akan jelaslah apa yang di katakan tadi, di situ juga ada sedikit
tambahan, bahwasannya Rasulullah baru menjawab pertanyaan lelaki itu setelah
beliau menyelesaikan pembicaraannya, sehingga tidak ada lagi kata yang
terpotong, jadi konklusinya adalah, seorang guru harus terlebih dahulu menyelesaikan
penjelasannya, baru ia menjawab pertanyaan dari anak muridnya.
e. Diam
sejenak di sela – sela penyampaian materi
Berhenti sejenak atau diam di tengah – tengah penjelasan materi
pelajaran mempunyai beberapa mamfaat di antaranya yaitu :
·
Menarik perhatian murid. Artinya , jika
seorang guru berbicara tentang satu pembahasanm kemudian tiba – tiba ia diam,
jelas hal itu menarik perhatian murid.
·
Bentuk toleransi guru dan sejenak
beristirahat.
·
Memberikankesempatan terhadap guru untuk
berkosentrasi (menyusun pikirannya dan mengoperasikan pikiran dengan tanpa
memikirkan yang lain )
Banyak hadist yang
menyinggung tentang pembahasan ini, sebgaimana riwayat dari Abu Bakar ra dari
Nabi saw bersabda :”bulan apakah ini , ? kami menjawab :” Allah dan Rasul-Nya “yang
lebih mengetahui. “lalu beliau diam,
sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberikan nama lain selain nama
itu. Lalu beliau berkata :”Bukankah ini bulan Dhulhijjah ? kami menjawab” ya “
lalu beliau berkata lagi “ negeri apakah ini ? kami menjawab :Allah dan Rasul -
Nya bahwa beliau ingin memberikan nama
lain selain nama negeri itu, beliau
berkata : “ bukankah ini mekkah? Kami mnjawab :ya. “ beliau lalu
bertanya lagi : hari apa ini, ? kami menjawab : Allah dan Rasulnya yang lebih
mengetahui . “beliau diam, sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberi nama
lain selain nama itu. Lalu beliau berkata :bukankah ini hari qurban ?kami
menjawab :iya.” Beliau lalu bersabda :Darah kalian harta kalian – Muhammad
berkata :dugaku beliau berkata :dan harga diri kalian adalah mulia, seperti
mulianya hari ini, negeri kalian ini dan di bulan ini . (Al hadist ).
Wahai guru engkau bisa melihat dalam hadis itu suatu pengaruh
diam (Nabi )terhadap sahabat, dan bagaimana hal itu menarik perhatian
mereka.wahai guru! Gunakanlah metode ini di sela – sela penjelasanmu supaya ada
tenggang di antara satu titik inti dan titik lainnya, dan semoga menjadi sebuah
persiapan untuk menjelaskan pembahasan berikutnya.
B. Media
Visual
a) Selalu
mengfungsikan media visual.
Menjaga terus fungsi
media visual adalah sangat berguna bagi
guru dan murid, karena di situ seorang guru bisa terus mengawasi anak muridnya.
Juga memperhatikan anak murid yang lupa dan mengingatkanya, anak murid yang tidur dan membangunkannya,
murid yang sering bermain dan mencegahnya, karena itu, sepantasnyalah seorang
guru membagi atensinya terhadap anak murid. Sehingga, ia benar- benar yakin
bahwa mereka semua dapat merekam pembicaraannya serta tidak melupakan anak
muridya ketika memberi penjelasan. Ada sebagian guru yang mengfungsikan
visualisasinya pada waktu tertentu saja, dan ini suatu kesalahan. Karena, hal
itu menjadikanseorang guru tidak dapat memantau anak muridnya dengan baik.
Kemudian ia juga harus memberi kesempatan kepada anak murid untuk diam dan
mendengarkan.
Adapun posisi guru
sebaiknya berada lebih tinggi dari pada posisi duduk anak muridnya, meskipun
hanya berada beda tipis. Hal ini guna menghasilkan sebuah tuntunan yang baik
dsn supaya setiap murid dapat mengikuti tuntunan guru tanpa berdempet –
dempetan dengan murid di sampingnya. Sedangkan, jika seorang murid selalu bisa
melihat dan memerhatikan gurunya. Dapat menghasilkan pahaman yangkuat dalam
belajar. Karena, penggabungan media audio dan visual sangatlah kuat dalam
penyerapan materi, dari pada menggunakan satu media saja. Dianjurkannya posisi
meja guru lebih tinggi adalah seperti mimbar. Nabi Saw mencapai 3 tingkat. Hal
itu sangat efektif dalam tukar- menukar dan mengikat pandang antara khatib
(guru )dan mustami’in (murid )sebagaimana di jelaskan dalam riwayat berikut ini
:
1. Dari
Jarir bin Abdullah ra berkata :”seorang lelaki datang ketika Nabi Saw sedang
berkhutbah di hari jum aat. Lalu beliau berkata :”apakah anda sudah salat hai
fulan ? ia menjawab :belum. Beliau lalu
menjawab :berdirilah lalu ruku’lah.
2. Dari
Abu Said Al – Khudri ra berkata :Bahwasannya suatu hari Nabi Saw duduk diatas
mimbar dan kami duduk di sekitarnya.
Duduk di sekitar orang
yang berkhutbah fungsinya adalah dapat melihat khatib. Hadist tersebut
diriwayatkan oleh Imam Bukhar dalam kitab shahihnya.yang di himpun kedalam satu
bab :”Tentang imam yng menghadap kaum dan kaum yang menghadap imam yaitu
ketika ia berkhutbah “
Hafidz Ibnu Hajar
menjelaskan tentang korelasinya: “termasuk hikmah suatu kaum menghadapi Imam
adalah sebagai persiapan untuk mendengarkan perkataan imam serta adabnya.
Apabila imam menghadapkan wajahnya dan murid
[2]
menghadapkan pula tubuhnya dan hatinya kearah guru, maka ia akan cepat memahami
maui’zdhah guru tersebut, dan tentang apa yang di syariatkan kepadanya.
b) Exspresi
Wajah
Banyak para guru yang
lupa akan fungsi metode ini, padahal metode ini bisa sebagai exspresi atas
ketidak senangan ataupun juga kerelaan daripada ucapan dan tindakan tertentu.
Metode ini sangat
berguna bagi sekelompok orang tertentu, karena di situ mereka dapat menggunakan
pandangan yang tajam sebagai exspresi dari pencegahan dan pelarangan, atau juga
dengan menggunakan senyuman dan wajah yang ceria, seperti ketika engkau
mengucapkan, bagus, bagus sekali sebagai exspresi terhadap kerelaan hati dan kepuasan.namun, ada juga
guru yang tidak menggunakan hal tersebut, sehingga ia melakukannya dengan apa
adanya.
Exspresi kemarahan Nabi
Saw dapat terlihat di wajahnya:sebagaimana dalam riwayatberikut ini :
1. Aisyah
ra berkata:”Rasulullah Saw masuk ke rumahku, sedang di dalamnya terdapat gambar
hewan jantan. Beliau mengerunyutkan wajahya. Kemudian mengambil satir dan
merobeknya. Aisya berkata :” lalu nabi bersabda :” Azab manusia yang paling berat kelak di hari
kiamat adalah orang – orang yang mengambar lukisan ini ..
2. Diriwayatkan
oleh anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat ( tempat imam).
Hal itu menyusahkan beliau sehingga diwajahnya terlihat kesal. Lalu beliau
berdiri dan mengosok dahak itu dengan tangannya. Beliau bersabda :a[abila salah
seorang dari kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhannya ,
Tuhan berada di antara ia dan kiblat maka jangan meludah di depan kiblat,
melainkan di sebelah kirinya, atau pun di bawah telappa kakinya.dan melipatnya.
Lalu beliau bersabda : atau melakukan seperti ini.
Dalam sabdanya :”sehingga
di wajahnya terlihat kesal.Ibnu Hajar mengartikan:” di wajahnya terpancar
kekesalan yang sangat.menurut nasa’i beliau marah sehingga wajahnya terlihat
memerah ,(beeliau kecewa dengan ahli masjid ).
Semua kata – kata di
atas menunjukkan, bahwa kemarahan Nabi
itu mengandung pelajaran bag sahabat. Dimana tindakan itu merupakan sesuatu
yang di tentang oleh beliau. Dan adapun beliau diam dan tidak memberi exspresi
apa – apa, hal itu sama aja membiarkan kemungkaran akan tetapi Rasulullah menjelaskan
sebab kemarahan itu dan memposisikannya sebagai pelajaran. Wallahu A’lam.
Adapun senyuman beliau
dapat terlihat di wajahnya; sebagaimana dalam riwayat Jalil bin Abdullah Al-
Bajli ra ia berkaa ; sejak saya mengucapkan salam, Rasulullah tidak melarangku
masuk (rumahnya ) dan tidak memandangku
kecuali memasang senyum untukku (wajah ), dan kesan di senyuman itu tidaklah
menghawatirkan Jarir bin Abdullah ra, melainkan memuaskannya.
PRAKTEK
Tidak di ragukan lagi
bahwa, menjelaskan materi pelajaran dengan cara
komunikatif ‘ merupakan media yang baik (dalam proses belajar mengajar
)Akan tetapi media ini ebih efektif lagi jika di barengi dengan metode praktek,
yaitu menggabungkan antara teoritis dan praktis. Jika di terapkan secara
bersamaan dalam suatu pengajaran, maka memperkuat akan pengetahuan anak murid
dan tidak akan capat lupa.
Metode ada yang dari
sisi guru dan ada yang dari sisi murid, artinya ada yang harus di lakukan oleh
guru, dan ada yang ada dilakukan oleh murid, selanjutnya akan di jelaskan
sebagai berikut :
A. Praktikum
Guru
1. Dalam
hadis yang di riwayatkan Sahal bin Sa’ad, terdapat gambaran salat Nabi Saw di
atas mimbar, ia berkata ;aku melihat Rasulullah Saw salat di atas mimbar dan
bertakbir di atasnya. Kemudian beliau ruku’ dan masih tetap di atasnya.
Kemudian beliau turun dan mundur ke belakang, lalu sujud di atas mimbar yang
asli, kemudian mengulangi salatnya lagi yang ketika telah selesai, beliau
menghadap ke arah manusia seraya berkata ; wahai manusia apa yang telah saya
lakukan ini adalah untuk menyempurnakan dan mengajarkan kepedamu tentang tata
cara salatku.
2. Dari
anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat, hal itu menyusahkan
beliau sehingga di wajahnya terlihat (kesal). Kemudian beliau berdiri dan
menggosok dahak itu dengan tangannya. Lalu beliau bersabda ; Apabila salah
seorang di antara kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhan –
Tuhan berada di antara ia dan kiblat , maka janganlah meludah di depan kiblat,
tetapi diarahkan kekirinya atau di bawah telapa kakinya. Kemudian beliau mengambil ujung serbannya dan
meludah di dalamnya, kemudian membungkusnya, lalu beliau bersabda ; atau
melakukan seperti ini.
Komentar
Ibnu Hajar tentang sabda beliau ;kemudian beliau mengambil ujung sorbannya.
Terdapat penjelasan tentang tindakan atau praktek Rasulullah yan memperkuat
pengetahuan seorang murid. “
3. Contoh
lain, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadis itu di
sebutkan bahwasannya Utsman bin Affan ra bersabda, kemudian ia berkata ; Rasulullah
Saw bersabda ; Barang siapa yang berwudhu’ seperti wudhuku ini. Kemudian salat
dua rakaat dan ia tidak berbadas, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah
lalu.
Ibnu
Hajar berkata ; Dalam hadis itu terdapat pengajaran praktek yang dapat di pahami
lebih dalam oleh murid.
4. Contoh
lain, seperti sabda Nabi Saw dalam bab
Haji ; ambilah oleh kalian dariku tentang tata cara manasikmu, dan masih banyak
bagi contoh metode praktek lainnya.
Oleh karena itu , bagi seorang pendidik atau guru
seyokyanya memperhatikan metode ini, karena terdapat mamfaat yang sangat besar
terhadap tingkat penguasaan suatu pengetahuan.
Menambahkan keterangan
di atas, metode ini lebih mendekatkan jarak antara guru dengan murid dalam
memberikan tauladan, Akan tetapi metode ini tidak bisa berjalan secara instan.
Pengajaran seperti ini membutuhkan waktu yaitu: guru terlebih dahulu
menyediakan air, kemudian mempraktekkannya di depen anak murid, serta menyuruh
mereka untuk mempraktekkaan ulang atas apa yang mereka saksi kan dari gurunya.
Begitu pula tata cara mempraktekkan salat.dan laain sebagainya. Karena itu,
metode ini tidak di terapkan di semua materi pelajaran, melainkan dalam materi
yang di pandang penying dan perlu menggunaakn pendekatan praktek agar lebih
melekat dalam hati anak murid.
B. Praktikan
Murid
1. Dari
Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Saw masuk masjid, lalu masuk pula seorang
lelaki dan melaksanakan salat. Kemudian datang kepeda Nabi Saw dan mengucapkan
salam, lalu beliau menolak salam itu dan berkata; kemballa. h lalu
salatlah,karena sesungguhnya kamu belum salat. Kmudian lelaki itu kembli dan
salat seperti salatnya tadi. Kemudian ia datang kepada Nabi dan mengucapkan
salam untuknya. Lalu Rasulullah menjawab;”Alaikas salam.. kemudian beliau
bersabda; kembalilah dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum salat. Hal
itu terus di lakukan sampai tiga kali. Lalu lelaki itu berkata; lantas
bagaimana yang benar, adakah yang lebih baik dari ini, ajarkanlah kepedaku!” Beliau bersabda; jika kamu berdiri
untuk salat berakhirlah kemudian bacalah ayat- ayat Al quran yang gampang,
kemudian ruku’lah hingga kamu ruku’dan tuma’ninah. Seanjutnyaangkatlah
(tanganmu),sehingga kamu berdiri i’tidal, lakukanlah hal seperti itu di setiap
salatmu.
Hadist
ini merupakan bentuk pengajaran Nabi Saw tentang bagaimana seseorang yang
salatnya tidak benar dan belum baik, yaitu dengan metode praktek ( untuk murid
)atas kesalahan yang terjadi pada dirinya. Hal itu di jelaskan dengan tiga kali
penolakan Rasulullah terhadap salat seseorang, hingga Nabi memerintahkan untuk
mengulangi salatnya. Al qudli iyad mengatakan ; kalau ada yang mengatakan,
kenapa Nabi Saw pertama kali diam, sehingga hal itu membutuhkan instropeksi
ulang ? kami menjawab ; bahwasannya bahwasannya ketika kesalahan lelaki itu
pppterbuka, diamnya Nabi Saw bertanda pencegahan dan sebuah petunjuk
agar ia terlebih dahulu introspeksi atas kesalahan yang ada pada dirinya,
sehingga ketika lelaki itu benar – benar tidak mengatahuinya, maka Rasulullah
menjelaskannya dengan penjelasan yang bagus.
Ibnu
Hadiq Al- Id berkaa : tidak di ragukan lagi bahwa hal itu adalah untuk menambah
kadar serap murid,. Dimana setelah ia melakukannya berulang kal, terlebih
dahulu menginstrospeksi, sehingga hal itu tidak terkesan tergesa – gesa.
Imam
Nawawi berkata :adapun beliau tdak langsung menyebutkan
kesalahan itu, adalah supaya lelaki itu lebih mengerti akan megerti akan
defininya dan defini orang lain tentang bagian – bagian salat.
2. Dari
Anas bin Malik, bahwasannya seseorang
lelaki bertanya kepada Nabi Saw tentang waktu salat fajar (subuh . lalu beliau
berkata ; salatlah besok bersamaku. Lalu Nabi salat subuh di akhir malam (
malam pertama . dan ketika hari kedua beliau mengakhirkannya hingga langit
terang. Kemudian beliau bertanya:manakah lelali yang bertanya tentang salat
subuh ?lelaki itu menjawab : saya wahaii Rasul. Lalu beliau berkata :bukankah
kamu telah hadir bersamaku (salat)kemaarin dan hari ini ?ya .Rrasulullah
berkata lagi ; waktunya adalah di antara kedua waktu itu.
Ibnu
Abdul Bar berkata; penjelasan suatu tindakan, kadang cocok dengan tindakan apa
yang telah ia ucpkan. Nabi bersabda ; kabar tu bakan seperti penonton.
PENYAJIAN
PELAJARAN SECARA PROPORSIONAL
Akal dan kemampuan
manusia berbeda- beda, baik dari individu dengan individu lainnya. Maupun suatu
komunitas dengan komunitas lainnya. Hal itu merupakan realitas yang juga di
alami oleh anak murid dalam satu kelas. Dimana tingkatan kecepatan dalam memahami
pelajaran atau menjawab pertanyaan guru berbeda – beda. Banyak hadis Abu Said
Al Khudri yang menjelaskan hal itu, di antaranya yang riwayatkan dalam kitab
shahih ; Dari Abu Sa’id Al- Khudri ra berkata ; bahwahsannya Rasulullah duduk
di atas mimbar dan berkata ; hamba yang di pilh Allah antara seseorang yang di
limpahkan bunga kehidupan dunia dan dan antara orang yang di dekatnya, (adalah
)Allah memiih orang yang di dekatnya. Abu Baqar menangis dan berkata ; aku
menembusmu dengan nenek moyangku. Abu Sa’id berkata ; Rasulullah adalah orang yang paling
mengetahui tentang Nabi Saw dari pada kita.
Imam Nawawi mengatakan,
bahwasannya Abu Baqar mengetahui Nabi Saw adalah hamba yang terpilih dan ia
menangis karena sedih dengan perbedaann dan terputusny wahyu serta kebaikan
lainnnya, selamanya. Rasulullah bersabda ;Sesungguhnya seorang hamba dan
kekurangannya harus melibat kepada kepahaman ahli ilmu dan kepandaiannya.
Syekh Islam Ibnu
Taimiyah berkata ; Ya, bahwasannya Abu Baqar As –siddqi adalah seakrab-akrabnya
manusia kepada Rasulullah. Apabila manusia bertanya kepadanya, beliau menjawab
dengan bahasa arab yang bisa di pahami oleh para sahabat dan bisa di pahami
lebih dalam oleh Abu Baqar aerta tidak bertentangan dengannya.
Sistem penyampaian ilmu
ke pada anak murid, kadangnya juga berkaitan. Diantaranya dengan cara ;
penjelasan, yaitu dengan menjelaskan suatu materi pelajaran.sistem ini bisa di
katakan yang paling baik untuk membuka kepahaman murid, hal itulah yang
merupakan sesuatu sangat penting bagi guru untuk mengetahui kadar pemikiran
murid, sehingga hal tersebut dapat membantunya dalam membatasi materi
pengetahuan yang akan di sampaikan serta meringkasnya, sehingga sesuai dengan
akal dan kemampuan murid.
Pembahasan ini dapat
kita lihat dalam sebuah riwayat; dari Aisyah ra berkata; saya bertanya kepada
Nabi tentang sebuah dinding apkah dindig dari baitullah ? beliau menjawab ; ya,
lalu saya bertanya kenapa mereka tidak memasukkan dinding ii kedalam baitullah
? beliau menjawab ; bahwa kaummu itu sedikit berinfak, la;u saya bertanya lagi
kenapa pintunya di buka tinggi? Beliau menjawab; hal iu di lakukan kaummu
supaya mereka dapat masuk dari mana pun mereka sukai. Meskipun kaummu itu tidak hidup
di masa jahiliyyah, tapi aku kawatir hati mereka masih menolak memasukkan
dinding ini di bairullah dan menempelkan pintunya (di bumi/ tanah ).
Jadi Nabi Saw
meninggalkan pembangunan ka’bah yang dulu telah
didirikan Nabi Ibrahim AS, demi untuk mengantisipasi terjadinya
kerusakan. Dimana Bani Quraisy terlalu menggagungkan ka’bah, sehingga Nabi
khawatir jangan – jangan karena masa mereka dekat dengan islam, lalu mereka
membangun ka’bah dengan bermegah- megahan.
Wahai guru
!perhatikanlah olehmu, bagaimana Nabi Saw terpaksa meninggalkan sesuatu yang
mulia ini (membangun ka’bah ).hanya karena khawatir orang – orang Quraisy tidak
bisa memahami hal itu,. Untuklebih jelasnya. Ada dua contoh dari bberapa murid
Nabi Saw;
Pertama; yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, dari Ali bin Abi Thalib
ra, berkata ; berbicaralah kalian kepada manusia tentang apa yang mereka
ketahui, apakah kalian senang membohongi Allah dari Rsul-Nya.
Kedua; yang
diriwatyakan oleh Imam Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud berkata ; janganlah
kamu berbicara pada suatu kaum tentang
suatu pembicaraan yang tidak bisa di capai oleh akal mereka., kecuali hal itu
bagi sebagian dari mereka merupakan bencana.
Dua hadist di atas
merupakan penjelasan tentang dampak berbicara kepada manusia tentang sesuatu
yang tidak dapat di pahami oleh akal
mereka. Sehingga meskipun suatu pembahsan itu berasal dari Rasulullah, tetapi
jika akal mereke tidak cukup memahami, maka sebaiknya hal tersebut di larang
supaya tidak terjdi bencana. Dalam hal ini seorang guru punya andil dan
tanggung jawab yang besar untuk menabarkan suatu masalah dengan ibarat yang
jelas, bisa di pahami dan sesuai dengan kadar kemampuan murid, sehingga mereka
tidak menjadi bingung dan tidak sulit lagi dalam memahami suatu pengetahuan.
Dalam kitab
ibya’ulumuddin Imam Ghazali berkata mengikuti saran :tugas keenam yaitu
memberikan materi – materi pelaajaran sesyai degan kadar kemampuan murid dan
tidak memberikan suatu pembahasan yang tidak dapat di cakup oleh akal nya. Hal
ini mengikuti saran Nabi Saw, beliau
bersabda ; kami adalah para nabi yang di turunkan kepada manusiia di tempat
mereka masing – masing dan berbicara kepada mereka \sesuai dengan kadar
kemampuannya.
Diriwayatkan oleh hakim
dalam tarikhnya, sanatnya dari Abu Kudamah dari Nadlar bin Syamil berkata ;
kahlil pernah di tanyai tentang suatu masalah , lalu ia lamban menjawabya Abu
Kudamah berkata ‘ lalu aku berkata ; apakah masalah ini perlu di pertimbangkan?
Ia menjawab ; saya pernah menjawab masalah itu. Akan tetapi dalam hal ini, saya
ingin memberi jawaban untukmu, sebuah jawaban yang lebih cepat di pahami. Abu Kudamah berkata; lalu aku menceritakan
hal itu kepada Abu Ubaid dan ia melaksanakan. Dalam Tarikh Abdullah bin Ja’far
As Syarkhasyi Abu Muhammad Al Faqih telah bercerita kepadaku Muhammad bin
Hamid, telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ahmad saya mendengar Rabi’ saya
mendengar syafi’i berkata; andaikan Muhammad bin Hasan berkata kepada kami
sesuai dengan kemampuannya tentu kami tidak mengert, Akan tetapi beliau berkata
kepada kami sesuai dengan kadar kemampuan kami, maka mengertilah kami.
DIALOG DAN
RASIONALISASI
Seperti hlnya akal dan
kemampuan manusia yang berbeda kadar pemahaman dan tingyangskat kecerdasan,
berbeda pula kadar kecerdasan mereka terhadap perintah Allah dan larangannya.
Ada di antara mereka yamg tidak puas dengan dalil, kecuali setelah jelas hikmah
dari padanya syariah tersebut. Namun ada juga dari mereka yang mersa puas
dengam daalil itu.
Pada umumnya begitu
pula yang terjadi pada murid, di antara mereka ada sebahagian mereka tidak puas
dengan sebagian kaidah – kaidah dan asas – asas yang telah di sisihkan oleh
ulama, kecuali jika jelas hikmahnya, ada juga di antara mereka yang tidak bisa
mencapai kepahaman yang sempurna kecuali setelah kaidah ataupun masalahnya di
simpulka. Hal seperti ini bisa di jelaskan dengan cara dialog dan rasionalisasi
sebagai berikut;
1.
Dari Imam Ahmad dari Abu Umammah berkata
; seorang pemuda daang kepada Nabi Saw lalu berkata; beritakanlah kepadaku perihal
zina. Lalu suatu menhadapnya dan mengusirnya mereka berkata; pergi, pergi !Abu
Umamah beekata; rasul mendekatinya, sehingga beliau dekat sekali dengan pemuda
itu. Ia juga berkata; lalu nabi duduk dan berkata ; Apakah kamu senang berzina
dengan ibumu?pemuda itu menjawab tidak, demi Allah ,jadikanlah saya penebusmu,.
Rasulull; ah bekata :manusia juga tidak senang berzina dengan ibu mereka lalu
beliau berkata; apakah kmu senang berzina dengan anak perempuan kamu? Ia
menjawab; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Rasulullah berkata;
manusia juga tidak senang berzina dengan anak – anak perempuan mereka. Lalu
Rasulullah bertanya; apakaah kamu senang berzina dengan saudara perempuanmu ?
ia menjawab,; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Raulullah
berkata; manusia juga tidak senang berinadengan saudara- saudara perempuan mereka dll. Abu Umamah berkata;
lalu beliau meletakkan tangannya di atas pemuda itu dan berkata; Ya Allah
ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, serta jagalah kemaluannya, sehingga
tidak ada laagi pemuda yang berbuat demikian sesudah ini.
Dalam
hadis itu terkandung keagunggan Rasuullah, pengajaran serta muamalah beliau
yang baik, yaitu dala kasus seorang pemuda yang telah mengerti maksud
zina. Oleh sebab itulah, pemuda itu
berkata beritaukanlah kepadaku perihal zina? Dan dia juga tidak takun aakan
sikap sahabat dan antusias mereka terhadap agama Allah. Dan apa yang dilkukan
Rasul tidaklah mengusir pemuda itu seperti yang dilakukan sahabat dan beliau
juga tidak langsubg bekata zina itu haram dan akhibatny adalah siksa yang pedih.
Semua hal tersebut di atas tidaklah dilakukan oleh Nabi, karna dalam masalah
ini, pemuda itu juga belum paham. Akan tetapi solusi yang di ambil beliau
adalah dengan dialog yang rasionalisasi. Karena hal itulah media yang terbaik
dalam menjelaskan masalah ini. Renungkanlah media ini maka, akan jelaslah
bagimu akan keagungan sang guru umat.
2.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya
seorang lelaki memdatangi Nabi, lalu berkata;wahai Rasulullah anakku terahir
hitam. Lalu nabi sawberkata; apakah kamu mempunyai unta? Ia menjawab ; ia, lalu
Nabi bertanya ;Apa warnanya?ia, menjawab : merah. Lalu Nabi bertany lagi;
adakah yang berwarna keabu- abuan ? ia menjawab ; ia, menyerupai induknya, Nabi
lalu berkata ; anakmu juga menyerupai induknya. (ibunya)
Lelaki itu adalah seorang baduwi yang datang meminta
pendapat dari beliau tentang keganjilan anakya yang terakhir hitam, yang lain
dengan warna kulitnya dan kulit ibunya( isterinya). Lalu Rasulullah
menjelaskannya dengan rasio yang mudah. Serta mengajaknya berdialog dan memberikan
contoh dari apa yang ia miliki, supaya hal itu lebih gampang di pahami, yaitu
katika Nabi Saw bertanya, apakah unta-
untanya ada yang lain dari induknya ? ia menjawab, ; ya, jadi kalau bagitu,
apapun bentuk dan warna kulit anaknya tetap ia adalah hasil
dari manusa.
Renungkanlah olehmu,
bagaimana Nabi Saw berdialoqdan menggunakan rasionalisasi yang sederhana dan
jelas.
Jadi intinya, bahwa apa
yang di beritahukan Nabi Saw adalah mungkin, bahwa anak itu memang anaknya.
Karena apa yang dikatakan Nabi Saw bukanlah omong kosong. Melainkan wahyu yang
telah di turunkan kepadanya. Sehingga, ketika Nabi Saw mengetahui akan keadaan
orang baduwi itu serta kebodohannya, beliau menjelaskannya hingga jiwa nya dan
hati orang baduwi itu merasa tenang dan puas. Apa yang dilakukan Nabi Saw
merupakan satu hikmah bagi orang baduwi itu dan generasi seterusnya.
3. Dari Ibnu Abbas bahwasannya seorang
wanita datang kepada Nabi Saw, lalu ia
berkata ; bahwasan ibuku bernazar naiik haji, tetapi ia meninggal sebelum berhaj,
apakah saya harus menggantikanny? Rasulullah menjawab ; ya, berhajilah
untuknya, beliau bersabda; pernahkah kamu berfikir, ibumu mempunyai hutang,
apakah kamu yang akan membayarnya? Wanita itu menjawab ;ya, lalu beliau
berkata; maka tunaikanlah oleh mu apa yang menjadi kewajiban mayit, karena
Allah adalah lebih dengan penunaian itu.
BERCERITA
Cerita mempunyai
kekuatan yang dahsyat untuk menarik simpati murid, serta mengaktifkan seluruh
perasaannya kepada guru (sang pencerita). Hal itu, dikarenakan sebuah cerita
pada dasarnya banyak di senangi orang untuk mengingat kembali kisah masa lalu.,
beberapa kjadian, keganjilan dan lain- lain. Mamfaatnya adalah, bahwa bercerita
(kepada murid ) merupakan sesuatuyang jelas dan tidak mudah di lupakan. Oleh
karena itulah, Al qur an benar- benar memperhatikan penuturan cerita-cerita,
demi menghibur diri, memantapkan maksud, mengambil pelajaran, mengatahui serta
menghafalkan kejadian-kejadian masa lalu.,
Dalam Al qur an,
penuturan suatu cerita bukan sekedar menghibur pembaca, melainkan untuk di
renungi berbagai permasalahan tauhid dan
hukum-hukum Allah yang sudah pasti ketettapannya. Contoh hukum – hukum fiqih
yaitu seperti firman Allah yang bercerita tentang Nabi Yusuf As ; dan siapa yang dapat mengembalikannya akan
memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya.
Pelajaran fiqih yang
dapat kita ambil dari ayat itu adalah;
ju’alah (upah ) dan kafalah (jaminan ). Firman-Nya :siapa yang dapat
mengembalikannya akan memeroleh bahan makanan (seberat) beban unta. Maksudnya
adalah memberikan upah bagi orang yang menemukannyya. Dan firman- Nya :aku
menjamin terhadapnya. Maksudnya adalah jaminan.
Karena itu dapatlah di
mengerti, bahwa sebuah cerita mempunyai peranan yang besar dalam memberi
pelajaran kepada manusia. Rasulullah juga pernah bercerita kepada sahabat –
sahabatnya, yaitu dengan tujuan memberi pelajaran dan pendidikan bagi mereka.
Diriwayatkan,
bahwasannya. Khobab ra datang kepada Rasululah untuk mengadu perilaku jahat
orang quraisy, (hal itu terjadi di awal-awal dakwah islam di mekah). Khobab
berkata; saya mengadu hal itu kepada Rasulullah dan beliau sedang tiduran
berbantal kain bergaris di bawah naungan ka’bah. Lalu saya berkata; tidakkah
engkau menolongku, dan tidakkah engkau mengajakku (mencari keselamatan). beliau
lalu bersabda ; telah terjadisebelum kalian seorang lelaki yang di culik, lalu
di buatkan juga celah dengan memakai gergaji, di letakkan di atas kepalanya dan
di jadikan dua bagian. Kemudian di cap dengan cap-cap yang terbuat dari besi
dan bukan terbuat dari daging dan tulangnya.makaapakah hanya karena itu, ia
lantas berpaling dari agama Alah. Hal itu merupakan karunia Alllah sehingga
pengendara yang berjalan dari suna’a Hadral maut, tidak takut lagi dengan
serigala yang akan memangsa kambingnya, kecuali hanya kepada Allah akan tetapi
kalian terlalu terburu-buru.
Dalam carita yang telah
di tuturkan oleh Rasululah tersebut, terdapat hikmah dan nasehat yang tidak bisa
di ketahui kecuali oleh mereka-mereka yang bener- bener mau merenung. Dalam
hadis ini juga ada terdapat cobaan dan penyiksaan terhadap orang-orang ahli
tauhid. Selain itu, juga terdapat sesorang yang hatinya benar-benar kokoh,
sehingga tidak mau berpaling dari agama Allah, meskipun di bayar dengan
nyawanya. Dalam hadis itu pula terdapat informasi mistik ketika menjelaskan
realitas agama, juga terdapat keutamaan
sabar dan kehinaan bersikap terburu-buru, kendatipun banyak cerita-cerita dalam
hadis tersebut yang tidak panjang penuturannya namun cukup sebagai isyarah. Di
antaranya cerita tentang tiga orang (oorang buta, kusta dan botak)yang selalu
di datangi oleh raja. Cerita tentang tiga orang yang berlindung di gua,
sehingga mereka tertutup oleh batu besar. Adalagi cerita tentang Nabi Musa
bersma Khaidir, serta masih banyak lagi cerita-cerita lain.
Untuk itulah,wahai guru
! janganlah sekedar bercerita,tetapi jelaskanlah sisi nasehatnya, faedah-faedah
yang keluar dari cerita itu, serta menjelaskan juga hukum-hukum syariah (agama)
yang ada pada cerita itu, jika memang ada ulasannya.
PERUMPAMAAN
Seorang guru
membutuhkan suatu media untuk mendekatkan suatu masalah yang sulit,
sertamenjelaskan suatu pembahasan yang rumit, artinya jika seorang guru memberikan pengetahuan yang sulit bagi
muridnya, maka ia juga butuh media yang lain yang dapat membantu memecahkan
masalah,sehingga seorang murid dapat mempelajarri dengan mudah permasalan itu.
Perumpamaan; bentuk
penganologian dan sejenisnya yang berguna sebagai pengambaran, dan penjelasan.
Dalam Al qur an banyak sekali di sebutkan perumpamaan –perumpamaan. Di
antaranya, seperti firman Allah ; tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah
telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya
teguh dan cabangnya (menjulang )kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada
setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan –perumpamaan itu
untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk,
seperti pohon yang buruk, yang telah di cabut dengan akar –akarnya dari
permukaan bumi.
Dari Ibnu Abbas,
bahwasannya Allah Swt berfirman ; tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah
telah membuat perumpamaan kalimat yan baik. Maksud pohon yang baik di situ
adalah orang mukmin, sedangkan akar yang
tegak di bumi dan cabangnya( yang
menjulang )di langit adalah bahwa orang mukmin berkata dan bertindak di bumi.
Kemudian perkataan dan tindakan itu akan sampai ke langit dan dia tetap di
bumi.
Dan dalam firman Allah
; Allah membuat perumpamaan – perumpamaan itu untuk manusia, supaya mereka
selalu ingat . dalam hal ini As Syauqani berkata; dalam perumpamaan itu
terdapat penuturan , pemahaman dan pengambaran yang lebih. Ibnu Sy’dy juga
mengatakan bahwa dalam perumpamaan itu identik ./dengan makna yang rasional dan
bisa di raba, seperti halnya makna yang di kehendaki Allah.
Hal di atas sanatlah
jelas , dan iniah karunia- Nyadan bentuk pengajaran –Nya yang baik. Segala puji
bagi Allah ,sang maha sempurna. Abu Baqar Al- Jazairi berkata; petunjuk dari
ayat-ayat tersebut sangat bagus , jika seseorang dapat memberikan perumpamaan
demi untuk mendekatkan makna itu kepada hati.
Rasulullah juga banyak
mencantumkan perumpamaan – perumpamaan dalam hadisnya, hal itu, karena beliau
mengetahui bahwa dalam perumpamaan itu terdapat kekuatan yang dapat mendekatkan
maknanya dan menjelaskan maksudnya (dalam hati). Di antaranya yaitu;
1. Dalam
kitab sahih dari hadis Abu Musa Al- Asy-ari dari Nabi Saw bersabda; perumpamaan
orang mukmin yang membaca Al-qur an adalah seperti buah utrujah, rasanya enak
dan baunya juga enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak mau membaca Al quran
adalah seperti buah anggur, rasanya enak tetapi tidak ada baunya. Perumpamaan
orang munafik yang membaca Al quran adalah adalah seperti buah raybanah, buah
nya enak tapi rsanya pahit.perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al
quran adalah seperti buah bandlalah, tidak punya bau dan rsanya pahit.
Wahai
guru!lihatlah perincian hadis tersebut, kemudian renungkanlah perumpamaan ini
dalam menjelasakan hakikat orang mukmin dan munafik yang membaca Al quran dan
yang tidak membaca Al quran.
2. Dari
Nuwas bin Sam’an Al Ansari dari Rasulullah Saw bersabda ; Alllah telah membuat
perumpamaan tentang siratal mustaqim (jalan yang lurus), yang dua sisi nya
terdapat dua pagar pada nya ada dua pintu yang terbuka dan di atas pintu-pintu
itu terdapat tirai yang tipis. Di atas pintu shirat itu ada yang memanggil ;
wahai manusia masuklah ke shirat itu dan janganlah membukanya. Adalagi suara
yang memanggil dari perut shirat, sehingga ketika ada orang yang ingin membuka
sala satu pintu-pintu itu, ia berkata ;celakalah kamu !jangan buka, jika kamu
membukanya juga, berarti kamu memang orang yang keras kepala.
Shirat
disima adalah islam, dua pagar adalah batasan – batasan Allah. Pintu-pintu yang
terbuka adalah larangan-larangan Allah. Sedangkan yangmemanggil di atas jalan
iitu adalah nasehat Allah terhadap setiap orang mukmin.
3. Dari
Abu Hurairah ra ,bahwasannya , Rasulullah Saw bersabda; perumpamaan aku dan
Nabi- nabi sebelumku, adalah seperti seorang lelaki yang membangun rumah. Lalu
aku memperbaikinya dan memperindahkanny, kecuali satu tempat baru di ujung
rumah itu, sehingga manusia mengelilinginya dan mengaguminya. Lalu mereka
berkata; mengapa batu itu belum di letakkan ?beliau menjawab ; Akulah batunya,
karena aku adalah Nabi terakhir.
Ibnu Hajar berkata;perumpamaan para Nabi dan apa yang merak
bawa adlah seperti halnya sebuah rumah yang di bangun faedah-faedahny, di
tinggikan bangunannya, sehingga hanya tertinggal satu tempat saja yang akan
menyempurnakan bentuk rumah itu. Kemudian Ibnu Hajar berkataa lagi; dalam hadis
itu terdapat perumpamaan yang bisa di pahami ,dan tentang keistimewaan Nabi Saw di bandinkan nabi-nabi lain. Dan
Allah menjadikan beliau seoran utusan yang terakhir dan yang menyempurnakan
syariah agama.
ANTUSIASME
Semangat merupakan suatu metode
yang dapat menggugah kemauan dan mencerdaskan diri, pada dasrnya, jika
seseorang senang mencari hal-hal yang baru. Karena itu, motivasi atau semangat
sesorang guru dapat menjadikan seorang murid antusias untuk mengetahui hal-hal
yang ia inginkan. Penjelasan hal tersebut dapat dilihat dalam hadis yang di
riwayatkan oleh Abu Said Al M’la ra;
1.
Ia berkata; suatu waktu saya salat di mesjid.
Lalu Rasulullah memanggilku, dan aku tidak menjawabnya,. Aku berkata; Wahai
Rasulullah saya sedang salat, kemudian beliau bersabda; tidakkah Allah
berfirman Jawablah Allah dan Rasul-Nya,jika ia memanggil kalian atas apa yang
di wahyukan untuk kalian ?kemudian beliau berkata kepadaku; saya akan
memberitaukanmu tentang surat Al quran yang pling agung? Beliau menjawab; Alhamdulillah hirabbil
Alamin ,yaitu surat sab’ul mastani(Al fatihah).
Dalam hadis ini jelas terlihat keantusiasan sahabat
untuk mengetahui surat Al quran yang paling agung, sampai –sampai ia tidak lagi
bersabar dan tidak tahan menanti Rasulullah, sehingga ia bergegas berkata,
Tidakkah engkau ya Rasulullah yang berkata; saya akan memberitahu kepadamu
tentang surat Al quran yang paling agung?
2.
Contoh yang lain, seperti hadis Imam Muslim,
dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah bersabda; berkumpulah, karena aku ingin
membacakan untuk kalian sepertiga Al quran . a;u satu persatu mereka berkumpul.
Kemudian nabi keluar dan membacakan ; qulhuwallahu Ahad .kemudian beliau masuk.
Sebagian kami lalu ada yang mengatakan ; saya melihat bahwa kabar ini adalah
dari langit, karena itulah beliau masuk . kemudian Nabi keluar lagi dan
berkata; saya mengatakan bahwasannya saya akan membacakan untuk kalian
sepertiga dari Al quran. Ingatlah, bahwa surat itu ( Al iqhlas), sebanding
dengan Al qur an
Ingatlah, bahwa ucapan dan tindakan
Rasulullah mempunyai dampak yang besar atas keantusiasan mereka mendengarkan
sepertiga Al qur an dari Rasul. Daalam cerita ini ada beberapa faedah, di
antaranya yaitu; petunjuk yang jelas tentang keistimewaan membaca surat Al
ikhlas, serta membuat para sahabat antusias mendengarkan epertiga Al quran dari
lisan Rasulullah . selain itu, melalui sabda beliau; berkumpullah , dan
tindakannya yang keluar- masuk lebih mengesankan (para sahabat)untuk mengingat
cerita dan kejadian itu.
3.
Diriwayanytkan oleh Imam Ahmad, dari Anas
bekata; suatu kali kami duduk bersama Rasulullah, beliau lalu berkata ; akan
muncul pada kalian saat ini seorang lelaki dari golongan ahli surga. Lalu
bersamaan dengan itu akan muncul seorang lelaki dari anshar, yang dari
janggutnya masih menetes air wudhu’ dan
di tangan kirinya tergantung sandalnya, ke esolan harinya Rasululah bersabda; seperti
ucapannya kemaren bersamaan dengan itu muncul pula lelaki yang pertama itu,.
Memasuki hari ketiga Rasulullah msh bersabda seperti ucapan nya yang terdahulu
, lalu muncul pula seoran lelaki yang seperti kemarin- kemarinnya, sehingga
ketika Rasulullah berdiri, Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki itu dan
berkata kepadanya; Aku konflik dengan ayahku ,dan aku bersumpah tidak akan
kembali ke rumah selama tiga hari, sehingga ssetelah aku melihatmu aku ingin
tinggal bersamamu hingga selesai apa yang telah engku lakukan, lelaki itu lants
menjawab ; ya( boleh saja). Anas berkata ; lalu Abdullah bercerita ,bahwa
beliau benar-benar menginap di rumah lelaki itu selama tiga hari dan ia tidak
melihat lelaki itu bangun di malam hari, kecuali ia bangun tidur sambil bicara
, berguling-guling di tempat tidurnya sambil berzikir, kepada Allah dan selalu berzikir,
hingga ia salat subuh, Abdullah berkata aku tidak mendengar apa-apa
darinyakecuali hanya kebaikan ,ketika tiga hari telah lewat, aku meremehkan
amal nya seraya berkata kepedenya; sebenarnya antara aku dan ayahku tidak ada
amarah ,juga tidak ada hijrah, tapi ketika aku mendengar Rasulullah bersabda
tiga kali; akan muncul pada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan
ahli surga. Lalu bersamaan dengan itu kamu muncul tiga hari berturut- turut ,
sehingga aku ingin tinggal bersamamu demi untuk melihat amalmu. Akan tetapi
(setelah aku tinggal bersamamu selama tiga hari ), aku tidak melihat dirimu
melakukan amaalan yang besar,. Lalu apa kelibihanmu , sehingga Rasulullah
berbicara tentangmu? Lelaki itu menjawab seperti yang telah kamu lihat. Dan ketika
aku terus menguntitnya , ia lalu memanggilku dan berkata; tidak ada amalan yang
kamu lihat dariku, kecuali aku tidak
pernah dendam terhadap orang-orang muslim dan aku tidak pernah iri
kepada seorang atas kebaikan apa yang diberikan Allah kepadanya. Lalu Abdullah
berkata; betulkah hanya ini kelebihanmu.
Dalam cerita tersebut terdapat
sikap antusias Abdullah bin Amr bin Ash untuk bisa mengetahui kenapa Rasulullah
berbicara tentang laki-laki itu ,sampai beliau mengatakannya tiga kali; akan
datanglahlah kepada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan ahli surga.
Tidak diragukan , bahwa apa yang ada dalam cerita itu jelas terkesan bentuk
metode keantusiasan.
GERAK TUBUH
Seorang guru tidak boleh
menafikan hal ini, yaitu gerak tangan ataupun kepala ketika ia sedang mengajar
(karena hal itu memang terjadi pada
orang yang berbicara apapun bentuk pembicraannya). Akan tetapi, apakah
memfungsikan gerak tersebut dapat menghasilkan suatu pengajaran yang baik, ?
jika seorang murid memperhatikan gerak
diam seorang guru , maka hal itu adalah cerminan dari apa yang ia bicarakan.
Artinya pembicaraan guru adalah berpengaruh pada gerak tangan dn kepala, dalam
gerak tubuh seorang guru terhadap beberapa mamfaat.
Pertama ;menambahkan kejelasan dan
menguatkan perkataan , hal ini di ambil dari hadis Jarir ra tentang ibadah haji
Rasulullah ;
1.
bahwasannya
Rasulullah menghimbau sahabat-sahabatnyayaitu; barang siapa yang tidak
menghatur kan qurban , maka bertahullah setelah ia selesai melakukan thawaf antara
shafa da marwah , dan jadikanlah ibadah itu sebagian umrah. Nabi Saw bersabda;
jika aku melakukan apa yang telah aku lakukan , maka aku tidak menghaturkan
kurban,dan menjadikan kedatang saya ini sebagai umrah , Barang siapa yang
diantara kalian tidak ada kurban bersamanya,
maka hendaklah ia tahallul dan menjadikan ibadah yaitu sebagai umrah
.lalu saraqah bin malik bin Jasam berdiri, seraya berkata ; wahai Rasulullah !apakah
untuk tahun ini saja, apa untuk tahun ini saja, apa untuk selamanya ?Rasulullah
lalu mempersilangkan jari-jemarinya dan berkata; umrah tercakup ke dalam haji,
tidak untuk dua kali masa, tetapi untuk selam-lamanya.
Petunjuk dari hadis ini adalah,
Rasulullah mempersilangkan jari-jemarinya adalah demi untuk menjelaskan dan
mengutkan bahwasannya hukum tersebut adalah untuk selamanya. Sehingga tidak di
ragukan lagi bahwa dalam gerak tubuh( guru), terdapat makna yang kuat serta
lebih menguatkan suatu perkataan.
3.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah
menyinggung tentang hari jum at beliau bersabda; dalam hari jum at tiada waktu
yang tiada bertepatan seorang hamba muslim yang sedang melakukan salat dan
memohon sesuatu kepada Allah , niscaya
Allah mengabulkan permohonannya.kemudian Rasulullah memberi isyarat dengan
tangannya, yaitu yang menandakan bahwa waktu itu sebentar.
Jika hadis di atas direnungkan , maka jelaslah bahwa isyarat Nabi
tersebut mengandung makna yang lebih dari apa yang beliau ucapkan, yaitu;
bahwasannya wakyu itu adalah sebentar untuk memperoleh sesuatu yang agung, dan
ini adalah karunia Allah untuk makhluk-Nya. Zain Ibnu Munir berkata;isyarat
yang sebentar adalah, karena sesuatu yang di senangi dan merupakan suatu
anjuran karena ada sedikit waktu nya yang banyak faedahnya.
Kedua; menarik perhatian dan memperkuat pemahaman. Hal itu telah di
singgung dalam hadis di atas yaitu yang telah di sebutkan oleh Jabir bin Abdullah ra, yaitu ketika Rasulullah
memberikan ceramah kepada manusia di wakyu hari arafah, Dalam ceramahnya beliau
banyak sekali menjelaskan tentag sesuatu yang agung , kemudian setelah beliau
kembali (sampai) kepada mereka beliau bersabda;
1.
Kalian mau bertanya epadaku apa yang ingin
kalian katakan?bereka berkata; kami telah menyaksikan engkau telah kembali ,
telah menunaikan ibadah dan telah memberi nasehat. Lalu beliau bersabda; sambil
mengangkat jari telunjuknya ke langit dan melemparkannya kepada manusia. Ya
Allah saksikanlah (sampai tiga
kali).dalam pengangkatan jari telunjuk Rasulullah ke langit,serta pemberian isyaratnya
kepada manusia , sangatlah menarik perhatian mereka (terhadap perkara yang
penting itu)yaitu kedudukan saksi atau
tabliq.
2.
Abu Aliyah Al bara ‘ telah menuturkan ( tentang
keterlambatan ) ibnu Ziyad dalam salat,
lalu ia mngutarakan hal itu pada Abdullah bin Shamit, ia menggigit bibirnya dan
memukul pahaku, lalu ia berkata ; saya telah bertanya kepada Abu Dzar seperti
apa yang kamu tanykan padaku dan dia memukul pahaku seperti aku memukul pahamu
seraya beliau berkata; salatlah tepat pada waktunya, dan jika engkau menemukan
suatu jamaah , salatlah bersama mereka dan jangan berkata; saya sudah salat ,
jadi aku tidak salat. Abul Aliyah berakata dalam syarah Imam Muslim ,lalu
beliau memukul pahaku , maksudnya adalah sebagai peringatan dan menanamkan
kepahaman atas apa yang telah beliau ucapkan.
Ketiga; simpel (ringkas). Hal ini seperti hadis yang di
riwayatkan oleh Ibnu Abbas;
1.
Rasulullah bersabda ; Aku di perintahkan sujud
dengan tujuh anggota, yaitu dahi seraya, beliau menunjukkan hidungnya. Kedua
tangan dan kedua lutut dan kedua telapa kaki.
Perhatikanlah apa yang telah beliau
sabdakan ; Aku di perintahkan supaya sujud dengan tujuh anggota , kemudian
beliau juga bersabda; dahi-seraya beliau menunjukkan hidungnya, hal itu sangat
jelas bahwa hidung bagian dari dahi arinya bahwa ia seakan –akan dua anggota
yang menjadi satu. Di situ juga terlihat bentuk-bentuk ringkasan, yang baik,
yaitu ketika beliau tidak menyebutkan ‘ hidung melainkan hanya dengan iyarat.
Perlu di perhatikan , jika beliau tidak
menunjukan hidungnya ( isyrah),bisa jadi beliau
bersabda; dahi dan hidung, jadi ketika Nabi telah menujjukkan hidungnya
sambil mengatakan dahi, maka penuturan hidung, tidak perlu lagi,.
2.
Dari Ibnu Abbas ra, bahwasannya Nabi pernah di
tany tentang hajinya, beliau menjawab; saya berkurban sebelum jumrah , sambil
memberi isyarah dengan tanganya , dan berkata; dan tidak berdosa, Beliau juga
bersabda; saya memotong rambut sebelum jumrah sambil memberi isyarah dengan
tangannya, dan berkata; dan todak berdosa.lalu beliau juga bersabda ; saya
mencukur rambut sebelum berkurban , sambil memberi isyaratdengan tanganya; dan
tidak berdosa.
3.
Dari abu Hurairah ra, dari nabi Saw bersabda;
Ilmu di genggam kebodohan dan bencana akan timbul, dan kekacauan juga semakin
bnyak. Dikatakan; Wahai Rasulullah apa itu kekacaua? beliau berkata; seperti
ini, sambil bekiau mendoyongkan tangannya seakan –akan hendak membunuh.
SKETSA GAMBAR
Guru membutuhkan media pembantu
yang memudahkan dalam menyampaikan pengetahuan kepada murid dengan optimal.
Diantaranya yaitu dengan media papan tulis, yang berfungsi untuk menguakan
sebuah penjelasan. Sebagaimana seorang guru yang menjelaskan suatu ilmu yang di
serai dengan penulisan di papan tulis, dengan seorang guru yang hanya
menjelaskan penjelasan dengan lisan saja, pasti yang pertama lebih jelas dan
cepet di pahami. Dan hal ini, tidak membutuhkan argumen yang menguatkannya.
Empat belas abadyang lalu, Rasulyllah telah
mengajarkan sebagian hadis dan mengutkan penjelasannya dengan memakai sketsa
atau gambar ,karena lebih memahamkan dan mudah di ingat.diantaranya yaitu;
1.
Dari Ibnu Mas’ud ra berkata; Nabi Saw
membuat garis bersegiempat, lau membuat satu garis yang keluar dari
tengah segi empat itu, kemudian membuat beberapa garis kecil di tengah ( dari
sisinya yang ada di tengah).beliau lalu bersabda; ini manusia, ini jal, garis
yang keluar ini adalah segala sesuatu yang fana. Jika ini salah, akan menggigit
ini, dan jika ini salah ia akan menggigit ini.
2.
Dari
Abduah ibnu mas’ud ra berkata;Rasulullah membuat sebuah garis di
tangannya,kemudia bersabda;ini jalan yang lurus.dan beliau juga membuat garis
di samping kiri-kanan, kemudian bersabda;ini adalah jalan-jalan setan kemudian membaca fiirman Allah ini adalah jalan ku yang lurus, maka
ikhlaskanlah dia,dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena
jalan itu mencerai beraikankan kamu dari
jalan – Nya..
Selanjutnya ada tiga hal yang
mesti di perhatikan ;
1.
Seorang, guru harus memperhatikan kejellasan
materi yang di gambarkan/di tuliskan.
2.
Yakin, bahwa semua murid dapat melihat sketsa
itu dan menghilangkan segala rintangan
yang menghalangi pandangan mereka.
3.
Menggunakan beraneka ragam warna, supaya lebih
menarik.
29. ARGUMENTASI
Seorang kadan mempunyai masalah yang buntu, membingungkan serta tidak di
temui tafsir ataupun jalan keluarnya
sehingga memfungsikan guru untuk menjelaskan apa yang menjadi problemnya, di antara solusinya
dengan metode argumentatif ,yaitu menjelaskansebab dan alasan terjadinya
masalah ataupun suatu hukum. Argumentasi
dapat mrnyelesaikan beberapa
masalah yang sulit, serta menenangkan jiwa. Fungsinya lain yaitu, dapat
menyerap masalah itu kedalam hati dan menjaganya dari kelupaan, karena mengingat sesuatu yang ebih di ketahui alasannya, adalah lebih gampang
, contohnya seperti hadis;berikut ini.
1.
Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Rasulullah
bersabda; ( jika lalat jatuh kedalam minuman salah seorang kamu, maka
celupkanlah ke dalamnya. Lalu buanglah , karena pada salah satu sayapnya
terdapapt penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat.
Jadi, andaikan dalam hadis itu
tidak terdapat suatu alasan, maka hal itu akan menjadi kebingungan dan problem
. , akan tetapi ketika dalam hadis itu tercantum suatu alasan , maka jelaslah
sebab dan alasan pencelupan dan pembuangan lalat itu.
2.
,dari Tsabit bin Dahak, berkata; pada masa Rasulullah ada seseorang lelaki
yang nazzar ingin menyembelih inta di
daerah biwanah . lalu nabi bertanya ; apakah di sana ada berhala, dari berhala-
berhala jahiliyah yang di senbah? Mereka menjawab tidak, beliau lalu bertanya
lagi metode ini berfungsi untuk Rasul
bersabda; penuhilah nazarmu,, karena tidak ada pemenuhan nazar untuk maksiad Allah dan tidak pula pada suatu
yang tidak dimiliki anak adam.
Dalam hadisitu di jelaskan bahwasannya seorang leaki bertanya kepada nabi
tentang nazar yang akan ia lakukan di suatu tempat, yaitu Biwanah. Ketika
lelaki itu menyebutkan nama tempat itu,
rasulullah minta penjelasan darinya dan bertanya kepadanya apakah di sana
terdapapt berhala ,dan apakah di sana ada hari raya besar mereka? Ketika mereka
menjawab tidak, ketika mereka jawab tidak , tidak ada kekhawatiran Rasulullah
bahwa tempat ini adalah tempat maksiat, sehingga beliau memberi izin kepada
lelaki itu, demi memenuhi nazarnya, dan, kemudian memberi argumentasinya ;
tu\idak ada pemenuhan nazar, untuk maksiat kepada Allah . artinya, bahwa m
nazar maksiat itu tidak boleh di laksanaka.
30.
MEMANCING KREATIVITAS BERFIKIR MURID.
Seorang guru yang tidak langsung menguraikan
jawab kepada muridnya, dapat mengaktifkan dan mendorong mereka berfikir untuk
mencari jawaban sendiri. Metode ini
berfungsi untuk mengasah dan menajamkan
pemikiran serta mendorong mereka untuk berusaha keras mencari jawaban, tetapi
tidak lepas dari pengawasan guru.
Penjelasan tentang metode ini ,
yaity;seorang guru menyodorkan suatu masalah tertentu, ,kemudian ia hanya
memberi gambaran solusinya dan lantas ia ia tidak memberi jawaban akhir bagi
mereka. Masalah yang di sodorkan kepada murid adakalanya harus di jawab , dan adakalanya tidak harus di jawab ,
karena memang tujuannya hanya[i]
sekedar ingin mengoperasikan pikiran
mereka serta menajamkannya. Adapun contohnya sebagai berikut;
1.
Dari Abu Dhar ra, berkata;Nabi bersabda;setiap
ruas jari anak adam adalah sadqah, , ucapan salamnya kepada orang yang ia
jumpai adalah sadaqah, larangannya dari kemungkaran adalah sadaqah,
menyingkirkan sesuatu yang menghalangi jalan adalah sadaqah, dan farji
keluarganya pun merupakan sadaqah,balasan semua itu adalah dua rakaat salat
dhuha . mereka berkata ; wahai Rasululah , salah seorang dri kita melampiaskan
syahwatnya, apakaha itu juga sadaqah ?beliau bersabda; tidakkah kamu mengerti,
jika kamu melakukannya pada orang tidak hla bagimu, maka hal itu berdosa, ? jawabandan
dan kesimpulannyaadalah ,jika ia
melalkukannya pada orang yang halal (istri) , maka hal itu merupakan sadaqah
.tidaklah dalam contoh itu butuh
pengoperasian pikiran ( kepahman).
2.
Nabi dan berkata; iDari Abu Hurairah ra,
berkata; seorang lelalki dari Bani Fijarah datang kepeda kepada nabi dan berkata; istriku
melahirkan anak berkulit hitam, lalu nabi bertanya ? apakah kamu
mempunyai untaia menjawab ;ia ada nabi
bertanya lagi? Apa warna nya ? ia menjawab ; warna merah , nabi bertanya lagi
adakah yang berwarna keabu-abuan ? ia menjawab ; ya, ada . kemudia Nabi
bertanya; kenapa hal itu bisa terjadi ? ia menjawab ; mungkin ia menyerupai
induknya. Beliau bersabda; ini juga menyerupai induk ibunya.
Jika kita merenungkan hadis di atas kita bisa mengerti bagaimana cara
Nabi berdialog serta mengiring suatu masalah , sehingga si penanya ( lelaki
itu) bisa menjawab; mungkin ia menyerupai induknya . jadi tidak di ragukan
lagi bahwa metode terdapat bukti dari
kepandaian guru, dan pandai melilih terhadap masalah yang di sondorkan , tetapi
menjaga kemudahan serta lebih bisa di pahami kerna , di situ di tuturkan juga beberapa korelasi dan hal dekat yang
lebih mudah di mengerti muridnya.
31.
PENGULANGAN.
Dalam metode pengulangan ,
terdapat beberapa mamfaat Yang besar, di antaranya sebagai penguat suatu
masalalh dan hukum yang penting selain itu, juga sebagai peningat bagi bagi
yang lupa, murid yang mengantuk dan lain sebagainya. Adapun rteknik pengulangan
cukup tiga kali,dan pembahasan ini banyak terurai dalam hadis Nabi Ibnu Tin
berkata; pengulangan tiga kali merupakan batas maksimal untuk dapat memberikan suatu kejelasan ,dan
jika terpaksa, boleh lebih dari tiga.
Lazimnya pengulangan dilakukan
pada kata-kata ,tetapi juga di lakukan pada subyek (suatu nama) . namun,
adakalanya tidak pada keduanya.
a.
Pengulangan Kata-kata
1.
Anas bin Malik ra dari Nabi Saw , bahwasannya
ketika beliau berkata; beliau mengulanginya sampai tiga kali, sehingga
perkataannya bisa di pahami . dan ketika
beliau mendatangi suatu kaum beliau mengucapkan salam untuk mereka sampai tiga
kali .menurut Imam Tirmizi dari hadis Anas Rasulullah mengulangi
kata-katanyasampai tiga kali adalah supaya lebih bisa di cerna.
Al-mubarkufuri berkata; maksud dr pengulangan kata- kata Nabi adalah, di
karenakan adanya suatu pemahaman yang sulit dan asing atau juga karena
banyaknya audiens . adapun terjadinya pengulangan kata-kata yang tidak begitu di perlukan , adalah
perkataan yang belum sempurna, seperti yang terkandung dalam syarah Imam
Baijuri. Dalam sabda nabi tersebut agar lebih bisa di cerna, dengan menggunakan
sighat majbul.
b.
Pengulamgan subjek ( penglangan suatu nama )
1.
Dari Anas bin Malik , bahwasannya Nbi
berkatakepda Mu’azd , wahai Mu’azd bin Jaball ia menjawab, saya datang kepadamu
wahai Rasulullah dan membahagiakanmu.
Beliau
bersabda lagi ; wahai Mu’azd , saya datang wahai Rasulullah ( tiga kali). Lalu
beliau bersabda tidak ada satu pun yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
dan Muhammad sebagai utusan Allah dengan
segenap hatinya kecuali Allah mengharamkan baginya Neraka . Mu’azd berkata;
wahai Rasulullah tidakkah hal itu di sampaikan kepada manusia supaya mereka bahagia?beliau menjawab; mereka
belum mengetahuinya .lalu Mu’azd menyampaikan hal itu (kepada manusi) , sebelum
ia meninggal menjadi golongan orang yang
menjauhkan diri dari dosa.
Dalam hadis itu di singgung
pengulangan panggilan Nabi terhadap mu’azd bin Jabal sampai tiga kali. Sedangkan
indikasi dari pemanggilan itu adalah sebagai
persiapan Mu’azd seperti ucapan
nya; tidaklah hal itu di sampaikankepapda manusia , supaya mereka bahagia.
Jadi, jelas bahwa dalam hadis itu
terdapan petunjuk yang jelas atas keistimewaan hadis ini yaitu suatu berita
gembira, kesimpulannya adalah, jika seorang guru ingin menyampaikan berita penting kepada salah satu muridnya,
hendaknya ia memanggil namanya tiga kali, kemudian baru dia menyampaikan apa
yang ingin ia sampaikan kepadanya, kisahkanlah hal tersebut , yaitu jika mereka
merupakan satu komunitas panggillah dengan nama komunitas mereka,
contohnya; wahai murid- murid tiga kaili, atau lain sebagainya.
32.. PEMETAAN
Metode ini jarang di gunakan oleh
guru ketika sedang menyampaikan suatu materi pelajaran. Maksud metode ini
adalah , dalam menyampaikan materi pelajaran membaginya ke beberapa bagian,
fase, paragraf , nomor,atau mungkin titik.kemudian setelah itu baru, di
sampaikan kepadamurid. Dalam metode ini ada beberapa keuntungan besar bagi murid yaitu dapat memadukan bagian-bagian
tema, murid menghafalnya serta cepat di serap,. Hal tersebut adalah untuk
mengantisipasi kelupaan. Artinyajika seorang murid lupa terhadap materi
pelajaran, kemudian di sebutkan nomornya sekia, pembagiannya sekian, maka hal
itu dapat mengembalikan ingatan murid.
Jika kita mempelajari kitab-kitab
fiqih di situ dapat kita lihat begitu banyak
pembagian – pembagian nya, yaitu pembagian-pembagian yang telah di
letakkan oleh uama-ulama fiqih. Misalnya tentang syarat-syarat,
kewajiban-kewajiban rukun-rukun larangan-larangan dan sebagainya. Dan tiap
pembagian- pembagian dalam hukum fiqih itu, tidaklah bertentangan dengan nash
Rasulullah. Hal itu dilakukan supaya murid
bisa lebih mengerti dan supaya materi- materi yang tercecer dapat
terkumpul , sehingga membuat mereka lebih mudah mengingatnya kembali
sebagaimana contoh berikut ini.
1.
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw
bersabda; tujuh orang yang akan
dilindungi kelak di ,hari kiamat ;
seorng imam yang adi, seorang pemuda yang tumbuh untuk menyembah Tuhannya,
seorang lelaki yang hatinya telah terkait dengan mesjid, dua orng lelaki yang
sama- sama mencintai Allah, baik di saat mereka kumpul atau di saat mereka
pisah dan lelaki yang di idam- idamkan oleh wanita cantik dan berpangkat.
Beliau lalu bersabda lagi;aku takut kepada Allah,seorang lelaki yang bersedekah
secara sembunyi- sembunyi , sehingga tangan kirinya, tidak mengetahui apa yang
telah di infaqkan, oleh tangan kananya, serta seorang lelaki yang berzikir
kepada Allah dalam kesunyian sehingga airmata bercucura.
2.
Dari Abdulah bin Amr bin Ash raRasulullah
bersabda; Empat orang yang benar-benar munafik murni, sehingga jika ada
seseorang yang mempunyai satu dari karakter empat hal tersebut, maka ia juga
adalah orang yang munafik , kecuali jika ia meninggalkannya; yaitu seseorang
yang jika di beri amanat ,ia menghianati . jika berbicara, ia berbohong jika ia
berjanji ,ia mengingkari dan jika dan jika bermusuhan , ia menampakannya.
Jika kita mengamati hadis Nabi di atas ,akan kita temukan
bahwasannya Nabi menyebutkan jumlah global, kemudian baru beliau memberikan perinciannya. Jadi, tidak di
sangsikan lagi bahwasanya metode ini sangatlah menarik hati, dan dan merupakan
suatu susunan metode yang apik. Untuk itu, sebaiknyalah seorang guru mengikuti
jalan ini , jika memang dia ingin mempermudah murid dalam menyerap pengetahuan.
33. Kuisioner
Seorang guru harus meguasai berbagai media pengajaran yang
menarik,sehingga murid tidak lagi terpancang dengan suatu metode pengajaran
yang kemudian menjadi kebiasaan, dan
pada akhirnya guru tidak bisa lagi berbicara tentang mamfaat dari kebiasaan
itu. Diantara media yang dapat menarik perhatian murid perhatian miurid adalah
dengan menggunakan kuisioner (pertanyaan ), dimana ketika membahas suatu masalah dapat menari perhatian perhatian
murid dan medorongnya untuk mencari
suatu kepahaman ( jawaban),jelasnya adalah seperti hadis berut;
1.
Rasulullah bersabda; tidakkah telah aku
ceritakan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar ? kami menjawab; ya, waahai
Rasulullah. Beliau bersabda; menyekutukan
Allah , durhaka kepeda orang tua, ( al Hadis). Kalimat tidakkah ‘di sini
adalah bentuk pertanyaan yang berfaedah sebagai
pemberitahuan dan pengkhususan, supaya apa yang di katkan bisa lebih di
pahami.
2.
Dalam khutbah Nabi Saw di mina , pada waktu haji
wada’ bertanya; hari apakah ini? Lalu beliau diam , sehingga kami menduga
bahwabeiau akan memberi naama lain
selain nama itu . beliau bertanya lagi bukankah hari ini hari qurban? Kami menjawab , ya , beliau bertanya; bulan apakah ini ? lalu beliau diam ,
sehingga kami menduga bahwa belliau akan memberi nama lain selain nama bulan itu. Lalu beliau bertanya.; bukankah
ini bulan dzulhijjah ? kami menjawab; ya. Beliau lalu bersabda; sesungguhnya darah, dan harga diri kalian adalah mulia (
terhormat), seperti mulianya hari kalian ini, dalam bulan kalian ini dan di
negeri ini. (al hadis).
Imam
Qurtuby berkata; dalam hadis tersebut terdapat tiga pertanyyaan nabi, serta sikap
diam beliau setiap mengajukan satu pertanyaan, hal itu dimaksudkan untuk mendorong kepahaman
mreka serta merasa apa yang akan dikabarkan Nabi Saw merupakan berita besar.
Makanya , setelah itu beliau bersabda; bahwasannya dara kalian .. bentuk kemuiaan
sesuatu yang amat sangat.
3.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya orang-orang
berkata; wahai Rasulullah apakah kita bisa melihat Tuhan kelak di hari kiamat?
Lalu beliau bersabda; apakah kalian perlu
mengatur bulan , di malam bulan purnama? Mereka menjawab ; tidak, wahai Rasulullah . beliau
bersabda ; Apakah kalian perlu megatur matahari, yang di bawahnya tidak ada
mendung ?mereka menjawab ; tidak ya Rasulullah. Beliau bersabda; kalian pasti akan melihat –Nya,
begitu juga dia akan mengumpulkan manusia di hari kiamat. Beliau bersabda; barang siapa yang menyembah sesuatu maka
ikutilah ia.
Yang perlu diperhatikan daam
contoh-contoh hadis –hadis di atas adalah, bahwasannya Rasulullah tidak
menentukan satu orang saja untuk menjawab pertanyaan yang ia ajukan , melainkan
secara korelatif.
Seorang guru sebaiknyalah
menyampaikan pertanyaan terlebihdahulu, agar semua murid ikut berpartisipasi
mencari jawaban itu. Baru kemudian guru memberikan waktu seperlunya kepada
murid ( kesempatan mencari jawaban ).sebelum ia mendengarjawaban darinya. Hal itu
karena kadar kemampuan murid berbeda- beda antara satu dengan lainnya, deengan
sebagian mereka ada yang lebih cepat
memahami dan mungkngkin sebagian yang lain tidak begitu .oleh sebab itulah,
salah jika guru mengajukan suatu
pertanyaan hanya kepada murid tertentu saja, dan berdasarkan urutan nama ,
ataupun urutan bangku, (lebih menekan
pada individu ). Karena hal itu menjadikan murid yang lain ( yang tidak
mendapat pertanyaan ) acuan dan tidak memperdulikan mencari jawabannya.
Dalam kondisi tertentu, bisa jadi
seorang guru tiba- tiba mengajukan
pertanyaan kepada seorang murid dengan
alasan ingin mengetahui keadaannya dan mempertajam ingatannya.
Nabi Saw pernah bertanya kepada
seorang sahabat tentang berbagsi masalah. Kondisi tersebut terjadi karena
memang Rasulullah hanya berduaan dengan ssahabat itu, yaitu seperti yang terjadi pada sahabat
mu’azd ra; dari Anas bin Malik ,
bahwasannya Nabi Saw bersama pengawalnya , Mu’azd berkata kepadanya; wahai Wa’azd bin Jabal ! ia menjawab saya datang
wahai Rasulullah dan membahagiakanmu .
beliaulah lalu berkata lagi; wahai Mu’azd ! ia, menjawab ; saya datang wahai
Rasulullah ..
34. MUNGUJI KEMAMPUAN MURID
Menguji kemampuan secara kolektif
mempunyai faedah yang besar untuk
menumbuhkan kecakapan dan menguatkan
pahaman murid. Cara menggunakan metode
ini , yaitu seorang guru terlebih dahalu
menyampaikan suatu masalah kepada
mereka semua, kemudian memberikan sedikt kesempatan kepada mereka
untuk mengingat kembali materi pelajaran. Namun setelah itu, guru tidak langsung memberi jawaban kepada murid , metode seperti
ini banyak di temukan dalam hadis-hadis
Nabi di antara.
Dari Abdullah bin Dinar , dari
Ibnu Umar ra, dari Nabi Saw bersabda; di antara beberapa pohon, ada satu pohon
yang daunnya tidak akan rontok, yaitu seperti orang muslim, ceritakanlah oleh
kalian kepadaku. Pohon apakah ini?beliau menjawab ; pohon kurma.
Bagwi berkata; Al Imam mengatakan
, bahwa dalam hadis itu terdapat dalil yag memperbolehkan seoran guru
untuk menguji kemampuan anak muridnya.
Ibnu Hajar berkata; dalam hadis
tersebut ada beberapa faedah , yaitu menguji murid atas apa yang tidak ia ketahui serta memberikan kejelasan baginya(
jika memang murid tersebut belum paham)
, serta mendorongnya untuk memahami suatu pengetahuan.
Seorang guru juga harus bisa
memilah masalah-masalah yang akan di ajarkan kepada murid .ia pun harus
bermurah hati kepeda mereka untuksaling dialog dan tukar penapat. Perhatikanlah
ucapan ini; lalu orang –orang berpendapat , bahwa pohon itu adalah pohon sahara,
di situ jelas bahwa suatu komunitas mencoba berpendapat untuk memecahkan masalah yang sulit. Ibnu
Hajar berkata; artinya, bahwa pohon sahara merupakan pendapat mereka, dan dari
tiap-tiap mereka juga banyak yang mempunyai interpretasi meskipun pada akhirnya
mereka tidak ingat ( tidak bisa menjawab) akan pohon kurma.
Yang harus di renungkan tentang
masalah yang telah di ajarkan Nabi Saw adalah , bahwasannya masalah itu telah
mendorong keintensifan mereka, menyuruh mereka untuk berfikir dan mencari jawabannya
serta membuat mereka penasaran untuk
mengetahui jawaban yang benar dari Rasulullah , ketika mereka tidak mampu lagi
mencegah persoalan itu.
Hal-hal penting yang juga harus
di perhatikan oleh guru adalahbahwasanya masalah- masalah itu haruslah dapat
mengakarkan pemikiran dan menanamkan suatu pemahaman tertentu bagi murid, ,
seperti pertanyaan yang menanyakan korelasi antara pohon kurma dan orang muslim
. atau yang menanyakan faedah dari pada pertanyaan tersebut . Hafizd Ibnu Hajar
menjelaskan tentang hal itu ucapan nya; manfaat pohon kurma ituterdapan di
semua bagian- bagiannya dan terus menerus di bagiannya dan terusmenerus di
kondisinya. Dari ia tumbuh sampai kering tetap bisa di makan . setelah itu,
setelah itu , semua bagian-bagiannya pun masih memberikan kemanfaatan . dari
biji kurma yang bisa menjadikan makan ternak dan rumput kering yang di jadikan
tali, serta lain-lainya. Serta lainnya .bagitu juga berkah (mamfaat)orang
muslim, menyeluruh di semua kondisi dan terus menerus bermanfaat bagi dirinya
dan orang lain hingga datang ajalnya.
Jika seorang guru dapat
menggunakan metode ini dengan baik, tentu akan memberikan manfaat yang besar
bagi [perkembangan pengetahuan anak didik. Untuk itu lah ia harus bisa
menjauhkan masalah –masalah yang sulit terhadap murid, serta tidak bertujuan
merendahkan dan meremehkannya. Bahkan ia harus mendekatkan (supaya bisa
dipaham) masalah- masalah yang di ajukan kepada mereka, sambil menyinggung
elemen –elemen masalah-masalah tersebut ataupun sarana-sarana lainnya. Hal itu
dapat membantu mereka menemukan jawaban yang benar. Jelasnya, bahwa ketika
Rasulullah mengajukan permasalahan itu ( hadis di atas), di kedua tangannya
terdapat kerikil .dalam salah satu riwayat , dari mujahid, ia berkata; saya
bersama Nabi , lalu di bawakan beberapa kerikil . ( al gadis). Ibnu Umar ra
ketika ia melihat kerikil itu di tangan Rasululullah , ia tidak menjawab
(pertanyaan Rasulullah ), mengingat ia masih muda.
Al Hafidz Ibnu hajr berkata;
,sesuatu yang belum jelas, sepantasnyalah, untuk tidak disampaikan kepada orang
terlebih dahulu , karena hal itu dapat membahayakan orang yang mendengar.
35. MENDORONG KREATIVITAS MURID.
Bertanya merupakan suatu tindakan
yang dapat menepis kealpaan dan praduga , sehingga ketika seorang guru menguraikan
materi pelajaraan , ia tidak boleh menjelaskan keculi murid benar- benar telah paham terhadap materi
itu. Bagaimana cara mengetahui kepahaman murid? Yaitu mengujinya dengan sebuah pertanyaan
( ketika suatu pembahasan telah sempurna), dan lebih baiklagi setelah murid terlebih dahulu mengajukan pertanyaan
berupa kesulitan –kesulitan mereka terhadap penjelasan guru.
Bertanya dapat menjelasakan
kridak tahuan murid seeta lebih cepet
menancapkan sebuah jawaban bagi murid
yang terlebih dahulu bertanya, seperti
sabda Rasulullah ; sesungguhnya obat”IY” adalah bertanya. Kata “IY” di sini ada
bermakna ‘kebingungan’ dan ketidak mantapan’ ini lah yang terdapan dalam kitab
shahih . dan menuut terminologi Arab, bermakna ketidak tahuan artinya, ketidak
tahuan adalah penyakit dan obatnya adalah pertanyaan dan belajar untuk
itulahseorang guru harus mendorong , muridnya untuk bisa mengajukan pertanyaan
kepadanya. Seperti yang telah di sabdakan oleh guru kita Muhammad Saw.
1.
Dari Anas bin Malik , bahwasannya orang- orang bertanya
kepada Nabi Saw, sehingga mereka terus menerus mengulang- ngulangi pertanyaan
itu, . lalu pada suatu hari Rasulullah
keluar dan naik keatas mimbar ,seraya bersabda; bersemangatlah kalian
untuk bertanya kepadaku , dan janganlah kalian bertanya kepadaku tentang
sesuatu kecuali kalian telah benar- benar
paham.
2.
Dari Abu Hurairah ra berkata; Rasulullah
bersabda; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku.lalu mereka mengundang
beliau untuk mengajukan pertanyaan
kepada nya.. seorang lelaki datang dan duduk di atas lututnya sambil
berkata;wahai Rasulullah , apakah islam itu. ?
Faedah dari keterangan diatas
adalah , di haruskan nya seorang guru berkata; bersemangatlah kalian untuk
bertanya kepadaku. Dalam kata- kata itu jelas
tercermin dorongan guru kepada murid untuk bisa mengajukan pertanyaan.
Juga terlihat seorang guru mengajarkan keberanian kepada murid yang pemalu
untuk dapat bertanya kepada gurunya, serta untuk mengetahui kadar kemampuan
murid dalam menyerap materi yang telah di jelaskan,. Kemudian yang harus di
perhatikan lagi, bahwa guru harus
mengontrol pertanyaan yang muncul untuk
mereka , yaitu suatu pertanyaan yang faedah dan tidak untuk melemahkan ,
meremehkan, mengejek ataupun yang lain . karena pertanyaan – pertanyaan seperti
ini , ataupun sejenisnya tidaklah memberi kemuliaan bagi pelakunya ( penanya).
36. MEMBERIKAN JAWABAN LEBIH
Kadang banyak petanya-petanya
murid yang di ajukan kepada guru di jawab sekedarnya saja, dan tidak
lebih.harusnya seorang guru tidak hanya memberi jawaban sekedarnya,melainkan
dia juga harus menambah jawaban dari soal yang di ajukan oleh seorang murid,
serta menjelaskan korelasinya terhadap pertanyaan tersebut , apalagi jika
seorang murid kurang pengetahuannya.
a.
Dari segi ketidak tahuan
Dari
Abu Hurairah ra berkata ; seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah , ia
berkata; wahai Rasul , kami mengendarai kapal laut dan kami hany membawa
sedikit air. Jika air itu kami gunakan untuk berwudhu’ kami akan kehausan ,
apakah kami boleh berwudhu’ dengan air laut .Beliau bersabda ; ia ( laut ) suci
airnya dan halal bangkainya.
Imam Rafi’i berkata;ketikka Nabi Saw mengerti sang penanya meragukan
hukum air laut dan ketidak jelasan hukum bangkainya , maka beliau menambahkan
jawaban atas soal yang di ajukan , yaitu tentang penjelasan hukum bangkai di tengah laut.
Ibnu Arabi berkata;fatwa trsebut
sangatlah bagus, yaitu ketika nabi Saw
menambahkan jawaban atas pertanyaan. Karena hal itu , untuk lebih melengkapkan
dan menambah wacana keilmuwan serta lebih menguatkan akan perlunya mengetahui
hukum itu. Sebab, seseorang yang meragukan kesucian air laut dan kehalalan
bangkainya , akan lebih ragulagi bilamana sebelumnya ia mengetahui bahwa
bangkai itu haram.
Jadi ,dapat di mengerti , bahwa
dalam hadis itu terdapat hikmah Rasulullah terhadap suatu penjelasan hukum
baru. Dari Abu Jari Al Hajimi berkata ; saya melihat seorang lelaki yang
dimintai pendapat oleh seseorang dan ia tidak berbicara apa-apa kecuali mereka
meminta pendapat darinyadalam hadis tersebut jelas tergambar bentuk ketidak
tahuan sang penanya ;
Ppertams ; dalam ucappan ; saya
melihat seorang lelaki, di situ di gambarkan bahwa ia baru pertama kali melihat
Rasulullah.
Kedua; dalam ucapan ‘
alaikassalam tidak ada seorang sahabat
pun yang tidakk mengetahui bentuk penghormatan islam ini, karena hal itu, telah terbiasa, di ucapkan setiap
hari.
Jadi, dari dalam hadis tersebut
terdapat satu pelajaran yang baik bagi seorang, muslim, yaitu ; krtika nabi Saw
mengajarkan kepada orang badiwi itu tentang sang pencipta dan pemilik marahbaya
dan mamfaat, dan mengikatnnya hnya kepada Allah serta membuatnya senang
berlindung kepada –Nyadan memohon pertolongan-Nya.
b.
Dari segi yang lebih bermanfaatkepadanya.
37. MENJELASKAN JAWABAN DENGAN BERULANG-ULANG
Seorang guru perlu menjelaskan jawaban dari murid,, yaitu setelah ia
mengajukan pertanyaan kepadanya. Hal itu
dilakukan, karena kadang murid tidak yakin atas awabannya sendiri. Bagiti juga
dengan murid-murid yang lain pun memahami dan mengerti mana jawaban yang benar
dan mana jawaban yang salah . guru juga harus enar- benar jeli dalam ketika meneiti jawaban murid. Jangan lantas
menyalahkan jawaban seluruhnya, karena mungkin saja jawabannya ada yang benar. Selain itu juga guru harus mengguatkan
jawaban murid, jika memang ia benar. Meluruskan dan menjelaskan , jika memang
salah . jika murid memang salah, sebaiknya guru memilih kata-katayang halus
ketika menyalahkan jawaban itu.jangan mengeluarkan kata –kata kasarr dan
meremehkkan . karena hal itu dapat membuat murid enggan menjawab pertanyaan
guru karena ucapannya yang kasar.
38.
SPORTIF DALAM MENJAWAB
Allah mencela orang- orang
yang berbicara tanpa ilmu, baik dalam
kitab nya maupun dalam hadis Rasululah . hal itu, karena orang yang berbicara
tanpa ilmu adalah menyesatkan dan tidak dapat memberi petunjuk, bisa merusak dan tidak bisa
memperbaiki. Jadi seorang guru yang berkata;
aku tidak tau, ataupun aku tidak mengerti, karena memang ia benar-benar
tidak tau “ maka hal itu bukanlah aib , meskipun ilmu yang di milikinya masih
kurang , akan tetapi justru itu cermin dari kesempurnaan ilmunya.
Ketika pada hari kiamat , Allah
bertanya kepada rasul-Nya ; ingatlah dimana hari Allah mengumpulkan para Rasul
, lalu Allah bertanya kepada ( mereka) ;
apa j jawaban kaummu terhadap (seruan) mu? Para Rasul menjawab tidak ada
pengetahuan kami tentang itu .sesungguhnya engkaulah yang menetahui perkara
gaib . Artinya apa jawaban kaummu terhadap mu ? mereka menjawab ; tida ada
pengethuan kami . pengetahuan hanya milik-Mu , wahai Tuhan kami ,engkau yang lebih mengetahui perkataan ghaib ; segala sesuatu yang nyata
dan ghaib.
Ilmu sangatlah luas , tidak ada
yang membatasinya , kecuali Dzat yang meluaskan segala keilmuan , yaitu Allah .
sedangkan manusia, hanya mempunyai ilmu yang sedikit,. Allah berfirman ; dan
kalian tidaklah di beri ilmu kecuai hanya sedikit.
شُكْرًا صَدِيْقَةِ اِلَى الرِّسَالَةِ
BalasHapussangat membantu
BalasHapus