asy-syifa

Mengharap Ridha Allah

Banyak para guru yang mengabaikan sesuatu sangat urgen ini, yaitu membangun dan menanamkan prinsip “ ilmu dan amal yang ikhlas sematamata karna Allah “yang merupakan hal yang tidak gampang dimengerti oleh manusia, karna jauhnya mereka dari metode – metode ilahi. Begitu banyak ilmu yang seharusnya berguna dan bermamfaat bagi umat, tapi ternyata tidak memberikan mamfaat apa – apa yang hilang begitu saja layaknya debu yang berterbangan. Hal itu dikarenakan tidak adanya keikhlasan berilmu dan beramal pada diri sesorang guru, tidak berjalan di atas jalan yang benar, serta tidak kesungguhan mereka dalam memberi mamfaat bagi saudara muslimnya. Bahkan mereka lebih cenderung berorientasi pada pangkat dan jabatan. Jadi, karena hal itulah, ilmu yang seharusnya bermamfaat, malah menjadi seperti debu yang berterbangan. Semestinya banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang bermamfaat bagi manusia di dunia, sera yang dapa menganarkannya kepada kemulyaan dan keluhuran, akan tetapi, kerana tidak adanya keikhlasan berilmu, akhibatnya adalah kesia – siaan, yaitu seperti yang di gambarkan yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah :
Dari Abu Hurairah ra berkata Rasulullah bersabda dan seorang lelaki belajar ilmu dan membaca al – qur an, lalu beliau menghampirinya, mengetahui akan nikmat keutamaan serta mengatahui akan perihal lelaki itu“ beliau lalu bersabda :Apa yang telah kamu kerjakan ? lelaki itu lalu menjawab : saya belajar ilmu memahamin.ya serta membacakan Al quran untuk baginda” Rasulullah menjawab: kamu bohong apa yang telah kamu pelajari ( ilmu )adalah semata untuk di anggap orang alim, dan apa yang kamu baca ( al quran ) adalah semata ingin di anggap Qari  lalu Rasulullah memerintahkan unuknya agar di seret kedalam neraaka  ( al hadist ).
Jadi, dari hal tersebut di atas, sepetutnyalah bagi para guru untuk bisa menanamkan dalam hati anak muridnya “ keikhlasan berilmu dan beramal  semata untuk Allah Swt ,serta mencari ridha dan pahala dari-Nya . sehingga dari lahirlahsuatu kebaikan dan pujiandari manusiayang merupakan anugerah dan nikmat dari Allah Swt.









A.    KECERDASAN EMOSI – IQ

Banyak contoh di sekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki gelar tinggi belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Seringkali mereka yang berpendidikan formal lebih rendah, ternyata lebih berhasil di dunia pekerjaan.
Saat ini banyak orang berpendidikan yang tampak menjanjikan, mengalami kemadekan dalam kariernya. Lebih buruk lagi, mereka tersingkir akhibat rendahya kecerdasan emosi mereka. Saya ingin menyampaikan satu hal yang terjadi di A((merika Serikat tentang kercedasan emosi. Menurut surve Nasional di negara itu tentang apa yang di ingin oleh para pemberi kerja : keterampian teknik tidak seberapa penting bila di bandingkan dengan keterampilan dasar untuk beradaptasi (belajar ) dalam pekerjaan:  kemampuanmendengar dan berkomunikasi secara lisan , adaptasi, kreativitas, ketahanan mental terhadap kegagalan, kepercayaan diri, motivasi, kerjasama tim serta keinginan memberi kontribusi terhadap perusahaan.
Saya tmbahkan pulapendapan seorang praktisi kaliber internasional, Linda Keegan, vice president bidang pengembangan eksekutif  Citibank di salah satu negara Eropa, yang mengatkan bahwa kecerdasan emosi ( IQ ).harus menjadi dasar dalam setiap pelatihan manajement.
Kemampuan akademik, nilai rapor, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi satu – satunya tolak ukur seberapa baik kinerja seseorang dalam pekerjaannya atau sebarapa tinggi  sukses yang mampu di capai. Menurut makalah McCleland tahun  1973berjudul testing for  competence rather than inteligence , seperangkat kecakapan khusus seperti : empati; disiplin diri; inisiatif; akan membedakan akan membedakan antara mereka yang sukses sebagai bintang kinerja dengan yang hanya sebatas bertahan di lapangan pekerjaan.






B.     Metode Pengajaran
Mengkondisikan Kesiapan Belajar nak Didik

Tidak ada seorang pun yang menyangkal bahwa keapatisa murid terhadap guru, di sebabkan oleh adanya kendala bagi seorang murid dalam menyerap ilmu, atau jugaa dalam memahami perkataan guru. Kepasrahan dan keseriusan murid terhadap gurunya merupakan faktor yang fital dalam menyerap dan memahami ilmu dengan jalan yang benar. Oleh karena itu, sekali –kali guru juga harus melihat kondisi muridnya, serta menggunakan berbagai metode untuk menarik perhatian murid. Di sini. Akan di bahas tiga metode pembelajaran [anak didik.
1.      Instinshat
Yang menyuruh anak murid untuk diam dan mendengarkan  (perkataan guru ). Pada umumnya metode ini (direk )digunakan oleh guru sebelum memulai pelajaran., atau ketika tidak ada metode lain, selain ini. Penjelasan tersebut seperti hadist Jarir bin Abdullah  Al- Bajli :bahwasannya Nabi Swa berkata kepadanya dalam haji wada’:suruhlah manusia unuk diam. Lalu eliau bersabda :janganlah mengembalikan  (setelahku )orang – orang kafir yang sebagian dari kalian mengembalikan (setelhku )orang – orang kafir yang sebagian dari kalian memukul sebagian budak – budak yang lain . Ibnu Hajar berkata :Pidato beiau itu terjadi itu terjadi pada waktu haji wada’dan banyak sekali orang yang berkumpul, yaitu untuk melempar jumrah dan rukun – rukun haji lainnya . sehingga , ketika beliau berkhutbah untuk memberi pelajaran bagi mereka pantaslah jika beliau menyuruh mereka untuk diam.
Jika kita melihat hadist dan ucapanIbnu Hajar tersebut, maka akan tampaklah bahwa keperluan Nabi Saw di situ adalah meminta sahabat untuk menyuruh diam manusia, dan, dalam haji tersebut banyak berkumpul manusia, mereka bersungguh- sungguh dalam menunaikan ibadahnya. Sehingga, sulit bagi beliau untuk berpidato memberikan peljaran kepada mereka tentang perkara agama. Jadi pantaslah jika beliau menyuruh Jarir bin Abdullah Al – Bajli untuk menyuruh diam manusia.

2.      Nida ( Metode panggilan )
Yaitu sebuah metode yang berfungsi untuk memanggil murid (sebelum ia mulai pelajaran, dan kadang – kadang di sela – sela pelajaran ). Metode ini banyak di gunakan oleh guru.contohnya :dari Ibnu Abbas ra berkata : “Rasulullah naik ke atas mimbar dan ketika di akhir maajlisny, beliau mendoyongkan pundaknya lalu menggenakan serban di kepalanya dengan serban berwarna kehitam – hitaman. Beliau lalu memuji Allah dan bersabda :” wahai para manusia datanglah kepadaku” lalu mereka menghampirinya. Kemudian beliau bersabda :Selanjutnya, bahwa kehidupan ini  tidak lepas dari peran sahabat – sahabat anshar dan umat  – umat yang lain. Barang siapa menguasai sesuatu dari umat Muhammad maka ia bisa embahayakan seseorang, terimaalah kebaikannya dan tinggalkanlah keburukanya
Jika kita memperhatikan kata – kata dalam hadist Nabi Saw ; Wahai manusia datanglah kepadaku “ jelas hal itu merupakan nida’ (panggilan )darinya dan perintah untuk mereka supaya berkupul dan diam, yaitu ketika beliau akan mejumpai mereka . dan ucapan :lalu mereka menghampiri nya . “artiya adalah berkumpul dan datang .

3.      Anjuran untuk diam dan mendengrkan (metode indirek )
Metode ini sangat baik untuk menarik jiwa murid dan mendorongnya untuk mendengarkan. Karena pada umummnya jiwa manusia itu cenderung apatis terhadap hal yang bersifat wajib oleh sebab itulah cocok sekali jik seorang guru menerapkan metode ini, demi untuk menarik dan mengajak kemauan murid , supaya ia dapat menerima pelajaran dengan jiwa yang baik. Rasulullah adalah orang yang terbaik berkaitan dengan penjelasan metode ini, dari ibadah bin shamit ra berkata :”Rasulullah bersabda :Ambillah( yang baik  )dariku , ambillah dariku, Allah telah memberi solusi bagi mereka (wanita – wanita yang berzina ). Gadis dengan perjaka adalah 100 cambukan , dan janda dengan duda adalah 100 cambukan dan rajam.
Wahai guru renungkanlah sabda beliau :Ambillah dariku , ambillah dariku “ dan segala faktor yang daapat menarik ,mengasah serta yang dapat menyengkan jiwa murid untuk mendengarkan. Dalam hadist itu juga terdapat kekhasan yang lain yaitu pengulangan kata.

C.     Memsnfaatkan media audio visual
Metode pengucapan ; ataupun dengan cara menjelaskan materi pelajaran merupakan media yang kuat dalam menghubungkan antara guru dan murid. Artinya, bahwa suara guru adalah media yang paling ampuh diantara media – media lainnya. Terkadang ada yang menentang pendapat di atas;”Apa yang akan kalian katakan perihal tentang audio visual ?jawabnya ada dua sisi.
Pertama ; bahwa media audio visual sangatlah bagus jika dapat berfungsi semuanya. Karena, besar sekali mamfaatnya dalam menyampaikan materi pelajaran , meskipun hanya menggunakan satu diantara dua media itu.
Kedua ; bahwa media visual tidak bisa di terapkan terhadap murid netra, atau ketika murid bingung dan apatis terhadap pelajaran. Sedang media audio tidak bisa diterapkan terhadap murid tuna wicara. Oleh karena itu, media audio merupakan media yang sangat ampuh dalam hal menyampaikan materi pelajaran  (kepada anak murid) . dengan itu pula media audio dan visual, seorang guru dapat dengan mudah memantau dan mengkoordinir anak murid. Hal tersebut juga sangat berguna bagi murid untuk memudahkan menghapal materi pelajaran dan mengantisipasinya dari kelalaian.
Selanjutnya, akan di jelaskan sebagian dari media audio dan visual yang sangat membantu seorang guru dalam melaksanakan pengajaran dan pendidikan dengan sebaik – baiknya, sebagaimana yang diambil dari sunnah Nabi Saw.

A.    Media Audio

a.       Gaya bicara (enak dan jelas )
Dari Aisyah ra berkata : Rasulullah tidak pernah berbicara terburu – buru seperti gaya bicaranya kalian. Beliau berbicara dengan jelas dan rinci serta membuat para pendengarnya gmpang menyerap apa yang dikatakannya. Aisyah berkata “maksud terburu – buru adalah mengungkapkan kata dengan berturut – turut dan cepat. Artinya, bahwa Rasulullah Saw tidak pernah berbicara terburu – buru dan cepat, karna hal itu membuat samar [1]bagi orang yang mendengar. Sedangkan maksud ‘rinci ‘di sini adalah menjelaskan kata perkata, bagian perbagian dengan jelas.
Menjabrkan materi pelajaran dengan gaya bicara yang sangat cepat membuat murid susah memahami, tidak streg serta tidak bisa mengambil mamfaat dari beberapa masalah yang di sampaikan oleh guru. Metode seperti ini banyak di lakukan oleh guru. Karena itu, guru harus memperhatikan hal ini. Sebab, selain dilarang nya menggunakan penjabaran materi terlalu cepat, juga penyampaian yang terlalu pelan justru membuat murid terlena, sehingga dapat menimbulkan kebosanan atau kejenuhan.
Jadi, metode penyampaian materi pelajaran yang paling baik yaitu dengan memetakan kata. Sehingga, antara kata satu dengan kata lainnya terpisah dan tidak sulit di pahami oleh murid.

b.      Pembicaaraan yang tidak tasyadduq
Tasyadduq, yaitu berbicara dengan panjang lebar, tanpa hati – hati dan kendali. Ada yang mengatakan bahwa tasyadduq adalah berbicara yang berlebihan, sehingga merepotkan syadq, syadq yaitu sudut mulut.
Terlalu banyak bicar serta berlebihan dalam mengeluarkan kata – kata dilarang dalam syariah. Karena, selain tidak di terima secara norma, juga terkesan membanggakan diri sendiri  dan merendahkan yang lainnya; karena menurutnya mereka lebih sedikit kefasihan dan keahliannya dibandingkan dirinya.
Banyak hadist Jabir ra dan hadist Abdullah bin Umar ra yang menyinggung tentang persoalan ;
1.      Dari Jabir ra berkata ;’’bahwasannya Rasulullah Saw bersabda :”sesungguhnya seorang di antar kalian yang paling aku cintai dan tempatnya paling dekat denganku kelak di hari kiamat adalah kalian yang berbudi pekerti yang baik. Sedangkan orang yang paling aku benci dan tempatnya paling jauh dariku kelak di hari kiamat adalah mereka yang banyak berceloteh (tsarssarun ), banyak berbicara panjang lebar (mutasyaddiqun )serta orang – orang yang bicaranya berlebihan (mutfaybiqun ). Lalu mereka ada yang bertanya :wahai Rasulullah kami telah mengetahui tsartsarun dan mutasyaddiqun. Lalu siapakah mutfaybiqun itu ?”Nabi menjawab :yaitu orang – orang yang sombog . “

2.      Dari Abdullah bin Umar berkata : Rasulullah bersabda : Bahwasannya Allah membenci lelaki baliq yang membebaskan lisanya, seperti halnya sapi yang membebaskan lisanya

Dalam kitab isya’ulumuddin,Imam Ghazali berkata :”berbicara yang terlalu luas dan kata yang terlalu berlebihan, sera segala apa yang ebig dari ikebiasaan orang berbicara, maka semua itu adalah suatu tindakan yang tidak terpuji dan tindakan yang berlebihan yang tidak di senangi. Kemudian setelah puas membahas hadist dari Nabi Saw, Imam Al Ghazali berkata :segala sesuatu sebaiknyAa di lakukan dengan sederhana (sesuai dengan maksudnya ). Maksud berbicara adalah memberi kepahaman dan bukan seperti perkataan di atas tadi, yaitu perkatan yang tidak di senangi serta perkataan yang ruwet dan asing .

c.       Suara yang keras

Dari Abdullah bin Umar berkata :”dalam sebuah perjalanan.Nabi saw tertinggal dari kami, hingga akhirnya beliau bertemu kembali ldengan kami, Waktu itu kami sangat lelah untuk menunaikan salat, kami akhirnya berwudhu’ dan mengusap kaki kami. Lalu tiba – tiba Rasulullah berteriak dengan suaranya yang keras ; “wail adalah akibat – akibat dari neraka,dua kali atau tig kali “
Hadist ini di bukukan oleh Imam Bukhari dalam kitab sahihnya dengan tema :bab tentang seseorang yang mengeraskan suaranya berkitan dengan ilmu.
Hafidz berkata :” penulis menarik kesimpulan bahwa mengeraskan suara ( yang berkaitan dengan ilmu , adalah di perbolehkan,  seperti sabda beliau Saw :”lalu beliau bertariak dengan suara yang keras. “ konklusi selengkapnya adalah, bahwa mengaraskan suara benar – benar di perlukan. Terlebih jika orang tersebut (yang di panggil )berada lebih jauh, atau ketika banyak sekali kumpulan manusia.
Hal tersebut di atas, akan sangat baik jika di barengi dengan memberikan nasehat. Seperti halnya hadist jabir, “suatu kali ketika Nabi Saw memberi khutbah dan berbicara tentang hari kiamat, beliau berkata dengan sangat berapi – api dan mengeraskan suaranya. “ (H.R Muslim ).
Riwayat diatas adalah menjelaskan  tentang mamfaat mengeraskan suara, ketika kuta sedang mengajar serta menjelaskan masalah – masalah yang sangat urgen. Di samping untuk menarik perhatian para pendengar (murid ), juga dapat mengusir kelupaan dan kelingkungan, serta mempersiappkan mereka untuk menerima ilmu.

d.      P njelasan yang tidak terputus (kontinual )
Adakalanya seorang murid  selalu mengikuti jalur penjelasan gurunya supaya dia mendapatkan titik terang yang jelas, atau meminta kembali penjelasan yang telah lewat. Di sini guru punya pilihan, boleh saja ia menggabulkan permintaan murid atau ia menolaknya,. Jika ia menggabulkan, ada sesuatu yang harus di perhatikan;
Pertama : Mendahulukan satu atau dua murid, tergantung dengan          kuantitasnya, dan ini yang banyak terjadi.
Kedua : Metong pembicaraan sebagian atas sebagian yang lain (seharusnya ia  menjelaskannya terlebih dahulu ).
Ketiga : Dapat menngelisahkan hati murid atas pemotongan pembicaraan itu.
Keempat : Menggelisahkan guru sendiri dan memutuskan kesinambungan   pemikirannya.

Tendesitas  hal tersebut adalah seperti hadist yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari,ia berkata :”dari Abu Huraira ra berkata : ktika Nab berada dalam satu majelis dan berbicara kepada satu kaum, seorang baduwi, datang kepadanya adan berkata : ”kapankah kerusakan itu ? padahal Rasululllah telah menjelaskannya, lalu sebagian kaum berkata :sesungguhnya ia telah mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Rasulullah “ lalu sebagian yang lain berkata :kayaknya dia belum mendengarkan.”sehingga ketika penjelasan (satu materi )beliau telah selesai, beliau beru berkata :”jika kamu menyia – nyiakan ?” beliau menjawab :” ketika menyerahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kerusakan itu “
Renungkanlah hadist itu,maka akan jelaslah apa yang di katakan tadi, di situ juga ada sedikit tambahan, bahwasannya Rasulullah baru menjawab pertanyaan lelaki itu setelah beliau menyelesaikan pembicaraannya, sehingga tidak ada lagi kata yang terpotong, jadi konklusinya adalah, seorang guru harus terlebih dahulu menyelesaikan penjelasannya, baru ia menjawab pertanyaan dari anak muridnya.

e.       Diam sejenak di sela – sela penyampaian materi
Berhenti sejenak  atau diam di tengah – tengah penjelasan materi pelajaran mempunyai beberapa mamfaat di antaranya yaitu :
·         Menarik perhatian murid. Artinya , jika seorang guru berbicara tentang satu pembahasanm kemudian tiba – tiba ia diam, jelas hal itu menarik perhatian murid.
·         Bentuk toleransi guru dan sejenak beristirahat.
·         Memberikankesempatan terhadap guru untuk berkosentrasi (menyusun pikirannya dan mengoperasikan pikiran dengan tanpa memikirkan yang lain )

Banyak hadist yang menyinggung tentang pembahasan ini, sebgaimana riwayat dari Abu Bakar ra dari Nabi saw bersabda :”bulan apakah ini , ? kami menjawab :” Allah dan Rasul-Nya “yang lebih mengetahui. “lalu beliau diam,  sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberikan nama lain selain nama itu. Lalu beliau berkata :”Bukankah ini bulan Dhulhijjah ? kami menjawab” ya “ lalu beliau berkata lagi “ negeri apakah ini ? kami menjawab :Allah dan Rasul - Nya bahwa beliau ingin memberikan nama  lain selain nama negeri itu, beliau  berkata : “ bukankah ini mekkah? Kami mnjawab :ya. “ beliau lalu bertanya lagi : hari apa ini, ? kami menjawab : Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui . “beliau diam, sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberi nama lain selain nama itu. Lalu beliau berkata :bukankah ini hari qurban ?kami menjawab :iya.” Beliau lalu bersabda :Darah kalian harta kalian – Muhammad berkata :dugaku beliau berkata :dan harga diri kalian adalah mulia, seperti mulianya hari ini, negeri kalian ini dan di bulan ini . (Al hadist ).
Wahai guru engkau  bisa melihat dalam hadis itu suatu pengaruh diam (Nabi )terhadap sahabat, dan bagaimana hal itu menarik perhatian mereka.wahai guru! Gunakanlah metode ini di sela – sela penjelasanmu supaya ada tenggang di antara satu titik inti dan titik lainnya, dan semoga menjadi sebuah persiapan untuk menjelaskan pembahasan berikutnya.

B.     Media Visual

a)      Selalu mengfungsikan media visual.
Menjaga terus fungsi media visual adalah sangat  berguna bagi guru dan murid, karena di situ seorang guru bisa terus mengawasi anak muridnya. Juga memperhatikan anak murid yang lupa dan mengingatkanya,  anak murid yang tidur dan membangunkannya, murid yang sering bermain dan mencegahnya, karena itu, sepantasnyalah seorang guru membagi atensinya terhadap anak murid. Sehingga, ia benar- benar yakin bahwa mereka semua dapat merekam pembicaraannya serta tidak melupakan anak muridya ketika memberi penjelasan. Ada sebagian guru yang mengfungsikan visualisasinya pada waktu tertentu saja, dan ini suatu kesalahan. Karena, hal itu menjadikanseorang guru tidak dapat memantau anak muridnya dengan baik. Kemudian ia juga harus memberi kesempatan kepada anak murid untuk diam dan mendengarkan.
Adapun posisi guru sebaiknya berada lebih tinggi dari pada posisi duduk anak muridnya, meskipun hanya berada beda tipis. Hal ini guna menghasilkan sebuah tuntunan yang baik dsn supaya setiap murid dapat mengikuti tuntunan guru tanpa berdempet – dempetan dengan murid di sampingnya. Sedangkan, jika seorang murid selalu bisa melihat dan memerhatikan gurunya. Dapat menghasilkan pahaman yangkuat dalam belajar. Karena, penggabungan media audio dan visual sangatlah kuat dalam penyerapan materi, dari pada menggunakan satu media saja. Dianjurkannya posisi meja guru lebih tinggi adalah seperti mimbar. Nabi Saw mencapai 3 tingkat. Hal itu sangat efektif dalam tukar- menukar dan mengikat pandang antara khatib (guru )dan mustami’in (murid )sebagaimana di jelaskan dalam riwayat berikut ini :
1.      Dari Jarir bin Abdullah ra berkata :”seorang lelaki datang ketika Nabi Saw sedang berkhutbah di hari jum aat. Lalu beliau berkata :”apakah anda sudah salat hai fulan ? ia menjawab :belum. Beliau  lalu menjawab :berdirilah lalu ruku’lah.
2.      Dari Abu Said Al – Khudri ra berkata :Bahwasannya suatu hari Nabi Saw duduk diatas mimbar dan kami duduk di sekitarnya.
Duduk di sekitar orang yang berkhutbah fungsinya adalah dapat melihat khatib. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhar dalam kitab shahihnya.yang di himpun kedalam satu bab :”Tentang imam yng menghadap kaum dan kaum yang menghadap imam yaitu ketika ia berkhutbah
Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan tentang korelasinya: “termasuk hikmah suatu kaum menghadapi Imam adalah sebagai persiapan untuk mendengarkan perkataan imam serta adabnya. Apabila imam menghadapkan wajahnya dan murid
[2] menghadapkan pula tubuhnya dan hatinya kearah guru, maka ia akan cepat memahami maui’zdhah guru tersebut, dan tentang apa yang di syariatkan kepadanya.

b)      Exspresi Wajah
Banyak para guru yang lupa akan fungsi metode ini, padahal metode ini bisa sebagai exspresi atas ketidak senangan ataupun juga kerelaan daripada ucapan  dan tindakan tertentu.
Metode ini sangat berguna bagi sekelompok orang tertentu, karena di situ mereka dapat menggunakan pandangan yang tajam sebagai exspresi dari pencegahan dan pelarangan, atau juga dengan menggunakan senyuman dan wajah yang ceria, seperti ketika engkau mengucapkan, bagus, bagus sekali sebagai exspresi terhadap  kerelaan hati dan kepuasan.namun, ada juga guru yang tidak menggunakan hal tersebut, sehingga ia melakukannya dengan apa adanya.
Exspresi kemarahan Nabi Saw dapat terlihat di wajahnya:sebagaimana dalam riwayatberikut ini :
1.      Aisyah ra berkata:”Rasulullah Saw masuk ke rumahku, sedang di dalamnya terdapat gambar hewan jantan. Beliau mengerunyutkan wajahya. Kemudian mengambil satir dan merobeknya. Aisya berkata :” lalu nabi bersabda :”  Azab manusia yang paling berat kelak di hari kiamat adalah orang – orang yang mengambar lukisan ini ..
2.      Diriwayatkan oleh anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat ( tempat imam). Hal itu menyusahkan beliau sehingga diwajahnya terlihat kesal. Lalu beliau berdiri dan mengosok dahak itu dengan tangannya. Beliau bersabda :a[abila salah seorang dari kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhannya , Tuhan berada di antara ia dan kiblat maka jangan meludah di depan kiblat, melainkan di sebelah kirinya, atau pun di bawah telappa kakinya.dan melipatnya. Lalu beliau bersabda : atau melakukan seperti ini.
Dalam sabdanya :”sehingga di wajahnya terlihat kesal.Ibnu Hajar mengartikan:” di wajahnya terpancar kekesalan yang sangat.menurut nasa’i beliau marah sehingga wajahnya terlihat memerah ,(beeliau kecewa dengan ahli masjid ).
Semua kata – kata di atas  menunjukkan, bahwa kemarahan Nabi itu mengandung pelajaran bag sahabat. Dimana tindakan itu merupakan sesuatu yang di tentang oleh beliau. Dan adapun beliau diam dan tidak memberi exspresi apa – apa, hal itu sama aja membiarkan kemungkaran akan tetapi Rasulullah menjelaskan sebab kemarahan itu dan memposisikannya sebagai pelajaran. Wallahu A’lam.
Adapun senyuman beliau dapat terlihat di wajahnya; sebagaimana dalam riwayat Jalil bin Abdullah Al- Bajli ra ia berkaa ; sejak saya mengucapkan salam, Rasulullah tidak melarangku masuk (rumahnya ) dan tidak  memandangku kecuali memasang senyum untukku (wajah ), dan kesan di senyuman itu tidaklah menghawatirkan Jarir bin Abdullah ra, melainkan memuaskannya.

PRAKTEK
Tidak di ragukan lagi bahwa, menjelaskan materi pelajaran dengan cara  komunikatif ‘ merupakan media yang baik (dalam proses belajar mengajar )Akan tetapi media ini ebih efektif lagi jika di barengi dengan metode praktek, yaitu menggabungkan antara teoritis dan praktis. Jika di terapkan secara bersamaan dalam suatu pengajaran, maka memperkuat akan pengetahuan anak murid dan tidak akan capat lupa.
Metode ada yang dari sisi guru dan ada yang dari sisi murid, artinya ada yang harus di lakukan oleh guru, dan ada yang ada dilakukan oleh murid, selanjutnya akan di jelaskan sebagai berikut :
A.    Praktikum Guru

1.      Dalam hadis yang di riwayatkan Sahal bin Sa’ad, terdapat gambaran salat Nabi Saw di atas mimbar, ia berkata ;aku melihat Rasulullah Saw salat di atas mimbar dan bertakbir di atasnya. Kemudian beliau ruku’ dan masih tetap di atasnya. Kemudian beliau turun dan mundur ke belakang, lalu sujud di atas mimbar yang asli, kemudian mengulangi salatnya lagi yang ketika telah selesai, beliau menghadap ke arah manusia seraya berkata ; wahai manusia apa yang telah saya lakukan ini adalah untuk menyempurnakan dan mengajarkan kepedamu tentang tata cara salatku.
2.      Dari anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat, hal itu menyusahkan beliau sehingga di wajahnya terlihat (kesal). Kemudian beliau berdiri dan menggosok dahak itu dengan tangannya. Lalu beliau bersabda ; Apabila salah seorang di antara kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhan – Tuhan berada di antara ia dan kiblat , maka janganlah meludah di depan kiblat, tetapi diarahkan kekirinya atau di bawah telapa kakinya.  Kemudian beliau mengambil ujung serbannya dan meludah di dalamnya, kemudian membungkusnya, lalu beliau bersabda ; atau melakukan seperti ini.
Komentar Ibnu Hajar tentang sabda beliau ;kemudian beliau mengambil ujung sorbannya. Terdapat penjelasan tentang tindakan atau praktek Rasulullah yan memperkuat pengetahuan seorang murid. “

3.      Contoh lain, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadis itu di sebutkan bahwasannya Utsman bin Affan ra bersabda, kemudian ia berkata ; Rasulullah Saw bersabda ; Barang siapa yang berwudhu’ seperti wudhuku ini. Kemudian salat dua rakaat dan ia tidak berbadas, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.
Ibnu Hajar berkata ; Dalam hadis itu terdapat pengajaran praktek yang dapat di pahami lebih dalam oleh murid.
4.      Contoh lain, seperti sabda  Nabi Saw dalam bab Haji ; ambilah oleh kalian dariku tentang tata cara manasikmu, dan masih banyak bagi contoh metode praktek lainnya.
Oleh  karena itu , bagi seorang pendidik atau guru seyokyanya memperhatikan metode ini, karena terdapat mamfaat yang sangat besar terhadap tingkat penguasaan suatu pengetahuan. 
Menambahkan keterangan di atas, metode ini lebih mendekatkan jarak antara guru dengan murid dalam memberikan tauladan, Akan tetapi metode ini tidak bisa berjalan secara instan. Pengajaran seperti ini membutuhkan waktu yaitu: guru terlebih dahulu menyediakan air, kemudian mempraktekkannya di depen anak murid, serta menyuruh mereka untuk mempraktekkaan ulang atas apa yang mereka saksi kan dari gurunya. Begitu pula tata cara mempraktekkan salat.dan laain sebagainya. Karena itu, metode ini tidak di terapkan di semua materi pelajaran, melainkan dalam materi yang di pandang penying dan perlu menggunaakn pendekatan praktek agar lebih melekat dalam hati anak murid.

B.     Praktikan Murid

1.      Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Saw masuk masjid, lalu masuk pula seorang lelaki dan melaksanakan salat. Kemudian datang kepeda Nabi Saw dan mengucapkan salam, lalu beliau menolak salam itu dan berkata; kemballa. h lalu salatlah,karena sesungguhnya kamu belum salat. Kmudian lelaki itu kembli dan salat seperti salatnya tadi. Kemudian ia datang kepada Nabi dan mengucapkan salam untuknya. Lalu Rasulullah menjawab;”Alaikas salam.. kemudian beliau bersabda; kembalilah dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum salat. Hal itu terus di lakukan sampai tiga kali. Lalu lelaki itu berkata; lantas bagaimana yang benar, adakah yang lebih baik dari ini, ajarkanlah  kepedaku!” Beliau bersabda; jika kamu berdiri untuk salat berakhirlah kemudian bacalah ayat- ayat Al quran yang gampang, kemudian ruku’lah hingga kamu ruku’dan tuma’ninah. Seanjutnyaangkatlah (tanganmu),sehingga kamu berdiri i’tidal, lakukanlah hal seperti itu di setiap salatmu.
Hadist ini merupakan bentuk pengajaran Nabi Saw tentang bagaimana seseorang yang salatnya tidak benar dan belum baik, yaitu dengan metode praktek ( untuk murid )atas kesalahan yang terjadi pada dirinya. Hal itu di jelaskan dengan tiga kali penolakan Rasulullah terhadap salat seseorang, hingga Nabi memerintahkan untuk mengulangi salatnya. Al qudli iyad mengatakan ; kalau ada yang mengatakan, kenapa Nabi Saw pertama kali diam, sehingga hal itu membutuhkan instropeksi ulang ? kami menjawab ; bahwasannya bahwasannya ketika kesalahan  lelaki itu  pppterbuka, diamnya Nabi Saw bertanda pencegahan dan sebuah petunjuk agar ia terlebih dahulu introspeksi atas kesalahan yang ada pada dirinya, sehingga ketika lelaki itu benar – benar tidak mengatahuinya, maka Rasulullah menjelaskannya dengan penjelasan yang bagus.

Ibnu Hadiq Al- Id berkaa : tidak di ragukan lagi bahwa hal itu adalah untuk menambah kadar serap murid,. Dimana setelah ia melakukannya berulang kal, terlebih dahulu menginstrospeksi, sehingga hal itu tidak terkesan tergesa – gesa.

Imam Nawawi berkata :adapun beliau tdak langsung  menyebutkan  kesalahan itu, adalah supaya lelaki itu lebih mengerti akan megerti akan defininya dan defini orang lain tentang bagian – bagian salat.

2.      Dari Anas  bin Malik, bahwasannya seseorang lelaki bertanya kepada Nabi Saw tentang waktu salat fajar (subuh . lalu beliau berkata ; salatlah besok bersamaku. Lalu Nabi salat subuh di akhir malam ( malam pertama . dan ketika hari kedua beliau mengakhirkannya hingga langit terang. Kemudian beliau bertanya:manakah lelali yang bertanya tentang salat subuh ?lelaki itu menjawab : saya wahaii Rasul. Lalu beliau berkata :bukankah kamu telah hadir bersamaku (salat)kemaarin dan hari ini ?ya .Rrasulullah berkata lagi ; waktunya adalah di antara kedua waktu itu.

Ibnu Abdul Bar berkata; penjelasan suatu tindakan, kadang cocok dengan tindakan apa yang telah ia ucpkan. Nabi bersabda ; kabar tu bakan seperti penonton.

PENYAJIAN PELAJARAN SECARA PROPORSIONAL
Akal dan kemampuan manusia berbeda- beda, baik dari individu dengan individu lainnya. Maupun suatu komunitas dengan komunitas lainnya. Hal itu merupakan realitas yang juga di alami oleh anak murid dalam satu kelas. Dimana tingkatan kecepatan dalam memahami pelajaran atau menjawab pertanyaan guru berbeda – beda. Banyak hadis Abu Said Al Khudri yang menjelaskan hal itu, di antaranya yang riwayatkan dalam kitab shahih ; Dari Abu Sa’id Al- Khudri ra berkata ; bahwahsannya Rasulullah duduk di atas mimbar dan berkata ; hamba yang di pilh Allah antara seseorang yang di limpahkan bunga kehidupan dunia dan dan antara orang yang di dekatnya, (adalah )Allah memiih orang yang di dekatnya. Abu Baqar menangis dan berkata ; aku menembusmu dengan nenek moyangku. Abu Sa’id berkata  ; Rasulullah adalah orang yang paling mengetahui tentang Nabi Saw dari pada kita.
Imam Nawawi mengatakan, bahwasannya Abu Baqar mengetahui Nabi Saw adalah hamba yang terpilih dan ia menangis karena sedih dengan perbedaann dan terputusny wahyu serta kebaikan lainnnya, selamanya. Rasulullah bersabda ;Sesungguhnya seorang hamba dan kekurangannya harus melibat kepada kepahaman ahli ilmu dan kepandaiannya.
Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata ; Ya, bahwasannya Abu Baqar As –siddqi adalah seakrab-akrabnya manusia kepada Rasulullah. Apabila manusia bertanya kepadanya, beliau menjawab dengan bahasa arab yang bisa di pahami oleh para sahabat dan bisa di pahami lebih dalam oleh Abu Baqar aerta tidak bertentangan dengannya.
Sistem penyampaian ilmu ke pada anak murid, kadangnya juga berkaitan. Diantaranya dengan cara ; penjelasan, yaitu dengan menjelaskan suatu materi pelajaran.sistem ini bisa di katakan yang paling baik untuk membuka kepahaman murid, hal itulah yang merupakan sesuatu sangat penting bagi guru untuk mengetahui kadar pemikiran murid, sehingga hal tersebut dapat membantunya dalam membatasi materi pengetahuan yang akan di sampaikan serta meringkasnya, sehingga sesuai dengan akal dan kemampuan murid.
Pembahasan ini dapat kita lihat dalam sebuah riwayat; dari Aisyah ra berkata; saya bertanya kepada Nabi tentang sebuah dinding apkah dindig dari baitullah ? beliau menjawab ; ya, lalu saya bertanya kenapa mereka tidak memasukkan dinding ii kedalam baitullah ? beliau menjawab ; bahwa kaummu itu sedikit berinfak, la;u saya bertanya lagi kenapa pintunya di buka tinggi? Beliau menjawab; hal iu di lakukan kaummu supaya mereka dapat masuk dari mana pun  mereka sukai. Meskipun kaummu itu tidak hidup di masa jahiliyyah, tapi aku kawatir hati mereka masih menolak memasukkan dinding ini di bairullah dan menempelkan pintunya (di bumi/ tanah ).
Jadi Nabi Saw meninggalkan pembangunan ka’bah yang dulu telah  didirikan Nabi Ibrahim AS, demi untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan. Dimana Bani Quraisy terlalu menggagungkan ka’bah, sehingga Nabi khawatir jangan – jangan karena masa mereka dekat dengan islam, lalu mereka membangun ka’bah dengan bermegah- megahan.
Wahai guru !perhatikanlah olehmu, bagaimana Nabi Saw terpaksa meninggalkan sesuatu yang mulia ini (membangun ka’bah ).hanya karena khawatir orang – orang Quraisy tidak bisa memahami hal itu,. Untuklebih jelasnya. Ada dua contoh dari bberapa murid Nabi Saw;
Pertama; yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, dari Ali bin Abi Thalib ra, berkata ; berbicaralah kalian kepada manusia tentang apa yang mereka ketahui, apakah kalian senang membohongi Allah dari Rsul-Nya.
Kedua; yang diriwatyakan oleh Imam Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud berkata ; janganlah kamu berbicara pada suatu   kaum tentang suatu pembicaraan yang tidak bisa di capai oleh akal mereka., kecuali hal itu bagi sebagian dari mereka merupakan bencana.
Dua hadist di atas merupakan penjelasan tentang dampak berbicara kepada manusia tentang sesuatu yang tidak dapat  di pahami oleh akal mereka. Sehingga meskipun suatu pembahsan itu berasal dari Rasulullah, tetapi jika akal mereke tidak cukup memahami, maka sebaiknya hal tersebut di larang supaya tidak terjdi bencana. Dalam hal ini seorang guru punya andil dan tanggung jawab yang besar untuk menabarkan suatu masalah dengan ibarat yang jelas, bisa di pahami dan sesuai dengan kadar kemampuan murid, sehingga mereka tidak menjadi bingung dan tidak sulit lagi dalam memahami suatu pengetahuan.
Dalam kitab ibya’ulumuddin Imam Ghazali berkata mengikuti saran :tugas keenam yaitu memberikan materi – materi pelaajaran sesyai degan kadar kemampuan murid dan tidak memberikan suatu pembahasan yang tidak dapat di cakup oleh akal nya. Hal ini  mengikuti saran Nabi Saw, beliau bersabda ; kami adalah para nabi yang di turunkan kepada manusiia di tempat mereka masing – masing dan berbicara kepada mereka \sesuai dengan kadar kemampuannya.
Diriwayatkan oleh hakim dalam tarikhnya, sanatnya dari Abu Kudamah dari Nadlar bin Syamil berkata ; kahlil pernah di tanyai tentang suatu masalah , lalu ia lamban menjawabya Abu Kudamah berkata ‘ lalu aku berkata ; apakah masalah ini perlu di pertimbangkan? Ia menjawab ; saya pernah menjawab masalah itu. Akan tetapi dalam hal ini, saya ingin memberi jawaban untukmu, sebuah jawaban yang lebih cepat di pahami.  Abu Kudamah berkata; lalu aku menceritakan hal itu kepada Abu Ubaid dan ia melaksanakan. Dalam Tarikh Abdullah bin Ja’far As Syarkhasyi Abu Muhammad Al Faqih telah bercerita kepadaku Muhammad bin Hamid, telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ahmad saya mendengar Rabi’ saya mendengar syafi’i berkata; andaikan Muhammad bin Hasan berkata kepada kami sesuai dengan kemampuannya tentu kami tidak mengert, Akan tetapi beliau berkata kepada kami sesuai dengan kadar kemampuan kami, maka mengertilah kami.

DIALOG DAN RASIONALISASI
Seperti hlnya akal dan kemampuan manusia yang berbeda kadar pemahaman dan tingyangskat kecerdasan, berbeda pula kadar kecerdasan mereka terhadap perintah Allah dan larangannya. Ada di antara mereka yamg tidak puas dengan dalil, kecuali setelah jelas hikmah dari padanya syariah tersebut. Namun ada juga dari mereka yang mersa puas dengam daalil itu.
Pada umumnya begitu pula yang terjadi pada murid, di antara mereka ada sebahagian mereka tidak puas dengan sebagian kaidah – kaidah dan asas – asas yang telah di sisihkan oleh ulama, kecuali jika jelas hikmahnya, ada juga di antara mereka yang tidak bisa mencapai kepahaman yang sempurna kecuali setelah kaidah ataupun masalahnya di simpulka. Hal seperti ini bisa di jelaskan dengan cara dialog dan rasionalisasi sebagai berikut;
1.       Dari Imam Ahmad dari Abu Umammah berkata ; seorang pemuda daang kepada Nabi Saw lalu berkata; beritakanlah kepadaku perihal zina. Lalu suatu menhadapnya dan mengusirnya mereka berkata; pergi, pergi !Abu Umamah beekata; rasul mendekatinya, sehingga beliau dekat sekali dengan pemuda itu. Ia juga berkata; lalu nabi duduk dan berkata ; Apakah kamu senang berzina dengan ibumu?pemuda itu menjawab tidak, demi Allah ,jadikanlah saya penebusmu,. Rasulull; ah bekata :manusia juga tidak senang berzina dengan ibu mereka lalu beliau berkata; apakah kmu senang berzina dengan anak perempuan kamu? Ia menjawab; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Rasulullah berkata; manusia juga tidak senang berzina dengan anak – anak perempuan mereka. Lalu Rasulullah bertanya; apakaah kamu senang berzina dengan saudara  perempuanmu ?  ia menjawab,; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Raulullah berkata; manusia juga tidak senang berinadengan saudara- saudara perempuan mereka dll. Abu Umamah berkata; lalu beliau meletakkan tangannya di atas pemuda itu dan berkata; Ya Allah ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, serta jagalah kemaluannya, sehingga tidak ada laagi pemuda yang berbuat demikian sesudah ini.
Dalam hadis itu terkandung keagunggan Rasuullah, pengajaran serta muamalah beliau yang baik, yaitu dala kasus seorang pemuda yang telah mengerti maksud zina.  Oleh sebab itulah, pemuda itu berkata beritaukanlah kepadaku perihal zina? Dan dia juga tidak takun aakan sikap sahabat dan antusias mereka terhadap agama Allah. Dan apa yang dilkukan Rasul tidaklah mengusir pemuda itu seperti yang dilakukan sahabat dan beliau juga tidak langsubg bekata zina itu haram dan akhibatny adalah siksa yang pedih. Semua hal tersebut di atas tidaklah dilakukan oleh Nabi, karna dalam masalah ini, pemuda itu juga belum paham. Akan tetapi solusi yang di ambil beliau adalah dengan dialog yang rasionalisasi. Karena hal itulah media yang terbaik dalam menjelaskan masalah ini. Renungkanlah media ini maka, akan jelaslah bagimu akan keagungan sang guru umat.
2.       Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya seorang lelaki memdatangi Nabi, lalu berkata;wahai Rasulullah anakku terahir hitam. Lalu nabi sawberkata; apakah kamu mempunyai unta? Ia menjawab ; ia, lalu Nabi bertanya ;Apa warnanya?ia, menjawab : merah. Lalu Nabi bertany lagi; adakah yang berwarna keabu- abuan ? ia menjawab ; ia, menyerupai induknya, Nabi lalu berkata ; anakmu juga menyerupai induknya. (ibunya)
Lelaki itu  adalah seorang baduwi yang datang meminta pendapat dari beliau tentang keganjilan anakya yang terakhir hitam, yang lain dengan warna kulitnya dan kulit ibunya( isterinya). Lalu Rasulullah menjelaskannya dengan rasio yang mudah. Serta mengajaknya berdialog dan memberikan contoh dari apa yang ia miliki, supaya hal itu lebih gampang di pahami, yaitu katika Nabi Saw bertanya, apakah  unta- untanya ada yang lain dari induknya ? ia menjawab, ; ya, jadi kalau bagitu, apapun  bentuk  dan warna kulit anaknya tetap ia adalah hasil dari manusa.
Renungkanlah olehmu, bagaimana Nabi Saw berdialoqdan menggunakan rasionalisasi yang sederhana dan jelas.
Jadi intinya, bahwa apa yang di beritahukan Nabi Saw adalah mungkin, bahwa anak itu memang anaknya. Karena apa yang dikatakan Nabi Saw bukanlah omong kosong. Melainkan wahyu yang telah di turunkan kepadanya. Sehingga, ketika Nabi Saw mengetahui akan keadaan orang baduwi itu serta kebodohannya, beliau menjelaskannya hingga jiwa nya dan hati orang baduwi itu merasa tenang dan puas. Apa yang dilakukan Nabi Saw merupakan satu hikmah bagi orang baduwi itu dan generasi seterusnya.
3.       Dari Ibnu Abbas bahwasannya seorang wanita datang kepada  Nabi Saw, lalu ia berkata ; bahwasan ibuku bernazar naiik haji, tetapi ia meninggal sebelum berhaj, apakah saya harus menggantikanny? Rasulullah menjawab ; ya, berhajilah untuknya, beliau bersabda; pernahkah kamu berfikir, ibumu mempunyai hutang, apakah kamu yang akan membayarnya? Wanita itu menjawab ;ya, lalu beliau berkata; maka tunaikanlah oleh mu apa yang menjadi kewajiban mayit, karena Allah adalah lebih dengan penunaian itu.

BERCERITA
Cerita mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk menarik simpati murid, serta mengaktifkan seluruh perasaannya kepada guru (sang pencerita). Hal itu, dikarenakan sebuah cerita pada dasarnya banyak di senangi orang untuk mengingat kembali kisah masa lalu., beberapa kjadian, keganjilan dan lain- lain. Mamfaatnya adalah, bahwa bercerita (kepada murid ) merupakan sesuatuyang jelas dan tidak mudah di lupakan. Oleh karena itulah, Al qur an benar- benar memperhatikan penuturan cerita-cerita, demi menghibur diri, memantapkan maksud, mengambil pelajaran, mengatahui serta menghafalkan kejadian-kejadian masa lalu.,
Dalam Al qur an, penuturan suatu cerita bukan sekedar menghibur pembaca, melainkan untuk di renungi berbagai permasalahan  tauhid dan hukum-hukum Allah yang sudah pasti ketettapannya. Contoh hukum – hukum fiqih yaitu seperti firman Allah yang bercerita tentang Nabi Yusuf As ;  dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya.
Pelajaran fiqih yang dapat kita ambil dari ayat itu adalah;  ju’alah (upah ) dan kafalah (jaminan ). Firman-Nya :siapa yang dapat mengembalikannya akan memeroleh bahan makanan (seberat) beban unta. Maksudnya adalah memberikan upah bagi orang yang menemukannyya. Dan firman- Nya :aku menjamin terhadapnya. Maksudnya adalah jaminan.
Karena itu dapatlah di mengerti, bahwa sebuah cerita mempunyai peranan yang besar dalam memberi pelajaran kepada manusia. Rasulullah juga pernah bercerita kepada sahabat – sahabatnya, yaitu dengan tujuan memberi pelajaran dan pendidikan bagi mereka.
Diriwayatkan, bahwasannya. Khobab ra datang kepada Rasululah untuk mengadu perilaku jahat orang quraisy, (hal itu terjadi di awal-awal dakwah islam di mekah). Khobab berkata; saya mengadu hal itu kepada Rasulullah dan beliau sedang tiduran berbantal kain bergaris di bawah naungan ka’bah. Lalu saya berkata; tidakkah engkau menolongku, dan tidakkah engkau mengajakku (mencari keselamatan). beliau lalu bersabda ; telah terjadisebelum kalian seorang lelaki yang di culik, lalu di buatkan juga celah dengan memakai gergaji, di letakkan di atas kepalanya dan di jadikan dua bagian. Kemudian di cap dengan cap-cap yang terbuat dari besi dan bukan terbuat dari daging dan tulangnya.makaapakah hanya karena itu, ia lantas berpaling dari agama Alah. Hal itu merupakan karunia Alllah sehingga pengendara yang berjalan dari suna’a Hadral maut, tidak takut lagi dengan serigala yang akan memangsa kambingnya, kecuali hanya kepada Allah akan tetapi kalian terlalu terburu-buru.
Dalam carita yang telah di tuturkan oleh Rasululah tersebut, terdapat hikmah dan nasehat yang tidak bisa di ketahui kecuali oleh mereka-mereka yang bener- bener mau merenung. Dalam hadis ini juga ada terdapat cobaan dan penyiksaan terhadap orang-orang ahli tauhid. Selain itu, juga terdapat sesorang yang hatinya benar-benar kokoh, sehingga tidak mau berpaling dari agama Allah, meskipun di bayar dengan nyawanya. Dalam hadis itu pula terdapat informasi mistik ketika menjelaskan realitas  agama, juga terdapat keutamaan sabar dan kehinaan bersikap terburu-buru, kendatipun banyak cerita-cerita dalam hadis tersebut yang tidak panjang penuturannya namun cukup sebagai isyarah. Di antaranya cerita tentang tiga orang (oorang buta, kusta dan botak)yang selalu di datangi oleh raja. Cerita tentang tiga orang yang berlindung di gua, sehingga mereka tertutup oleh batu besar. Adalagi cerita tentang Nabi Musa bersma Khaidir, serta masih banyak lagi cerita-cerita lain.
Untuk itulah,wahai guru ! janganlah sekedar bercerita,tetapi jelaskanlah sisi nasehatnya, faedah-faedah yang keluar dari cerita itu, serta menjelaskan juga hukum-hukum syariah (agama) yang ada pada cerita itu, jika memang ada ulasannya.

PERUMPAMAAN
Seorang guru membutuhkan suatu media untuk mendekatkan suatu masalah yang sulit, sertamenjelaskan suatu pembahasan yang rumit, artinya jika seorang guru  memberikan pengetahuan yang sulit bagi muridnya, maka ia juga butuh media yang lain yang dapat membantu memecahkan masalah,sehingga seorang murid dapat mempelajarri dengan mudah permasalan itu.
Perumpamaan; bentuk penganologian dan sejenisnya yang berguna sebagai pengambaran, dan penjelasan. Dalam Al qur an banyak sekali di sebutkan perumpamaan –perumpamaan. Di antaranya, seperti firman Allah ; tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang )kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan –perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk, seperti pohon yang buruk, yang telah di cabut dengan akar –akarnya dari permukaan bumi.
Dari Ibnu Abbas, bahwasannya Allah Swt berfirman ; tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yan baik. Maksud pohon yang baik di situ adalah orang mukmin, sedangkan  akar yang tegak  di bumi dan cabangnya( yang menjulang )di langit adalah bahwa orang mukmin berkata dan bertindak di bumi. Kemudian perkataan dan tindakan itu akan sampai ke langit dan dia tetap di bumi.
Dan dalam firman Allah ; Allah membuat perumpamaan – perumpamaan itu untuk manusia, supaya mereka selalu ingat . dalam hal ini As Syauqani berkata; dalam perumpamaan itu terdapat penuturan , pemahaman dan pengambaran yang lebih. Ibnu Sy’dy juga mengatakan bahwa dalam perumpamaan itu identik ./dengan makna yang rasional dan bisa di raba, seperti halnya makna yang di kehendaki Allah.
Hal di atas sanatlah jelas , dan iniah karunia- Nyadan bentuk pengajaran –Nya yang baik. Segala puji bagi Allah ,sang maha sempurna. Abu Baqar Al- Jazairi berkata; petunjuk dari ayat-ayat tersebut sangat bagus , jika seseorang dapat memberikan perumpamaan demi untuk mendekatkan makna itu kepada hati.
Rasulullah juga banyak mencantumkan perumpamaan – perumpamaan dalam hadisnya, hal itu, karena beliau mengetahui bahwa dalam perumpamaan itu terdapat kekuatan yang dapat mendekatkan maknanya dan menjelaskan maksudnya (dalam hati).  Di antaranya yaitu;
1.      Dalam kitab sahih dari hadis Abu Musa Al- Asy-ari dari Nabi Saw bersabda; perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-qur an adalah seperti buah utrujah, rasanya enak dan baunya juga enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak mau membaca Al quran adalah seperti buah anggur, rasanya enak tetapi tidak ada baunya. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al quran adalah adalah seperti buah raybanah, buah nya enak tapi rsanya pahit.perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al quran adalah seperti buah bandlalah, tidak punya bau dan rsanya pahit.

Wahai guru!lihatlah perincian hadis tersebut, kemudian renungkanlah perumpamaan ini dalam menjelasakan hakikat orang mukmin dan munafik yang membaca Al quran dan yang tidak membaca Al quran.

2.      Dari Nuwas bin Sam’an Al Ansari dari Rasulullah Saw bersabda ; Alllah telah membuat perumpamaan tentang siratal mustaqim (jalan yang lurus), yang dua sisi nya terdapat dua pagar pada nya ada dua pintu yang terbuka dan di atas pintu-pintu itu terdapat tirai yang tipis. Di atas pintu shirat itu ada yang memanggil ; wahai manusia masuklah ke shirat itu dan janganlah membukanya. Adalagi suara yang memanggil dari perut shirat, sehingga ketika ada orang yang ingin membuka sala satu pintu-pintu itu, ia berkata ;celakalah kamu !jangan buka, jika kamu membukanya juga, berarti kamu memang orang yang keras kepala.

Shirat disima adalah islam, dua pagar adalah batasan – batasan Allah. Pintu-pintu yang terbuka adalah larangan-larangan Allah. Sedangkan yangmemanggil di atas jalan iitu adalah nasehat Allah terhadap setiap orang mukmin.

3.      Dari Abu Hurairah ra ,bahwasannya , Rasulullah Saw bersabda; perumpamaan aku dan Nabi- nabi sebelumku, adalah seperti seorang lelaki yang membangun rumah. Lalu aku memperbaikinya dan memperindahkanny, kecuali satu tempat baru di ujung rumah itu, sehingga manusia mengelilinginya dan mengaguminya. Lalu mereka berkata; mengapa batu itu belum di letakkan ?beliau menjawab ; Akulah batunya, karena aku adalah Nabi terakhir.
Ibnu Hajar berkata;perumpamaan para Nabi dan apa yang merak bawa adlah seperti halnya sebuah rumah yang di bangun faedah-faedahny, di tinggikan bangunannya, sehingga hanya tertinggal satu tempat saja yang akan menyempurnakan bentuk rumah itu. Kemudian Ibnu Hajar berkataa lagi; dalam hadis itu terdapat perumpamaan yang bisa di pahami ,dan tentang keistimewaan  Nabi Saw di bandinkan nabi-nabi lain. Dan Allah menjadikan beliau seoran utusan yang terakhir dan yang menyempurnakan syariah agama.

ANTUSIASME
                Semangat merupakan suatu metode yang dapat menggugah kemauan dan mencerdaskan diri, pada dasrnya, jika seseorang senang mencari hal-hal yang baru. Karena itu, motivasi atau semangat sesorang guru dapat menjadikan seorang murid antusias untuk mengetahui hal-hal yang ia inginkan. Penjelasan hal tersebut dapat dilihat dalam hadis yang di riwayatkan oleh Abu Said Al M’la ra;
1.       Ia berkata; suatu waktu saya salat di mesjid. Lalu Rasulullah memanggilku, dan aku tidak menjawabnya,. Aku berkata; Wahai Rasulullah saya sedang salat, kemudian beliau bersabda; tidakkah Allah berfirman Jawablah Allah dan Rasul-Nya,jika ia memanggil kalian atas apa yang di wahyukan untuk kalian ?kemudian beliau berkata kepadaku; saya akan memberitaukanmu tentang surat Al quran yang pling agung?  Beliau menjawab; Alhamdulillah hirabbil Alamin ,yaitu surat sab’ul mastani(Al fatihah).

Dalam  hadis ini jelas terlihat keantusiasan sahabat untuk mengetahui surat Al quran yang paling agung, sampai –sampai ia tidak lagi bersabar dan tidak tahan menanti Rasulullah, sehingga ia bergegas berkata, Tidakkah engkau ya Rasulullah yang berkata; saya akan memberitahu kepadamu tentang surat Al quran yang paling agung?
2.       Contoh yang lain, seperti hadis Imam Muslim, dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah bersabda; berkumpulah, karena aku ingin membacakan untuk kalian sepertiga Al quran . a;u satu persatu mereka berkumpul. Kemudian nabi keluar dan membacakan ; qulhuwallahu Ahad .kemudian beliau masuk. Sebagian kami lalu ada yang mengatakan ; saya melihat bahwa kabar ini adalah dari langit, karena itulah beliau masuk . kemudian Nabi keluar lagi dan berkata; saya mengatakan bahwasannya saya akan membacakan untuk kalian sepertiga dari Al quran. Ingatlah, bahwa surat itu ( Al iqhlas), sebanding dengan Al qur an
Ingatlah, bahwa ucapan dan tindakan Rasulullah mempunyai dampak yang besar atas keantusiasan mereka mendengarkan sepertiga Al qur an dari Rasul. Daalam cerita ini ada beberapa faedah, di antaranya yaitu; petunjuk yang jelas tentang keistimewaan membaca surat Al ikhlas, serta membuat para sahabat antusias mendengarkan epertiga Al quran dari lisan Rasulullah . selain itu, melalui sabda beliau; berkumpullah , dan tindakannya yang keluar- masuk lebih mengesankan (para sahabat)untuk mengingat cerita dan kejadian itu.
3.       Diriwayanytkan oleh Imam Ahmad, dari Anas bekata; suatu kali kami duduk bersama Rasulullah, beliau lalu berkata ; akan muncul pada kalian saat ini seorang lelaki dari golongan ahli surga. Lalu bersamaan dengan itu akan muncul seorang lelaki dari anshar, yang dari janggutnya  masih menetes air wudhu’ dan di tangan kirinya tergantung sandalnya, ke esolan harinya Rasululah bersabda; seperti ucapannya kemaren bersamaan dengan itu muncul pula lelaki yang pertama itu,. Memasuki hari ketiga Rasulullah msh bersabda seperti ucapan nya yang terdahulu , lalu muncul pula seoran lelaki yang seperti kemarin- kemarinnya, sehingga ketika Rasulullah berdiri, Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki itu dan berkata kepadanya; Aku konflik dengan ayahku ,dan aku bersumpah tidak akan kembali ke rumah selama tiga hari, sehingga ssetelah aku melihatmu aku ingin tinggal bersamamu hingga selesai apa yang telah engku lakukan, lelaki itu lants menjawab ; ya( boleh saja). Anas berkata ; lalu Abdullah bercerita ,bahwa beliau benar-benar menginap di rumah lelaki itu selama tiga hari dan ia tidak melihat lelaki itu bangun di malam hari, kecuali ia bangun tidur sambil bicara , berguling-guling di tempat tidurnya sambil berzikir, kepada Allah dan selalu berzikir, hingga ia salat subuh, Abdullah berkata aku tidak mendengar apa-apa darinyakecuali hanya kebaikan ,ketika tiga hari telah lewat, aku meremehkan amal nya seraya berkata kepedenya; sebenarnya antara aku dan ayahku tidak ada amarah ,juga tidak ada hijrah, tapi ketika aku mendengar Rasulullah bersabda tiga kali; akan muncul pada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan ahli surga. Lalu bersamaan dengan itu kamu muncul tiga hari berturut- turut , sehingga aku ingin tinggal bersamamu demi untuk melihat amalmu. Akan tetapi (setelah aku tinggal bersamamu selama tiga hari ), aku tidak melihat dirimu melakukan amaalan yang besar,. Lalu apa kelibihanmu , sehingga Rasulullah berbicara tentangmu? Lelaki itu menjawab seperti yang telah kamu lihat. Dan ketika aku terus menguntitnya , ia lalu memanggilku dan berkata; tidak ada amalan yang kamu lihat dariku, kecuali aku tidak  pernah dendam terhadap orang-orang muslim dan aku tidak pernah iri kepada seorang atas kebaikan apa yang diberikan Allah kepadanya. Lalu Abdullah berkata; betulkah hanya ini kelebihanmu.
Dalam cerita tersebut terdapat sikap antusias Abdullah bin Amr bin Ash untuk bisa mengetahui kenapa Rasulullah berbicara tentang laki-laki itu ,sampai beliau mengatakannya tiga kali; akan datanglahlah kepada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan ahli surga. Tidak diragukan , bahwa apa yang ada dalam cerita itu jelas terkesan bentuk metode keantusiasan.



GERAK TUBUH
Seorang guru tidak boleh menafikan hal ini, yaitu gerak tangan ataupun kepala ketika ia sedang mengajar (karena hal itu  memang terjadi pada orang yang berbicara apapun bentuk pembicraannya). Akan tetapi, apakah memfungsikan gerak tersebut dapat menghasilkan suatu pengajaran yang baik, ? jika seorang murid memperhatikan  gerak diam seorang guru , maka hal itu adalah cerminan dari apa yang ia bicarakan. Artinya pembicaraan guru adalah berpengaruh pada gerak tangan dn kepala, dalam gerak tubuh seorang guru terhadap beberapa mamfaat.
Pertama ;menambahkan kejelasan dan menguatkan perkataan , hal ini di ambil dari hadis Jarir ra tentang ibadah haji Rasulullah ;
1.       bahwasannya  Rasulullah menghimbau sahabat-sahabatnyayaitu; barang siapa yang tidak menghatur kan qurban , maka bertahullah setelah ia selesai melakukan thawaf antara shafa da marwah , dan jadikanlah ibadah itu sebagian umrah. Nabi Saw bersabda; jika aku melakukan apa yang telah aku lakukan , maka aku tidak menghaturkan kurban,dan menjadikan kedatang saya ini sebagai umrah , Barang siapa yang diantara kalian tidak ada kurban bersamanya,  maka hendaklah ia tahallul dan menjadikan ibadah yaitu sebagai umrah .lalu saraqah bin malik bin Jasam berdiri, seraya berkata ; wahai Rasulullah !apakah untuk tahun ini saja, apa untuk tahun ini saja, apa untuk selamanya ?Rasulullah lalu mempersilangkan jari-jemarinya dan berkata; umrah tercakup ke dalam haji, tidak untuk dua kali masa, tetapi untuk selam-lamanya.
Petunjuk dari hadis ini adalah, Rasulullah mempersilangkan jari-jemarinya adalah demi untuk menjelaskan dan mengutkan bahwasannya hukum tersebut adalah untuk selamanya. Sehingga tidak di ragukan lagi bahwa dalam gerak tubuh( guru), terdapat makna yang kuat serta lebih menguatkan suatu perkataan.
3.       Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah menyinggung tentang hari jum at beliau bersabda; dalam hari jum at tiada waktu yang tiada bertepatan seorang hamba muslim yang sedang melakukan salat dan memohon sesuatu kepada  Allah , niscaya Allah mengabulkan permohonannya.kemudian Rasulullah memberi isyarat dengan tangannya, yaitu yang menandakan bahwa waktu itu sebentar.

Jika hadis di atas direnungkan , maka jelaslah bahwa isyarat Nabi tersebut mengandung makna yang lebih dari apa yang beliau ucapkan, yaitu; bahwasannya wakyu itu adalah sebentar untuk memperoleh sesuatu yang agung, dan ini adalah karunia Allah untuk makhluk-Nya. Zain Ibnu Munir berkata;isyarat yang sebentar adalah, karena sesuatu yang di senangi dan merupakan suatu anjuran karena ada sedikit waktu nya yang banyak faedahnya.

Kedua; menarik perhatian dan memperkuat pemahaman. Hal itu telah di singgung dalam hadis di atas yaitu yang telah di sebutkan oleh Jabir  bin Abdullah ra, yaitu ketika Rasulullah memberikan ceramah kepada manusia di wakyu hari arafah, Dalam ceramahnya beliau banyak sekali menjelaskan tentag sesuatu yang agung , kemudian setelah beliau kembali (sampai) kepada mereka beliau bersabda;
1.       Kalian mau bertanya epadaku apa yang ingin kalian katakan?bereka berkata; kami telah menyaksikan engkau telah kembali , telah menunaikan ibadah dan telah memberi nasehat. Lalu beliau bersabda; sambil mengangkat jari telunjuknya ke langit dan melemparkannya kepada manusia. Ya Allah saksikanlah (sampai  tiga kali).dalam pengangkatan jari telunjuk Rasulullah ke langit,serta pemberian isyaratnya kepada manusia , sangatlah menarik perhatian mereka (terhadap perkara yang penting itu)yaitu kedudukan saksi atau  tabliq.
2.       Abu Aliyah Al bara ‘ telah menuturkan ( tentang keterlambatan )  ibnu Ziyad dalam salat, lalu ia mngutarakan hal itu pada Abdullah bin Shamit, ia menggigit bibirnya dan memukul pahaku, lalu ia berkata ; saya telah bertanya kepada Abu Dzar seperti apa yang kamu tanykan padaku dan dia memukul pahaku seperti aku memukul pahamu seraya beliau berkata; salatlah tepat pada waktunya, dan jika engkau menemukan suatu jamaah , salatlah bersama mereka dan jangan berkata; saya sudah salat , jadi aku tidak salat. Abul Aliyah berakata dalam syarah Imam Muslim ,lalu beliau memukul pahaku , maksudnya adalah sebagai peringatan dan menanamkan kepahaman atas apa yang telah beliau ucapkan.
Ketiga; simpel (ringkas). Hal ini seperti hadis yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas;
1.       Rasulullah bersabda ; Aku di perintahkan sujud dengan tujuh anggota, yaitu dahi seraya, beliau menunjukkan hidungnya. Kedua tangan dan kedua lutut dan kedua telapa kaki.
Perhatikanlah apa yang telah beliau sabdakan ; Aku di perintahkan supaya sujud dengan tujuh anggota , kemudian beliau juga bersabda; dahi-seraya beliau menunjukkan hidungnya, hal itu sangat jelas bahwa hidung bagian dari dahi arinya bahwa ia seakan –akan dua anggota yang menjadi satu. Di situ juga terlihat bentuk-bentuk ringkasan, yang baik, yaitu ketika beliau tidak menyebutkan ‘ hidung melainkan hanya dengan iyarat.
Perlu di perhatikan , jika beliau tidak menunjukan hidungnya ( isyrah),bisa jadi beliau  bersabda; dahi dan hidung, jadi ketika Nabi telah menujjukkan hidungnya sambil mengatakan dahi, maka penuturan hidung, tidak perlu lagi,.
2.       Dari Ibnu Abbas ra, bahwasannya Nabi pernah di tany tentang hajinya, beliau menjawab; saya berkurban sebelum jumrah , sambil memberi isyarah dengan tanganya , dan berkata; dan tidak berdosa, Beliau juga bersabda; saya memotong rambut sebelum jumrah sambil memberi isyarah dengan tangannya, dan berkata; dan todak berdosa.lalu beliau juga bersabda ; saya mencukur rambut sebelum berkurban , sambil memberi isyaratdengan tanganya; dan tidak berdosa.
3.       Dari abu Hurairah ra, dari nabi Saw bersabda; Ilmu di genggam kebodohan dan bencana akan timbul, dan kekacauan juga semakin bnyak. Dikatakan; Wahai Rasulullah apa itu kekacaua? beliau berkata; seperti ini, sambil bekiau mendoyongkan tangannya seakan –akan hendak membunuh.

SKETSA GAMBAR
Guru membutuhkan media pembantu yang memudahkan dalam menyampaikan pengetahuan kepada murid dengan optimal. Diantaranya yaitu dengan media papan tulis, yang berfungsi untuk menguakan sebuah penjelasan. Sebagaimana seorang guru yang menjelaskan suatu ilmu yang di serai dengan penulisan di papan tulis, dengan seorang guru yang hanya menjelaskan penjelasan dengan lisan saja, pasti yang pertama lebih jelas dan cepet di pahami. Dan hal ini, tidak membutuhkan argumen yang menguatkannya.
 Empat belas abadyang lalu, Rasulyllah telah mengajarkan sebagian hadis dan mengutkan penjelasannya dengan memakai sketsa atau gambar ,karena lebih memahamkan dan mudah di ingat.diantaranya yaitu;
1.       Dari Ibnu Mas’ud ra berkata;  Nabi Saw  membuat garis bersegiempat, lau membuat satu garis yang keluar dari tengah segi empat itu, kemudian membuat beberapa garis kecil di tengah ( dari sisinya yang ada di tengah).beliau lalu bersabda; ini manusia, ini jal, garis yang keluar ini adalah segala sesuatu yang fana. Jika ini salah, akan menggigit ini, dan jika ini salah ia akan menggigit ini.

2.       Dari  Abduah ibnu mas’ud ra berkata;Rasulullah membuat sebuah garis di tangannya,kemudia bersabda;ini jalan yang lurus.dan beliau juga membuat garis di samping kiri-kanan, kemudian bersabda;ini adalah jalan-jalan setan  kemudian membaca fiirman Allah  ini adalah jalan ku yang lurus, maka ikhlaskanlah dia,dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan itu mencerai beraikankan  kamu dari jalan – Nya..

Selanjutnya ada tiga hal yang mesti di perhatikan ;
1.       Seorang, guru harus memperhatikan kejellasan materi yang di gambarkan/di tuliskan.
2.       Yakin, bahwa semua murid dapat melihat sketsa itu dan menghilangkan  segala rintangan yang menghalangi  pandangan mereka.
3.       Menggunakan beraneka ragam warna, supaya lebih menarik.

29. ARGUMENTASI
Seorang kadan mempunyai masalah yang buntu, membingungkan serta tidak di temui tafsir ataupun jalan keluarnya  sehingga memfungsikan guru untuk menjelaskan apa yang  menjadi problemnya, di antara solusinya dengan metode argumentatif ,yaitu menjelaskansebab dan alasan terjadinya masalah ataupun suatu hukum. Argumentasi  dapat mrnyelesaikan  beberapa masalah yang sulit, serta menenangkan jiwa. Fungsinya lain yaitu, dapat menyerap masalah itu kedalam hati dan menjaganya dari kelupaan,  karena mengingat sesuatu yang ebih  di ketahui alasannya, adalah lebih gampang ,  contohnya seperti hadis;berikut ini.
1.       Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Rasulullah bersabda; ( jika lalat jatuh kedalam minuman salah seorang kamu, maka celupkanlah ke dalamnya. Lalu buanglah , karena pada salah satu sayapnya terdapapt penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat.
Jadi, andaikan dalam hadis itu tidak terdapat suatu alasan, maka hal itu akan menjadi kebingungan dan problem . , akan tetapi ketika dalam hadis itu tercantum suatu alasan , maka jelaslah sebab dan alasan pencelupan dan pembuangan lalat itu.
2.       ,dari Tsabit bin Dahak, berkata;  pada masa Rasulullah ada seseorang lelaki yang nazzar  ingin menyembelih inta di daerah biwanah . lalu nabi bertanya ; apakah di sana ada berhala, dari berhala- berhala jahiliyah yang di senbah? Mereka menjawab tidak, beliau lalu bertanya lagi metode ini berfungsi untuk Rasul  bersabda; penuhilah nazarmu,, karena tidak ada pemenuhan nazar  untuk maksiad Allah dan tidak pula pada suatu yang tidak dimiliki anak adam.

Dalam hadisitu di jelaskan bahwasannya seorang leaki bertanya kepada nabi tentang nazar yang akan ia lakukan di suatu tempat, yaitu Biwanah. Ketika lelaki itu menyebutkan  nama tempat itu, rasulullah minta penjelasan darinya dan bertanya kepadanya apakah di sana terdapapt berhala ,dan apakah di sana ada hari raya besar mereka? Ketika mereka menjawab tidak, ketika mereka jawab tidak , tidak ada kekhawatiran Rasulullah bahwa tempat ini adalah tempat maksiat, sehingga beliau memberi izin kepada lelaki itu, demi memenuhi nazarnya, dan, kemudian memberi argumentasinya ; tu\idak ada pemenuhan nazar, untuk maksiat kepada Allah . artinya, bahwa m nazar maksiat itu tidak boleh di laksanaka.

30. MEMANCING KREATIVITAS BERFIKIR MURID.
Seorang guru yang tidak langsung menguraikan jawab kepada muridnya, dapat mengaktifkan dan mendorong mereka berfikir untuk mencari jawaban sendiri.  Metode ini berfungsi untuk mengasah dan  menajamkan pemikiran serta mendorong mereka untuk berusaha keras mencari jawaban, tetapi tidak lepas dari pengawasan guru.
Penjelasan tentang metode ini , yaity;seorang guru menyodorkan suatu masalah tertentu, ,kemudian ia hanya memberi gambaran solusinya dan lantas ia ia tidak memberi jawaban akhir bagi mereka. Masalah yang di sodorkan kepada murid adakalanya harus di  jawab , dan adakalanya tidak harus di jawab , karena memang tujuannya hanya[i]  sekedar ingin mengoperasikan pikiran mereka serta menajamkannya. Adapun contohnya sebagai berikut;
1.       Dari Abu Dhar ra, berkata;Nabi bersabda;setiap ruas jari anak adam adalah sadqah, , ucapan salamnya kepada orang yang ia jumpai adalah sadaqah, larangannya dari kemungkaran adalah sadaqah, menyingkirkan sesuatu yang menghalangi jalan adalah sadaqah, dan farji keluarganya pun merupakan sadaqah,balasan semua itu adalah dua rakaat salat dhuha . mereka berkata ; wahai Rasululah , salah seorang dri kita melampiaskan syahwatnya, apakaha itu juga sadaqah ?beliau bersabda; tidakkah kamu mengerti, jika kamu melakukannya pada orang tidak hla bagimu, maka hal itu berdosa, ? jawabandan  dan kesimpulannyaadalah ,jika ia melalkukannya pada orang yang halal (istri) , maka hal itu merupakan sadaqah .tidaklah  dalam contoh itu butuh pengoperasian pikiran ( kepahman).
2.       Nabi dan berkata; iDari Abu Hurairah ra, berkata; seorang lelalki dari Bani Fijarah datang kepeda  kepada nabi dan berkata; istriku melahirkan  anak berkulit  hitam, lalu nabi bertanya ? apakah kamu mempunyai untaia menjawab ;ia ada  nabi bertanya lagi? Apa warna nya ? ia menjawab ; warna merah , nabi bertanya lagi adakah yang berwarna keabu-abuan ? ia menjawab ; ya, ada . kemudia Nabi bertanya; kenapa hal itu bisa terjadi ? ia menjawab ; mungkin ia menyerupai induknya. Beliau bersabda; ini juga menyerupai induk ibunya.

Jika kita merenungkan hadis di atas kita bisa mengerti bagaimana cara Nabi berdialog serta mengiring suatu masalah , sehingga si penanya ( lelaki itu) bisa menjawab; mungkin ia menyerupai induknya . jadi tidak di ragukan lagi  bahwa metode terdapat bukti dari kepandaian guru, dan pandai melilih terhadap masalah yang di sondorkan , tetapi menjaga kemudahan serta lebih bisa di pahami kerna , di situ di tuturkan  juga beberapa korelasi dan hal dekat yang lebih mudah di mengerti muridnya.

31. PENGULANGAN.
Dalam metode pengulangan , terdapat beberapa mamfaat Yang besar, di antaranya sebagai penguat suatu masalalh dan hukum yang penting selain itu, juga sebagai peningat bagi bagi yang lupa, murid yang mengantuk dan lain sebagainya. Adapun rteknik pengulangan cukup tiga kali,dan pembahasan ini banyak terurai dalam hadis Nabi Ibnu Tin berkata; pengulangan tiga kali merupakan batas maksimal  untuk dapat memberikan suatu kejelasan ,dan jika terpaksa, boleh lebih dari tiga.
Lazimnya pengulangan dilakukan pada kata-kata ,tetapi juga di lakukan pada subyek (suatu nama) . namun, adakalanya tidak pada keduanya.
a.       Pengulangan Kata-kata
1.       Anas bin Malik ra dari Nabi Saw , bahwasannya ketika beliau berkata; beliau mengulanginya sampai tiga kali, sehingga perkataannya bisa  di pahami . dan ketika beliau mendatangi suatu kaum beliau mengucapkan salam untuk mereka sampai tiga kali .menurut Imam Tirmizi dari hadis Anas Rasulullah mengulangi kata-katanyasampai tiga kali adalah supaya lebih bisa di cerna.
Al-mubarkufuri berkata; maksud dr pengulangan kata- kata Nabi adalah, di karenakan adanya suatu pemahaman yang sulit dan asing atau juga karena banyaknya audiens . adapun terjadinya pengulangan kata-kata  yang tidak begitu di perlukan , adalah perkataan yang belum sempurna, seperti yang terkandung dalam syarah Imam Baijuri. Dalam sabda nabi tersebut agar lebih bisa di cerna, dengan menggunakan sighat majbul.
b.       Pengulamgan subjek ( penglangan suatu nama )
1.       Dari Anas bin Malik , bahwasannya Nbi berkatakepda Mu’azd , wahai Mu’azd bin Jaball ia menjawab, saya datang kepadamu wahai Rasulullah dan membahagiakanmu.
Beliau bersabda lagi ; wahai Mu’azd , saya datang wahai Rasulullah ( tiga kali). Lalu beliau bersabda tidak ada satu pun yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad  sebagai utusan Allah dengan segenap hatinya kecuali Allah mengharamkan baginya Neraka . Mu’azd berkata; wahai Rasulullah tidakkah hal itu di sampaikan kepada manusia  supaya mereka bahagia?beliau menjawab; mereka belum mengetahuinya .lalu Mu’azd menyampaikan hal itu (kepada manusi) , sebelum ia meninggal menjadi golongan  orang yang menjauhkan diri dari dosa.
Dalam hadis itu di singgung pengulangan panggilan Nabi terhadap mu’azd bin Jabal sampai tiga kali. Sedangkan indikasi dari pemanggilan itu adalah sebagai  persiapan  Mu’azd seperti ucapan nya; tidaklah hal itu di sampaikankepapda manusia , supaya mereka bahagia. Jadi, jelas  bahwa dalam hadis itu terdapan petunjuk yang jelas atas keistimewaan hadis ini yaitu suatu berita gembira, kesimpulannya adalah, jika seorang guru ingin menyampaikan  berita penting kepada salah satu muridnya, hendaknya ia memanggil namanya tiga kali, kemudian baru dia menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan kepadanya, kisahkanlah hal tersebut , yaitu  jika mereka  merupakan satu komunitas panggillah dengan nama komunitas mereka, contohnya; wahai murid- murid tiga kaili, atau lain sebagainya.

32.. PEMETAAN
Metode ini jarang di gunakan oleh guru ketika sedang menyampaikan suatu materi pelajaran. Maksud metode ini adalah , dalam menyampaikan materi pelajaran membaginya ke beberapa bagian, fase, paragraf , nomor,atau mungkin titik.kemudian setelah itu baru, di sampaikan kepadamurid. Dalam metode ini ada beberapa keuntungan besar bagi  murid yaitu dapat memadukan bagian-bagian tema, murid menghafalnya serta cepat di serap,. Hal tersebut adalah untuk mengantisipasi kelupaan. Artinyajika seorang murid lupa terhadap materi pelajaran, kemudian di sebutkan nomornya sekia, pembagiannya sekian, maka hal itu dapat mengembalikan ingatan murid.
Jika kita mempelajari kitab-kitab fiqih di situ dapat kita lihat begitu banyak  pembagian – pembagian nya, yaitu pembagian-pembagian yang telah di letakkan oleh uama-ulama fiqih. Misalnya tentang syarat-syarat, kewajiban-kewajiban rukun-rukun larangan-larangan dan sebagainya. Dan tiap pembagian- pembagian dalam hukum fiqih itu, tidaklah bertentangan dengan nash Rasulullah. Hal itu dilakukan supaya murid  bisa lebih mengerti dan supaya materi- materi yang tercecer dapat terkumpul , sehingga membuat mereka lebih mudah mengingatnya kembali sebagaimana contoh berikut ini.
1.       Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda;  tujuh orang yang akan dilindungi  kelak di ,hari kiamat ; seorng imam yang adi, seorang pemuda yang tumbuh untuk menyembah Tuhannya, seorang lelaki yang hatinya telah terkait dengan mesjid, dua orng lelaki yang sama- sama mencintai Allah, baik di saat mereka kumpul atau di saat mereka pisah dan lelaki yang di idam- idamkan oleh wanita cantik dan berpangkat. Beliau lalu bersabda lagi;aku takut kepada Allah,seorang lelaki yang bersedekah secara sembunyi- sembunyi , sehingga tangan kirinya, tidak mengetahui apa yang telah di infaqkan, oleh tangan kananya, serta seorang lelaki yang berzikir kepada Allah dalam kesunyian sehingga airmata bercucura.
2.       Dari Abdulah bin Amr bin Ash raRasulullah bersabda; Empat orang yang benar-benar munafik murni, sehingga jika ada seseorang yang mempunyai satu dari karakter empat hal tersebut, maka ia juga adalah orang yang munafik , kecuali jika ia meninggalkannya; yaitu seseorang yang jika di beri amanat ,ia menghianati . jika berbicara, ia berbohong jika ia berjanji ,ia mengingkari dan jika dan jika bermusuhan , ia menampakannya.
Jika kita mengamati hadis Nabi di atas ,akan kita temukan bahwasannya Nabi menyebutkan jumlah global, kemudian baru beliau  memberikan perinciannya. Jadi, tidak di sangsikan lagi bahwasanya metode ini sangatlah menarik hati, dan dan merupakan suatu susunan metode yang apik. Untuk itu, sebaiknyalah seorang guru mengikuti jalan ini , jika memang dia ingin mempermudah murid dalam menyerap pengetahuan.


33. Kuisioner
Seorang guru  harus meguasai  berbagai media pengajaran yang menarik,sehingga murid tidak lagi terpancang dengan suatu metode pengajaran yang kemudian menjadi  kebiasaan, dan pada akhirnya guru tidak bisa lagi berbicara tentang mamfaat dari kebiasaan itu. Diantara media yang dapat menarik perhatian murid perhatian miurid adalah dengan menggunakan kuisioner (pertanyaan ), dimana ketika membahas  suatu masalah dapat menari perhatian perhatian murid dan medorongnya  untuk mencari suatu kepahaman ( jawaban),jelasnya adalah seperti hadis berut;
1.       Rasulullah bersabda; tidakkah telah aku ceritakan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar ? kami menjawab; ya, waahai Rasulullah. Beliau bersabda; menyekutukan  Allah , durhaka kepeda orang tua, ( al Hadis). Kalimat tidakkah ‘di sini adalah bentuk pertanyaan yang berfaedah sebagai  pemberitahuan dan pengkhususan, supaya apa yang di katkan bisa lebih di pahami.
2.       Dalam khutbah Nabi Saw di mina , pada waktu haji wada’ bertanya; hari apakah ini? Lalu beliau diam , sehingga kami menduga bahwabeiau akan memberi  naama lain selain nama itu . beliau bertanya lagi bukankah hari ini hari qurban?  Kami menjawab , ya , beliau bertanya;  bulan apakah ini ? lalu beliau diam , sehingga kami menduga bahwa belliau akan memberi nama lain selain nama  bulan itu. Lalu beliau bertanya.; bukankah ini bulan dzulhijjah ? kami menjawab; ya. Beliau lalu  bersabda; sesungguhnya  darah, dan harga diri kalian adalah mulia ( terhormat), seperti mulianya hari kalian ini, dalam bulan kalian ini dan di negeri ini. (al hadis).

Imam Qurtuby berkata; dalam hadis tersebut  terdapat tiga pertanyyaan nabi, serta sikap diam beliau setiap mengajukan satu pertanyaan, hal  itu dimaksudkan untuk mendorong kepahaman mreka serta merasa apa yang akan dikabarkan Nabi Saw merupakan berita besar. Makanya , setelah itu beliau bersabda; bahwasannya dara kalian .. bentuk kemuiaan sesuatu yang amat sangat.

3.       Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya orang-orang berkata; wahai Rasulullah apakah kita bisa melihat Tuhan kelak di hari kiamat? Lalu beliau bersabda; apakah kalian perlu  mengatur bulan , di malam bulan purnama? Mereka  menjawab ; tidak, wahai Rasulullah . beliau bersabda ; Apakah kalian perlu megatur matahari, yang di bawahnya tidak ada mendung ?mereka menjawab ; tidak ya Rasulullah. Beliau  bersabda; kalian pasti akan melihat –Nya, begitu juga dia akan mengumpulkan manusia di hari kiamat. Beliau bersabda;  barang siapa yang menyembah sesuatu maka ikutilah ia.
Yang perlu diperhatikan daam contoh-contoh hadis –hadis di atas adalah, bahwasannya Rasulullah tidak menentukan satu orang saja untuk menjawab pertanyaan yang ia ajukan , melainkan secara korelatif.
Seorang guru sebaiknyalah menyampaikan pertanyaan terlebihdahulu, agar semua murid ikut berpartisipasi mencari jawaban itu. Baru kemudian guru memberikan waktu seperlunya kepada murid ( kesempatan mencari jawaban ).sebelum ia mendengarjawaban darinya. Hal itu karena kadar kemampuan murid berbeda- beda antara satu dengan lainnya, deengan sebagian  mereka ada yang lebih cepat memahami dan mungkngkin  sebagian  yang lain tidak begitu .oleh sebab itulah, salah jika guru  mengajukan suatu pertanyaan hanya kepada murid tertentu saja, dan berdasarkan urutan nama , ataupun urutan bangku, (lebih menekan  pada individu ). Karena hal itu menjadikan murid yang lain ( yang tidak mendapat pertanyaan ) acuan dan tidak memperdulikan mencari jawabannya.
Dalam kondisi tertentu, bisa jadi seorang guru tiba- tiba  mengajukan pertanyaan kepada seorang murid  dengan alasan ingin mengetahui keadaannya dan mempertajam ingatannya.
Nabi Saw pernah bertanya kepada seorang sahabat tentang berbagsi masalah. Kondisi tersebut terjadi karena memang Rasulullah hanya berduaan dengan ssahabat itu,  yaitu seperti yang terjadi pada sahabat mu’azd ra;  dari Anas bin Malik , bahwasannya Nabi Saw bersama pengawalnya , Mu’azd  berkata kepadanya; wahai  Wa’azd bin Jabal ! ia menjawab saya datang wahai Rasulullah  dan membahagiakanmu . beliaulah lalu berkata lagi; wahai Mu’azd ! ia, menjawab ; saya datang wahai Rasulullah ..

34. MUNGUJI  KEMAMPUAN MURID
Menguji kemampuan secara kolektif mempunyai faedah yang besar untuk  menumbuhkan  kecakapan dan menguatkan pahaman murid. Cara menggunakan  metode ini , yaitu seorang guru terlebih dahalu  menyampaikan suatu masalah kepada  mereka semua, kemudian memberikan sedikt kesempatan kepada  mereka  untuk mengingat kembali materi pelajaran. Namun setelah  itu, guru tidak langsung  memberi jawaban kepada murid , metode seperti ini banyak  di temukan dalam hadis-hadis Nabi di antara.
Dari Abdullah bin Dinar , dari Ibnu Umar ra, dari Nabi Saw bersabda; di antara beberapa pohon, ada satu pohon yang daunnya tidak akan rontok, yaitu seperti orang muslim, ceritakanlah oleh kalian kepadaku. Pohon apakah ini?beliau menjawab ; pohon kurma.
Bagwi  berkata; Al Imam  mengatakan  , bahwa dalam hadis itu terdapat dalil yag memperbolehkan seoran guru untuk  menguji kemampuan anak muridnya.
Ibnu Hajar berkata; dalam hadis tersebut ada beberapa faedah , yaitu menguji murid atas apa yang tidak ia  ketahui serta memberikan kejelasan baginya( jika  memang murid tersebut belum paham) , serta mendorongnya untuk memahami suatu pengetahuan.
Seorang guru juga harus bisa memilah masalah-masalah yang akan di ajarkan kepada murid .ia pun harus bermurah hati kepeda mereka untuksaling dialog dan tukar penapat. Perhatikanlah ucapan ini; lalu orang –orang berpendapat , bahwa pohon itu adalah pohon sahara, di situ jelas bahwa suatu komunitas mencoba berpendapat  untuk memecahkan masalah yang sulit. Ibnu Hajar berkata; artinya, bahwa pohon sahara merupakan pendapat mereka, dan dari tiap-tiap mereka juga banyak yang mempunyai interpretasi meskipun pada akhirnya mereka tidak ingat ( tidak bisa menjawab) akan pohon kurma.
Yang harus di renungkan tentang masalah yang telah di ajarkan Nabi Saw adalah , bahwasannya masalah itu telah mendorong keintensifan mereka, menyuruh mereka untuk berfikir dan mencari jawabannya serta  membuat mereka penasaran untuk mengetahui jawaban yang benar dari Rasulullah , ketika mereka tidak mampu lagi mencegah persoalan itu.
Hal-hal penting yang juga harus di perhatikan oleh guru adalahbahwasanya masalah- masalah itu haruslah dapat mengakarkan pemikiran dan menanamkan suatu pemahaman tertentu bagi murid, , seperti pertanyaan yang menanyakan korelasi antara pohon kurma dan orang muslim . atau yang menanyakan faedah dari pada pertanyaan tersebut . Hafizd Ibnu Hajar menjelaskan tentang hal itu ucapan nya; manfaat pohon kurma ituterdapan di semua bagian- bagiannya dan terus menerus di bagiannya dan terusmenerus di kondisinya. Dari ia tumbuh sampai kering tetap bisa di makan . setelah itu, setelah itu , semua bagian-bagiannya pun masih memberikan kemanfaatan . dari biji kurma yang bisa menjadikan makan ternak dan rumput kering yang di jadikan tali, serta lain-lainya. Serta lainnya .bagitu juga berkah (mamfaat)orang muslim, menyeluruh di semua kondisi dan terus menerus bermanfaat bagi dirinya dan orang lain hingga datang ajalnya.
Jika seorang guru dapat menggunakan metode ini dengan baik, tentu akan memberikan manfaat yang besar bagi [perkembangan pengetahuan anak didik. Untuk itu lah ia harus bisa menjauhkan masalah –masalah yang sulit terhadap murid, serta tidak bertujuan merendahkan dan meremehkannya. Bahkan ia harus mendekatkan (supaya bisa dipaham) masalah- masalah yang di ajukan kepada mereka, sambil menyinggung elemen –elemen masalah-masalah tersebut ataupun sarana-sarana lainnya. Hal itu dapat membantu mereka menemukan jawaban yang benar. Jelasnya, bahwa ketika Rasulullah mengajukan permasalahan itu ( hadis di atas), di kedua tangannya terdapat kerikil .dalam salah satu riwayat , dari mujahid, ia berkata; saya bersama Nabi , lalu di bawakan beberapa kerikil . ( al gadis). Ibnu Umar ra ketika ia melihat kerikil itu di tangan Rasululullah , ia tidak menjawab (pertanyaan Rasulullah ), mengingat ia masih muda.
Al Hafidz Ibnu hajr berkata; ,sesuatu yang belum jelas, sepantasnyalah, untuk tidak disampaikan kepada orang terlebih dahulu , karena hal itu dapat membahayakan orang yang  mendengar.

35. MENDORONG KREATIVITAS MURID.
Bertanya merupakan suatu tindakan yang dapat menepis kealpaan dan praduga , sehingga ketika seorang guru menguraikan materi pelajaraan , ia tidak boleh menjelaskan keculi  murid benar- benar telah paham terhadap materi itu. Bagaimana cara mengetahui kepahaman murid? Yaitu mengujinya dengan sebuah pertanyaan ( ketika suatu pembahasan telah sempurna), dan lebih baiklagi setelah  murid terlebih dahulu mengajukan pertanyaan berupa kesulitan –kesulitan mereka terhadap penjelasan guru.
Bertanya dapat menjelasakan kridak tahuan murid seeta lebih  cepet menancapkan sebuah  jawaban bagi murid yang terlebih dahulu  bertanya, seperti sabda Rasulullah ; sesungguhnya obat”IY” adalah bertanya. Kata “IY” di sini ada bermakna ‘kebingungan’ dan ketidak mantapan’ ini lah yang terdapan dalam kitab shahih . dan menuut terminologi Arab, bermakna ketidak tahuan artinya, ketidak tahuan adalah penyakit dan obatnya adalah pertanyaan dan belajar untuk itulahseorang guru harus mendorong , muridnya untuk bisa mengajukan pertanyaan kepadanya. Seperti yang telah di sabdakan oleh guru kita Muhammad Saw.
1.       Dari Anas bin Malik , bahwasannya orang- orang bertanya kepada Nabi Saw, sehingga mereka terus menerus mengulang- ngulangi pertanyaan itu, . lalu pada suatu hari Rasulullah  keluar dan naik keatas mimbar ,seraya bersabda; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku , dan janganlah kalian bertanya kepadaku tentang sesuatu kecuali kalian telah benar- benar  paham.
2.       Dari Abu Hurairah ra berkata; Rasulullah bersabda; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku.lalu mereka mengundang beliau  untuk mengajukan pertanyaan kepada nya.. seorang lelaki datang dan duduk di atas lututnya sambil berkata;wahai Rasulullah , apakah islam itu. ?
Faedah dari keterangan diatas adalah , di haruskan nya seorang guru berkata; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku. Dalam kata- kata itu jelas  tercermin dorongan guru kepada murid untuk bisa mengajukan pertanyaan. Juga terlihat seorang guru mengajarkan keberanian kepada murid yang pemalu untuk dapat bertanya kepada gurunya, serta untuk mengetahui kadar kemampuan murid dalam menyerap materi yang telah di jelaskan,. Kemudian yang harus di perhatikan  lagi, bahwa guru harus mengontrol pertanyaan yang  muncul untuk mereka , yaitu suatu pertanyaan yang faedah dan tidak untuk melemahkan , meremehkan, mengejek ataupun yang lain . karena pertanyaan – pertanyaan seperti ini , ataupun sejenisnya tidaklah memberi kemuliaan bagi pelakunya ( penanya).

36. MEMBERIKAN JAWABAN LEBIH
Kadang banyak petanya-petanya murid yang di ajukan kepada guru di jawab sekedarnya saja, dan tidak lebih.harusnya seorang guru tidak hanya memberi jawaban sekedarnya,melainkan dia juga harus menambah jawaban dari soal yang di ajukan oleh seorang murid, serta menjelaskan korelasinya terhadap pertanyaan tersebut , apalagi jika seorang murid kurang pengetahuannya.
a.       Dari segi ketidak tahuan
Dari Abu Hurairah ra berkata ; seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah , ia berkata; wahai Rasul , kami mengendarai kapal laut dan kami hany membawa sedikit air. Jika air itu kami gunakan untuk berwudhu’ kami akan kehausan , apakah kami boleh berwudhu’ dengan air laut .Beliau bersabda ; ia ( laut ) suci airnya dan halal bangkainya.
Imam Rafi’i berkata;ketikka  Nabi Saw mengerti sang penanya meragukan hukum air laut dan ketidak jelasan hukum bangkainya , maka beliau menambahkan jawaban atas soal yang di ajukan , yaitu tentang penjelasan hukum  bangkai di tengah laut.
Ibnu Arabi berkata;fatwa trsebut sangatlah  bagus, yaitu ketika nabi Saw menambahkan jawaban atas pertanyaan. Karena hal itu , untuk lebih melengkapkan dan menambah wacana keilmuwan serta lebih menguatkan akan perlunya mengetahui hukum itu. Sebab, seseorang yang meragukan kesucian air laut dan kehalalan bangkainya , akan lebih ragulagi bilamana sebelumnya ia mengetahui bahwa bangkai itu haram.
Jadi ,dapat di mengerti , bahwa dalam hadis itu terdapat hikmah Rasulullah terhadap suatu penjelasan hukum baru. Dari Abu Jari Al Hajimi berkata ; saya melihat seorang lelaki yang dimintai pendapat oleh seseorang dan ia tidak berbicara apa-apa kecuali mereka meminta pendapat darinyadalam hadis tersebut jelas tergambar bentuk ketidak tahuan sang penanya ;
Ppertams ; dalam ucappan ; saya melihat seorang lelaki, di situ di gambarkan bahwa ia baru pertama kali melihat Rasulullah.
Kedua; dalam ucapan ‘ alaikassalam  tidak ada seorang sahabat pun yang tidakk mengetahui bentuk penghormatan islam ini, karena  hal itu, telah terbiasa, di ucapkan setiap hari.
Jadi, dari dalam hadis tersebut terdapat satu pelajaran yang baik bagi seorang, muslim, yaitu ; krtika nabi Saw mengajarkan kepada orang badiwi itu tentang sang pencipta dan pemilik marahbaya dan mamfaat, dan mengikatnnya hnya kepada Allah serta membuatnya senang berlindung kepada –Nyadan memohon pertolongan-Nya.
b.      Dari segi yang lebih bermanfaatkepadanya.


37. MENJELASKAN JAWABAN DENGAN BERULANG-ULANG
Seorang guru perlu menjelaskan jawaban dari murid,, yaitu setelah ia mengajukan pertanyaan  kepadanya. Hal itu dilakukan, karena kadang murid tidak yakin atas awabannya sendiri. Bagiti juga dengan murid-murid yang lain pun memahami dan mengerti mana jawaban yang benar dan mana jawaban yang salah . guru juga harus enar- benar jeli dalam  ketika meneiti jawaban murid. Jangan lantas menyalahkan jawaban seluruhnya, karena mungkin saja  jawabannya  ada yang  benar. Selain itu juga guru harus mengguatkan jawaban murid, jika memang ia benar. Meluruskan dan menjelaskan , jika memang salah . jika murid memang salah, sebaiknya guru memilih kata-katayang halus ketika menyalahkan jawaban itu.jangan mengeluarkan kata –kata kasarr dan meremehkkan . karena hal itu dapat membuat murid enggan menjawab pertanyaan guru karena ucapannya yang kasar.


38. SPORTIF DALAM MENJAWAB
Allah mencela orang- orang yang  berbicara tanpa ilmu, baik dalam kitab nya maupun dalam hadis Rasululah . hal itu, karena orang yang berbicara tanpa ilmu adalah menyesatkan dan tidak dapat memberi  petunjuk, bisa merusak dan tidak bisa memperbaiki. Jadi seorang guru yang berkata;  aku tidak tau, ataupun aku tidak mengerti, karena memang ia benar-benar tidak tau “ maka hal itu bukanlah aib , meskipun ilmu yang di milikinya masih kurang , akan tetapi justru itu cermin dari kesempurnaan ilmunya.
Ketika pada hari kiamat , Allah bertanya kepada rasul-Nya ; ingatlah dimana hari Allah mengumpulkan para Rasul , lalu Allah bertanya kepada  ( mereka) ; apa j jawaban kaummu terhadap (seruan) mu? Para Rasul menjawab tidak ada pengetahuan kami tentang itu .sesungguhnya engkaulah yang menetahui perkara gaib . Artinya apa jawaban kaummu terhadap mu ? mereka menjawab ; tida ada pengethuan kami . pengetahuan hanya milik-Mu , wahai Tuhan kami ,engkau yang  lebih mengetahui  perkataan ghaib ; segala sesuatu yang nyata dan ghaib.
Ilmu sangatlah luas , tidak ada yang membatasinya , kecuali Dzat yang meluaskan segala keilmuan , yaitu Allah . sedangkan manusia, hanya mempunyai ilmu yang sedikit,. Allah berfirman ; dan kalian tidaklah di beri ilmu kecuai hanya sedikit.










































[1] .prof. dr. Sugiono. Metode penelitian pendidikan  ( cv. Alfabeta. 2009) hal 56-78.
[2]



















 Mengharap Ridha Allah

Banyak para guru yang mengabaikan sesuatu sangat urgen ini, yaitu membangun dan menanamkan prinsip “ ilmu dan amal yang ikhlas sematamata karna Allah “yang merupakan hal yang tidak gampang dimengerti oleh manusia, karna jauhnya mereka dari metode – metode ilahi. Begitu banyak ilmu yang seharusnya berguna dan bermamfaat bagi umat, tapi ternyata tidak memberikan mamfaat apa – apa yang hilang begitu saja layaknya debu yang berterbangan. Hal itu dikarenakan tidak adanya keikhlasan berilmu dan beramal pada diri sesorang guru, tidak berjalan di atas jalan yang benar, serta tidak kesungguhan mereka dalam memberi mamfaat bagi saudara muslimnya. Bahkan mereka lebih cenderung berorientasi pada pangkat dan jabatan. Jadi, karena hal itulah, ilmu yang seharusnya bermamfaat, malah menjadi seperti debu yang berterbangan. Semestinya banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang bermamfaat bagi manusia di dunia, sera yang dapa menganarkannya kepada kemulyaan dan keluhuran, akan tetapi, kerana tidak adanya keikhlasan berilmu, akhibatnya adalah kesia – siaan, yaitu seperti yang di gambarkan yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah :
Dari Abu Hurairah ra berkata Rasulullah bersabda dan seorang lelaki belajar ilmu dan membaca al – qur an, lalu beliau menghampirinya, mengetahui akan nikmat keutamaan serta mengatahui akan perihal lelaki itu“ beliau lalu bersabda :Apa yang telah kamu kerjakan ? lelaki itu lalu menjawab : saya belajar ilmu memahamin.ya serta membacakan Al quran untuk baginda” Rasulullah menjawab: kamu bohong apa yang telah kamu pelajari ( ilmu )adalah semata untuk di anggap orang alim, dan apa yang kamu baca ( al quran ) adalah semata ingin di anggap Qari  lalu Rasulullah memerintahkan unuknya agar di seret kedalam neraaka  ( al hadist ).
Jadi, dari hal tersebut di atas, sepetutnyalah bagi para guru untuk bisa menanamkan dalam hati anak muridnya “ keikhlasan berilmu dan beramal  semata untuk Allah Swt ,serta mencari ridha dan pahala dari-Nya . sehingga dari lahirlahsuatu kebaikan dan pujiandari manusiayang merupakan anugerah dan nikmat dari Allah Swt.









A.    KECERDASAN EMOSI – IQ

Banyak contoh di sekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki gelar tinggi belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Seringkali mereka yang berpendidikan formal lebih rendah, ternyata lebih berhasil di dunia pekerjaan.
Saat ini banyak orang berpendidikan yang tampak menjanjikan, mengalami kemadekan dalam kariernya. Lebih buruk lagi, mereka tersingkir akhibat rendahya kecerdasan emosi mereka. Saya ingin menyampaikan satu hal yang terjadi di A((merika Serikat tentang kercedasan emosi. Menurut surve Nasional di negara itu tentang apa yang di ingin oleh para pemberi kerja : keterampian teknik tidak seberapa penting bila di bandingkan dengan keterampilan dasar untuk beradaptasi (belajar ) dalam pekerjaan:  kemampuanmendengar dan berkomunikasi secara lisan , adaptasi, kreativitas, ketahanan mental terhadap kegagalan, kepercayaan diri, motivasi, kerjasama tim serta keinginan memberi kontribusi terhadap perusahaan.
Saya tmbahkan pulapendapan seorang praktisi kaliber internasional, Linda Keegan, vice president bidang pengembangan eksekutif  Citibank di salah satu negara Eropa, yang mengatkan bahwa kecerdasan emosi ( IQ ).harus menjadi dasar dalam setiap pelatihan manajement.
Kemampuan akademik, nilai rapor, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi satu – satunya tolak ukur seberapa baik kinerja seseorang dalam pekerjaannya atau sebarapa tinggi  sukses yang mampu di capai. Menurut makalah McCleland tahun  1973berjudul testing for  competence rather than inteligence , seperangkat kecakapan khusus seperti : empati; disiplin diri; inisiatif; akan membedakan akan membedakan antara mereka yang sukses sebagai bintang kinerja dengan yang hanya sebatas bertahan di lapangan pekerjaan.






B.     Metode Pengajaran
Mengkondisikan Kesiapan Belajar nak Didik

Tidak ada seorang pun yang menyangkal bahwa keapatisa murid terhadap guru, di sebabkan oleh adanya kendala bagi seorang murid dalam menyerap ilmu, atau jugaa dalam memahami perkataan guru. Kepasrahan dan keseriusan murid terhadap gurunya merupakan faktor yang fital dalam menyerap dan memahami ilmu dengan jalan yang benar. Oleh karena itu, sekali –kali guru juga harus melihat kondisi muridnya, serta menggunakan berbagai metode untuk menarik perhatian murid. Di sini. Akan di bahas tiga metode pembelajaran [anak didik.
1.      Instinshat
Yang menyuruh anak murid untuk diam dan mendengarkan  (perkataan guru ). Pada umumnya metode ini (direk )digunakan oleh guru sebelum memulai pelajaran., atau ketika tidak ada metode lain, selain ini. Penjelasan tersebut seperti hadist Jarir bin Abdullah  Al- Bajli :bahwasannya Nabi Swa berkata kepadanya dalam haji wada’:suruhlah manusia unuk diam. Lalu eliau bersabda :janganlah mengembalikan  (setelahku )orang – orang kafir yang sebagian dari kalian mengembalikan (setelhku )orang – orang kafir yang sebagian dari kalian memukul sebagian budak – budak yang lain . Ibnu Hajar berkata :Pidato beiau itu terjadi itu terjadi pada waktu haji wada’dan banyak sekali orang yang berkumpul, yaitu untuk melempar jumrah dan rukun – rukun haji lainnya . sehingga , ketika beliau berkhutbah untuk memberi pelajaran bagi mereka pantaslah jika beliau menyuruh mereka untuk diam.
Jika kita melihat hadist dan ucapanIbnu Hajar tersebut, maka akan tampaklah bahwa keperluan Nabi Saw di situ adalah meminta sahabat untuk menyuruh diam manusia, dan, dalam haji tersebut banyak berkumpul manusia, mereka bersungguh- sungguh dalam menunaikan ibadahnya. Sehingga, sulit bagi beliau untuk berpidato memberikan peljaran kepada mereka tentang perkara agama. Jadi pantaslah jika beliau menyuruh Jarir bin Abdullah Al – Bajli untuk menyuruh diam manusia.

2.      Nida ( Metode panggilan )
Yaitu sebuah metode yang berfungsi untuk memanggil murid (sebelum ia mulai pelajaran, dan kadang – kadang di sela – sela pelajaran ). Metode ini banyak di gunakan oleh guru.contohnya :dari Ibnu Abbas ra berkata : “Rasulullah naik ke atas mimbar dan ketika di akhir maajlisny, beliau mendoyongkan pundaknya lalu menggenakan serban di kepalanya dengan serban berwarna kehitam – hitaman. Beliau lalu memuji Allah dan bersabda :” wahai para manusia datanglah kepadaku” lalu mereka menghampirinya. Kemudian beliau bersabda :Selanjutnya, bahwa kehidupan ini  tidak lepas dari peran sahabat – sahabat anshar dan umat  – umat yang lain. Barang siapa menguasai sesuatu dari umat Muhammad maka ia bisa embahayakan seseorang, terimaalah kebaikannya dan tinggalkanlah keburukanya
Jika kita memperhatikan kata – kata dalam hadist Nabi Saw ; Wahai manusia datanglah kepadaku “ jelas hal itu merupakan nida’ (panggilan )darinya dan perintah untuk mereka supaya berkupul dan diam, yaitu ketika beliau akan mejumpai mereka . dan ucapan :lalu mereka menghampiri nya . “artiya adalah berkumpul dan datang .

3.      Anjuran untuk diam dan mendengrkan (metode indirek )
Metode ini sangat baik untuk menarik jiwa murid dan mendorongnya untuk mendengarkan. Karena pada umummnya jiwa manusia itu cenderung apatis terhadap hal yang bersifat wajib oleh sebab itulah cocok sekali jik seorang guru menerapkan metode ini, demi untuk menarik dan mengajak kemauan murid , supaya ia dapat menerima pelajaran dengan jiwa yang baik. Rasulullah adalah orang yang terbaik berkaitan dengan penjelasan metode ini, dari ibadah bin shamit ra berkata :”Rasulullah bersabda :Ambillah( yang baik  )dariku , ambillah dariku, Allah telah memberi solusi bagi mereka (wanita – wanita yang berzina ). Gadis dengan perjaka adalah 100 cambukan , dan janda dengan duda adalah 100 cambukan dan rajam.
Wahai guru renungkanlah sabda beliau :Ambillah dariku , ambillah dariku “ dan segala faktor yang daapat menarik ,mengasah serta yang dapat menyengkan jiwa murid untuk mendengarkan. Dalam hadist itu juga terdapat kekhasan yang lain yaitu pengulangan kata.

C.     Memsnfaatkan media audio visual
Metode pengucapan ; ataupun dengan cara menjelaskan materi pelajaran merupakan media yang kuat dalam menghubungkan antara guru dan murid. Artinya, bahwa suara guru adalah media yang paling ampuh diantara media – media lainnya. Terkadang ada yang menentang pendapat di atas;”Apa yang akan kalian katakan perihal tentang audio visual ?jawabnya ada dua sisi.
Pertama ; bahwa media audio visual sangatlah bagus jika dapat berfungsi semuanya. Karena, besar sekali mamfaatnya dalam menyampaikan materi pelajaran , meskipun hanya menggunakan satu diantara dua media itu.
Kedua ; bahwa media visual tidak bisa di terapkan terhadap murid netra, atau ketika murid bingung dan apatis terhadap pelajaran. Sedang media audio tidak bisa diterapkan terhadap murid tuna wicara. Oleh karena itu, media audio merupakan media yang sangat ampuh dalam hal menyampaikan materi pelajaran  (kepada anak murid) . dengan itu pula media audio dan visual, seorang guru dapat dengan mudah memantau dan mengkoordinir anak murid. Hal tersebut juga sangat berguna bagi murid untuk memudahkan menghapal materi pelajaran dan mengantisipasinya dari kelalaian.
Selanjutnya, akan di jelaskan sebagian dari media audio dan visual yang sangat membantu seorang guru dalam melaksanakan pengajaran dan pendidikan dengan sebaik – baiknya, sebagaimana yang diambil dari sunnah Nabi Saw.

A.    Media Audio

a.       Gaya bicara (enak dan jelas )
Dari Aisyah ra berkata : Rasulullah tidak pernah berbicara terburu – buru seperti gaya bicaranya kalian. Beliau berbicara dengan jelas dan rinci serta membuat para pendengarnya gmpang menyerap apa yang dikatakannya. Aisyah berkata “maksud terburu – buru adalah mengungkapkan kata dengan berturut – turut dan cepat. Artinya, bahwa Rasulullah Saw tidak pernah berbicara terburu – buru dan cepat, karna hal itu membuat samar [1]bagi orang yang mendengar. Sedangkan maksud ‘rinci ‘di sini adalah menjelaskan kata perkata, bagian perbagian dengan jelas.
Menjabrkan materi pelajaran dengan gaya bicara yang sangat cepat membuat murid susah memahami, tidak streg serta tidak bisa mengambil mamfaat dari beberapa masalah yang di sampaikan oleh guru. Metode seperti ini banyak di lakukan oleh guru. Karena itu, guru harus memperhatikan hal ini. Sebab, selain dilarang nya menggunakan penjabaran materi terlalu cepat, juga penyampaian yang terlalu pelan justru membuat murid terlena, sehingga dapat menimbulkan kebosanan atau kejenuhan.
Jadi, metode penyampaian materi pelajaran yang paling baik yaitu dengan memetakan kata. Sehingga, antara kata satu dengan kata lainnya terpisah dan tidak sulit di pahami oleh murid.

b.      Pembicaaraan yang tidak tasyadduq
Tasyadduq, yaitu berbicara dengan panjang lebar, tanpa hati – hati dan kendali. Ada yang mengatakan bahwa tasyadduq adalah berbicara yang berlebihan, sehingga merepotkan syadq, syadq yaitu sudut mulut.
Terlalu banyak bicar serta berlebihan dalam mengeluarkan kata – kata dilarang dalam syariah. Karena, selain tidak di terima secara norma, juga terkesan membanggakan diri sendiri  dan merendahkan yang lainnya; karena menurutnya mereka lebih sedikit kefasihan dan keahliannya dibandingkan dirinya.
Banyak hadist Jabir ra dan hadist Abdullah bin Umar ra yang menyinggung tentang persoalan ;
1.      Dari Jabir ra berkata ;’’bahwasannya Rasulullah Saw bersabda :”sesungguhnya seorang di antar kalian yang paling aku cintai dan tempatnya paling dekat denganku kelak di hari kiamat adalah kalian yang berbudi pekerti yang baik. Sedangkan orang yang paling aku benci dan tempatnya paling jauh dariku kelak di hari kiamat adalah mereka yang banyak berceloteh (tsarssarun ), banyak berbicara panjang lebar (mutasyaddiqun )serta orang – orang yang bicaranya berlebihan (mutfaybiqun ). Lalu mereka ada yang bertanya :wahai Rasulullah kami telah mengetahui tsartsarun dan mutasyaddiqun. Lalu siapakah mutfaybiqun itu ?”Nabi menjawab :yaitu orang – orang yang sombog . “

2.      Dari Abdullah bin Umar berkata : Rasulullah bersabda : Bahwasannya Allah membenci lelaki baliq yang membebaskan lisanya, seperti halnya sapi yang membebaskan lisanya

Dalam kitab isya’ulumuddin,Imam Ghazali berkata :”berbicara yang terlalu luas dan kata yang terlalu berlebihan, sera segala apa yang ebig dari ikebiasaan orang berbicara, maka semua itu adalah suatu tindakan yang tidak terpuji dan tindakan yang berlebihan yang tidak di senangi. Kemudian setelah puas membahas hadist dari Nabi Saw, Imam Al Ghazali berkata :segala sesuatu sebaiknyAa di lakukan dengan sederhana (sesuai dengan maksudnya ). Maksud berbicara adalah memberi kepahaman dan bukan seperti perkataan di atas tadi, yaitu perkatan yang tidak di senangi serta perkataan yang ruwet dan asing .

c.       Suara yang keras

Dari Abdullah bin Umar berkata :”dalam sebuah perjalanan.Nabi saw tertinggal dari kami, hingga akhirnya beliau bertemu kembali ldengan kami, Waktu itu kami sangat lelah untuk menunaikan salat, kami akhirnya berwudhu’ dan mengusap kaki kami. Lalu tiba – tiba Rasulullah berteriak dengan suaranya yang keras ; “wail adalah akibat – akibat dari neraka,dua kali atau tig kali “
Hadist ini di bukukan oleh Imam Bukhari dalam kitab sahihnya dengan tema :bab tentang seseorang yang mengeraskan suaranya berkitan dengan ilmu.
Hafidz berkata :” penulis menarik kesimpulan bahwa mengeraskan suara ( yang berkaitan dengan ilmu , adalah di perbolehkan,  seperti sabda beliau Saw :”lalu beliau bertariak dengan suara yang keras. “ konklusi selengkapnya adalah, bahwa mengaraskan suara benar – benar di perlukan. Terlebih jika orang tersebut (yang di panggil )berada lebih jauh, atau ketika banyak sekali kumpulan manusia.
Hal tersebut di atas, akan sangat baik jika di barengi dengan memberikan nasehat. Seperti halnya hadist jabir, “suatu kali ketika Nabi Saw memberi khutbah dan berbicara tentang hari kiamat, beliau berkata dengan sangat berapi – api dan mengeraskan suaranya. “ (H.R Muslim ).
Riwayat diatas adalah menjelaskan  tentang mamfaat mengeraskan suara, ketika kuta sedang mengajar serta menjelaskan masalah – masalah yang sangat urgen. Di samping untuk menarik perhatian para pendengar (murid ), juga dapat mengusir kelupaan dan kelingkungan, serta mempersiappkan mereka untuk menerima ilmu.

d.      P njelasan yang tidak terputus (kontinual )
Adakalanya seorang murid  selalu mengikuti jalur penjelasan gurunya supaya dia mendapatkan titik terang yang jelas, atau meminta kembali penjelasan yang telah lewat. Di sini guru punya pilihan, boleh saja ia menggabulkan permintaan murid atau ia menolaknya,. Jika ia menggabulkan, ada sesuatu yang harus di perhatikan;
Pertama : Mendahulukan satu atau dua murid, tergantung dengan          kuantitasnya, dan ini yang banyak terjadi.
Kedua : Metong pembicaraan sebagian atas sebagian yang lain (seharusnya ia  menjelaskannya terlebih dahulu ).
Ketiga : Dapat menngelisahkan hati murid atas pemotongan pembicaraan itu.
Keempat : Menggelisahkan guru sendiri dan memutuskan kesinambungan   pemikirannya.

Tendesitas  hal tersebut adalah seperti hadist yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari,ia berkata :”dari Abu Huraira ra berkata : ktika Nab berada dalam satu majelis dan berbicara kepada satu kaum, seorang baduwi, datang kepadanya adan berkata : ”kapankah kerusakan itu ? padahal Rasululllah telah menjelaskannya, lalu sebagian kaum berkata :sesungguhnya ia telah mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Rasulullah “ lalu sebagian yang lain berkata :kayaknya dia belum mendengarkan.”sehingga ketika penjelasan (satu materi )beliau telah selesai, beliau beru berkata :”jika kamu menyia – nyiakan ?” beliau menjawab :” ketika menyerahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kerusakan itu “
Renungkanlah hadist itu,maka akan jelaslah apa yang di katakan tadi, di situ juga ada sedikit tambahan, bahwasannya Rasulullah baru menjawab pertanyaan lelaki itu setelah beliau menyelesaikan pembicaraannya, sehingga tidak ada lagi kata yang terpotong, jadi konklusinya adalah, seorang guru harus terlebih dahulu menyelesaikan penjelasannya, baru ia menjawab pertanyaan dari anak muridnya.

e.       Diam sejenak di sela – sela penyampaian materi
Berhenti sejenak  atau diam di tengah – tengah penjelasan materi pelajaran mempunyai beberapa mamfaat di antaranya yaitu :
·         Menarik perhatian murid. Artinya , jika seorang guru berbicara tentang satu pembahasanm kemudian tiba – tiba ia diam, jelas hal itu menarik perhatian murid.
·         Bentuk toleransi guru dan sejenak beristirahat.
·         Memberikankesempatan terhadap guru untuk berkosentrasi (menyusun pikirannya dan mengoperasikan pikiran dengan tanpa memikirkan yang lain )

Banyak hadist yang menyinggung tentang pembahasan ini, sebgaimana riwayat dari Abu Bakar ra dari Nabi saw bersabda :”bulan apakah ini , ? kami menjawab :” Allah dan Rasul-Nya “yang lebih mengetahui. “lalu beliau diam,  sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberikan nama lain selain nama itu. Lalu beliau berkata :”Bukankah ini bulan Dhulhijjah ? kami menjawab” ya “ lalu beliau berkata lagi “ negeri apakah ini ? kami menjawab :Allah dan Rasul - Nya bahwa beliau ingin memberikan nama  lain selain nama negeri itu, beliau  berkata : “ bukankah ini mekkah? Kami mnjawab :ya. “ beliau lalu bertanya lagi : hari apa ini, ? kami menjawab : Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui . “beliau diam, sehingga kami menduga bahwa beliau akan memberi nama lain selain nama itu. Lalu beliau berkata :bukankah ini hari qurban ?kami menjawab :iya.” Beliau lalu bersabda :Darah kalian harta kalian – Muhammad berkata :dugaku beliau berkata :dan harga diri kalian adalah mulia, seperti mulianya hari ini, negeri kalian ini dan di bulan ini . (Al hadist ).
Wahai guru engkau  bisa melihat dalam hadis itu suatu pengaruh diam (Nabi )terhadap sahabat, dan bagaimana hal itu menarik perhatian mereka.wahai guru! Gunakanlah metode ini di sela – sela penjelasanmu supaya ada tenggang di antara satu titik inti dan titik lainnya, dan semoga menjadi sebuah persiapan untuk menjelaskan pembahasan berikutnya.

B.     Media Visual

a)      Selalu mengfungsikan media visual.
Menjaga terus fungsi media visual adalah sangat  berguna bagi guru dan murid, karena di situ seorang guru bisa terus mengawasi anak muridnya. Juga memperhatikan anak murid yang lupa dan mengingatkanya,  anak murid yang tidur dan membangunkannya, murid yang sering bermain dan mencegahnya, karena itu, sepantasnyalah seorang guru membagi atensinya terhadap anak murid. Sehingga, ia benar- benar yakin bahwa mereka semua dapat merekam pembicaraannya serta tidak melupakan anak muridya ketika memberi penjelasan. Ada sebagian guru yang mengfungsikan visualisasinya pada waktu tertentu saja, dan ini suatu kesalahan. Karena, hal itu menjadikanseorang guru tidak dapat memantau anak muridnya dengan baik. Kemudian ia juga harus memberi kesempatan kepada anak murid untuk diam dan mendengarkan.
Adapun posisi guru sebaiknya berada lebih tinggi dari pada posisi duduk anak muridnya, meskipun hanya berada beda tipis. Hal ini guna menghasilkan sebuah tuntunan yang baik dsn supaya setiap murid dapat mengikuti tuntunan guru tanpa berdempet – dempetan dengan murid di sampingnya. Sedangkan, jika seorang murid selalu bisa melihat dan memerhatikan gurunya. Dapat menghasilkan pahaman yangkuat dalam belajar. Karena, penggabungan media audio dan visual sangatlah kuat dalam penyerapan materi, dari pada menggunakan satu media saja. Dianjurkannya posisi meja guru lebih tinggi adalah seperti mimbar. Nabi Saw mencapai 3 tingkat. Hal itu sangat efektif dalam tukar- menukar dan mengikat pandang antara khatib (guru )dan mustami’in (murid )sebagaimana di jelaskan dalam riwayat berikut ini :
1.      Dari Jarir bin Abdullah ra berkata :”seorang lelaki datang ketika Nabi Saw sedang berkhutbah di hari jum aat. Lalu beliau berkata :”apakah anda sudah salat hai fulan ? ia menjawab :belum. Beliau  lalu menjawab :berdirilah lalu ruku’lah.
2.      Dari Abu Said Al – Khudri ra berkata :Bahwasannya suatu hari Nabi Saw duduk diatas mimbar dan kami duduk di sekitarnya.
Duduk di sekitar orang yang berkhutbah fungsinya adalah dapat melihat khatib. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhar dalam kitab shahihnya.yang di himpun kedalam satu bab :”Tentang imam yng menghadap kaum dan kaum yang menghadap imam yaitu ketika ia berkhutbah
Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan tentang korelasinya: “termasuk hikmah suatu kaum menghadapi Imam adalah sebagai persiapan untuk mendengarkan perkataan imam serta adabnya. Apabila imam menghadapkan wajahnya dan murid
[2] menghadapkan pula tubuhnya dan hatinya kearah guru, maka ia akan cepat memahami maui’zdhah guru tersebut, dan tentang apa yang di syariatkan kepadanya.

b)      Exspresi Wajah
Banyak para guru yang lupa akan fungsi metode ini, padahal metode ini bisa sebagai exspresi atas ketidak senangan ataupun juga kerelaan daripada ucapan  dan tindakan tertentu.
Metode ini sangat berguna bagi sekelompok orang tertentu, karena di situ mereka dapat menggunakan pandangan yang tajam sebagai exspresi dari pencegahan dan pelarangan, atau juga dengan menggunakan senyuman dan wajah yang ceria, seperti ketika engkau mengucapkan, bagus, bagus sekali sebagai exspresi terhadap  kerelaan hati dan kepuasan.namun, ada juga guru yang tidak menggunakan hal tersebut, sehingga ia melakukannya dengan apa adanya.
Exspresi kemarahan Nabi Saw dapat terlihat di wajahnya:sebagaimana dalam riwayatberikut ini :
1.      Aisyah ra berkata:”Rasulullah Saw masuk ke rumahku, sedang di dalamnya terdapat gambar hewan jantan. Beliau mengerunyutkan wajahya. Kemudian mengambil satir dan merobeknya. Aisya berkata :” lalu nabi bersabda :”  Azab manusia yang paling berat kelak di hari kiamat adalah orang – orang yang mengambar lukisan ini ..
2.      Diriwayatkan oleh anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat ( tempat imam). Hal itu menyusahkan beliau sehingga diwajahnya terlihat kesal. Lalu beliau berdiri dan mengosok dahak itu dengan tangannya. Beliau bersabda :a[abila salah seorang dari kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhannya , Tuhan berada di antara ia dan kiblat maka jangan meludah di depan kiblat, melainkan di sebelah kirinya, atau pun di bawah telappa kakinya.dan melipatnya. Lalu beliau bersabda : atau melakukan seperti ini.
Dalam sabdanya :”sehingga di wajahnya terlihat kesal.Ibnu Hajar mengartikan:” di wajahnya terpancar kekesalan yang sangat.menurut nasa’i beliau marah sehingga wajahnya terlihat memerah ,(beeliau kecewa dengan ahli masjid ).
Semua kata – kata di atas  menunjukkan, bahwa kemarahan Nabi itu mengandung pelajaran bag sahabat. Dimana tindakan itu merupakan sesuatu yang di tentang oleh beliau. Dan adapun beliau diam dan tidak memberi exspresi apa – apa, hal itu sama aja membiarkan kemungkaran akan tetapi Rasulullah menjelaskan sebab kemarahan itu dan memposisikannya sebagai pelajaran. Wallahu A’lam.
Adapun senyuman beliau dapat terlihat di wajahnya; sebagaimana dalam riwayat Jalil bin Abdullah Al- Bajli ra ia berkaa ; sejak saya mengucapkan salam, Rasulullah tidak melarangku masuk (rumahnya ) dan tidak  memandangku kecuali memasang senyum untukku (wajah ), dan kesan di senyuman itu tidaklah menghawatirkan Jarir bin Abdullah ra, melainkan memuaskannya.

PRAKTEK
Tidak di ragukan lagi bahwa, menjelaskan materi pelajaran dengan cara  komunikatif ‘ merupakan media yang baik (dalam proses belajar mengajar )Akan tetapi media ini ebih efektif lagi jika di barengi dengan metode praktek, yaitu menggabungkan antara teoritis dan praktis. Jika di terapkan secara bersamaan dalam suatu pengajaran, maka memperkuat akan pengetahuan anak murid dan tidak akan capat lupa.
Metode ada yang dari sisi guru dan ada yang dari sisi murid, artinya ada yang harus di lakukan oleh guru, dan ada yang ada dilakukan oleh murid, selanjutnya akan di jelaskan sebagai berikut :
A.    Praktikum Guru

1.      Dalam hadis yang di riwayatkan Sahal bin Sa’ad, terdapat gambaran salat Nabi Saw di atas mimbar, ia berkata ;aku melihat Rasulullah Saw salat di atas mimbar dan bertakbir di atasnya. Kemudian beliau ruku’ dan masih tetap di atasnya. Kemudian beliau turun dan mundur ke belakang, lalu sujud di atas mimbar yang asli, kemudian mengulangi salatnya lagi yang ketika telah selesai, beliau menghadap ke arah manusia seraya berkata ; wahai manusia apa yang telah saya lakukan ini adalah untuk menyempurnakan dan mengajarkan kepedamu tentang tata cara salatku.
2.      Dari anas ra bahwasannya Nabi Saw melihat dahak dalam kiblat, hal itu menyusahkan beliau sehingga di wajahnya terlihat (kesal). Kemudian beliau berdiri dan menggosok dahak itu dengan tangannya. Lalu beliau bersabda ; Apabila salah seorang di antara kamu sedang salat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhan – Tuhan berada di antara ia dan kiblat , maka janganlah meludah di depan kiblat, tetapi diarahkan kekirinya atau di bawah telapa kakinya.  Kemudian beliau mengambil ujung serbannya dan meludah di dalamnya, kemudian membungkusnya, lalu beliau bersabda ; atau melakukan seperti ini.
Komentar Ibnu Hajar tentang sabda beliau ;kemudian beliau mengambil ujung sorbannya. Terdapat penjelasan tentang tindakan atau praktek Rasulullah yan memperkuat pengetahuan seorang murid. “

3.      Contoh lain, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadis itu di sebutkan bahwasannya Utsman bin Affan ra bersabda, kemudian ia berkata ; Rasulullah Saw bersabda ; Barang siapa yang berwudhu’ seperti wudhuku ini. Kemudian salat dua rakaat dan ia tidak berbadas, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.
Ibnu Hajar berkata ; Dalam hadis itu terdapat pengajaran praktek yang dapat di pahami lebih dalam oleh murid.
4.      Contoh lain, seperti sabda  Nabi Saw dalam bab Haji ; ambilah oleh kalian dariku tentang tata cara manasikmu, dan masih banyak bagi contoh metode praktek lainnya.
Oleh  karena itu , bagi seorang pendidik atau guru seyokyanya memperhatikan metode ini, karena terdapat mamfaat yang sangat besar terhadap tingkat penguasaan suatu pengetahuan. 
Menambahkan keterangan di atas, metode ini lebih mendekatkan jarak antara guru dengan murid dalam memberikan tauladan, Akan tetapi metode ini tidak bisa berjalan secara instan. Pengajaran seperti ini membutuhkan waktu yaitu: guru terlebih dahulu menyediakan air, kemudian mempraktekkannya di depen anak murid, serta menyuruh mereka untuk mempraktekkaan ulang atas apa yang mereka saksi kan dari gurunya. Begitu pula tata cara mempraktekkan salat.dan laain sebagainya. Karena itu, metode ini tidak di terapkan di semua materi pelajaran, melainkan dalam materi yang di pandang penying dan perlu menggunaakn pendekatan praktek agar lebih melekat dalam hati anak murid.

B.     Praktikan Murid

1.      Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Saw masuk masjid, lalu masuk pula seorang lelaki dan melaksanakan salat. Kemudian datang kepeda Nabi Saw dan mengucapkan salam, lalu beliau menolak salam itu dan berkata; kemballa. h lalu salatlah,karena sesungguhnya kamu belum salat. Kmudian lelaki itu kembli dan salat seperti salatnya tadi. Kemudian ia datang kepada Nabi dan mengucapkan salam untuknya. Lalu Rasulullah menjawab;”Alaikas salam.. kemudian beliau bersabda; kembalilah dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum salat. Hal itu terus di lakukan sampai tiga kali. Lalu lelaki itu berkata; lantas bagaimana yang benar, adakah yang lebih baik dari ini, ajarkanlah  kepedaku!” Beliau bersabda; jika kamu berdiri untuk salat berakhirlah kemudian bacalah ayat- ayat Al quran yang gampang, kemudian ruku’lah hingga kamu ruku’dan tuma’ninah. Seanjutnyaangkatlah (tanganmu),sehingga kamu berdiri i’tidal, lakukanlah hal seperti itu di setiap salatmu.
Hadist ini merupakan bentuk pengajaran Nabi Saw tentang bagaimana seseorang yang salatnya tidak benar dan belum baik, yaitu dengan metode praktek ( untuk murid )atas kesalahan yang terjadi pada dirinya. Hal itu di jelaskan dengan tiga kali penolakan Rasulullah terhadap salat seseorang, hingga Nabi memerintahkan untuk mengulangi salatnya. Al qudli iyad mengatakan ; kalau ada yang mengatakan, kenapa Nabi Saw pertama kali diam, sehingga hal itu membutuhkan instropeksi ulang ? kami menjawab ; bahwasannya bahwasannya ketika kesalahan  lelaki itu  pppterbuka, diamnya Nabi Saw bertanda pencegahan dan sebuah petunjuk agar ia terlebih dahulu introspeksi atas kesalahan yang ada pada dirinya, sehingga ketika lelaki itu benar – benar tidak mengatahuinya, maka Rasulullah menjelaskannya dengan penjelasan yang bagus.

Ibnu Hadiq Al- Id berkaa : tidak di ragukan lagi bahwa hal itu adalah untuk menambah kadar serap murid,. Dimana setelah ia melakukannya berulang kal, terlebih dahulu menginstrospeksi, sehingga hal itu tidak terkesan tergesa – gesa.

Imam Nawawi berkata :adapun beliau tdak langsung  menyebutkan  kesalahan itu, adalah supaya lelaki itu lebih mengerti akan megerti akan defininya dan defini orang lain tentang bagian – bagian salat.

2.      Dari Anas  bin Malik, bahwasannya seseorang lelaki bertanya kepada Nabi Saw tentang waktu salat fajar (subuh . lalu beliau berkata ; salatlah besok bersamaku. Lalu Nabi salat subuh di akhir malam ( malam pertama . dan ketika hari kedua beliau mengakhirkannya hingga langit terang. Kemudian beliau bertanya:manakah lelali yang bertanya tentang salat subuh ?lelaki itu menjawab : saya wahaii Rasul. Lalu beliau berkata :bukankah kamu telah hadir bersamaku (salat)kemaarin dan hari ini ?ya .Rrasulullah berkata lagi ; waktunya adalah di antara kedua waktu itu.

Ibnu Abdul Bar berkata; penjelasan suatu tindakan, kadang cocok dengan tindakan apa yang telah ia ucpkan. Nabi bersabda ; kabar tu bakan seperti penonton.

PENYAJIAN PELAJARAN SECARA PROPORSIONAL
Akal dan kemampuan manusia berbeda- beda, baik dari individu dengan individu lainnya. Maupun suatu komunitas dengan komunitas lainnya. Hal itu merupakan realitas yang juga di alami oleh anak murid dalam satu kelas. Dimana tingkatan kecepatan dalam memahami pelajaran atau menjawab pertanyaan guru berbeda – beda. Banyak hadis Abu Said Al Khudri yang menjelaskan hal itu, di antaranya yang riwayatkan dalam kitab shahih ; Dari Abu Sa’id Al- Khudri ra berkata ; bahwahsannya Rasulullah duduk di atas mimbar dan berkata ; hamba yang di pilh Allah antara seseorang yang di limpahkan bunga kehidupan dunia dan dan antara orang yang di dekatnya, (adalah )Allah memiih orang yang di dekatnya. Abu Baqar menangis dan berkata ; aku menembusmu dengan nenek moyangku. Abu Sa’id berkata  ; Rasulullah adalah orang yang paling mengetahui tentang Nabi Saw dari pada kita.
Imam Nawawi mengatakan, bahwasannya Abu Baqar mengetahui Nabi Saw adalah hamba yang terpilih dan ia menangis karena sedih dengan perbedaann dan terputusny wahyu serta kebaikan lainnnya, selamanya. Rasulullah bersabda ;Sesungguhnya seorang hamba dan kekurangannya harus melibat kepada kepahaman ahli ilmu dan kepandaiannya.
Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata ; Ya, bahwasannya Abu Baqar As –siddqi adalah seakrab-akrabnya manusia kepada Rasulullah. Apabila manusia bertanya kepadanya, beliau menjawab dengan bahasa arab yang bisa di pahami oleh para sahabat dan bisa di pahami lebih dalam oleh Abu Baqar aerta tidak bertentangan dengannya.
Sistem penyampaian ilmu ke pada anak murid, kadangnya juga berkaitan. Diantaranya dengan cara ; penjelasan, yaitu dengan menjelaskan suatu materi pelajaran.sistem ini bisa di katakan yang paling baik untuk membuka kepahaman murid, hal itulah yang merupakan sesuatu sangat penting bagi guru untuk mengetahui kadar pemikiran murid, sehingga hal tersebut dapat membantunya dalam membatasi materi pengetahuan yang akan di sampaikan serta meringkasnya, sehingga sesuai dengan akal dan kemampuan murid.
Pembahasan ini dapat kita lihat dalam sebuah riwayat; dari Aisyah ra berkata; saya bertanya kepada Nabi tentang sebuah dinding apkah dindig dari baitullah ? beliau menjawab ; ya, lalu saya bertanya kenapa mereka tidak memasukkan dinding ii kedalam baitullah ? beliau menjawab ; bahwa kaummu itu sedikit berinfak, la;u saya bertanya lagi kenapa pintunya di buka tinggi? Beliau menjawab; hal iu di lakukan kaummu supaya mereka dapat masuk dari mana pun  mereka sukai. Meskipun kaummu itu tidak hidup di masa jahiliyyah, tapi aku kawatir hati mereka masih menolak memasukkan dinding ini di bairullah dan menempelkan pintunya (di bumi/ tanah ).
Jadi Nabi Saw meninggalkan pembangunan ka’bah yang dulu telah  didirikan Nabi Ibrahim AS, demi untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan. Dimana Bani Quraisy terlalu menggagungkan ka’bah, sehingga Nabi khawatir jangan – jangan karena masa mereka dekat dengan islam, lalu mereka membangun ka’bah dengan bermegah- megahan.
Wahai guru !perhatikanlah olehmu, bagaimana Nabi Saw terpaksa meninggalkan sesuatu yang mulia ini (membangun ka’bah ).hanya karena khawatir orang – orang Quraisy tidak bisa memahami hal itu,. Untuklebih jelasnya. Ada dua contoh dari bberapa murid Nabi Saw;
Pertama; yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, dari Ali bin Abi Thalib ra, berkata ; berbicaralah kalian kepada manusia tentang apa yang mereka ketahui, apakah kalian senang membohongi Allah dari Rsul-Nya.
Kedua; yang diriwatyakan oleh Imam Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud berkata ; janganlah kamu berbicara pada suatu   kaum tentang suatu pembicaraan yang tidak bisa di capai oleh akal mereka., kecuali hal itu bagi sebagian dari mereka merupakan bencana.
Dua hadist di atas merupakan penjelasan tentang dampak berbicara kepada manusia tentang sesuatu yang tidak dapat  di pahami oleh akal mereka. Sehingga meskipun suatu pembahsan itu berasal dari Rasulullah, tetapi jika akal mereke tidak cukup memahami, maka sebaiknya hal tersebut di larang supaya tidak terjdi bencana. Dalam hal ini seorang guru punya andil dan tanggung jawab yang besar untuk menabarkan suatu masalah dengan ibarat yang jelas, bisa di pahami dan sesuai dengan kadar kemampuan murid, sehingga mereka tidak menjadi bingung dan tidak sulit lagi dalam memahami suatu pengetahuan.
Dalam kitab ibya’ulumuddin Imam Ghazali berkata mengikuti saran :tugas keenam yaitu memberikan materi – materi pelaajaran sesyai degan kadar kemampuan murid dan tidak memberikan suatu pembahasan yang tidak dapat di cakup oleh akal nya. Hal ini  mengikuti saran Nabi Saw, beliau bersabda ; kami adalah para nabi yang di turunkan kepada manusiia di tempat mereka masing – masing dan berbicara kepada mereka \sesuai dengan kadar kemampuannya.
Diriwayatkan oleh hakim dalam tarikhnya, sanatnya dari Abu Kudamah dari Nadlar bin Syamil berkata ; kahlil pernah di tanyai tentang suatu masalah , lalu ia lamban menjawabya Abu Kudamah berkata ‘ lalu aku berkata ; apakah masalah ini perlu di pertimbangkan? Ia menjawab ; saya pernah menjawab masalah itu. Akan tetapi dalam hal ini, saya ingin memberi jawaban untukmu, sebuah jawaban yang lebih cepat di pahami.  Abu Kudamah berkata; lalu aku menceritakan hal itu kepada Abu Ubaid dan ia melaksanakan. Dalam Tarikh Abdullah bin Ja’far As Syarkhasyi Abu Muhammad Al Faqih telah bercerita kepadaku Muhammad bin Hamid, telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ahmad saya mendengar Rabi’ saya mendengar syafi’i berkata; andaikan Muhammad bin Hasan berkata kepada kami sesuai dengan kemampuannya tentu kami tidak mengert, Akan tetapi beliau berkata kepada kami sesuai dengan kadar kemampuan kami, maka mengertilah kami.

DIALOG DAN RASIONALISASI
Seperti hlnya akal dan kemampuan manusia yang berbeda kadar pemahaman dan tingyangskat kecerdasan, berbeda pula kadar kecerdasan mereka terhadap perintah Allah dan larangannya. Ada di antara mereka yamg tidak puas dengan dalil, kecuali setelah jelas hikmah dari padanya syariah tersebut. Namun ada juga dari mereka yang mersa puas dengam daalil itu.
Pada umumnya begitu pula yang terjadi pada murid, di antara mereka ada sebahagian mereka tidak puas dengan sebagian kaidah – kaidah dan asas – asas yang telah di sisihkan oleh ulama, kecuali jika jelas hikmahnya, ada juga di antara mereka yang tidak bisa mencapai kepahaman yang sempurna kecuali setelah kaidah ataupun masalahnya di simpulka. Hal seperti ini bisa di jelaskan dengan cara dialog dan rasionalisasi sebagai berikut;
1.       Dari Imam Ahmad dari Abu Umammah berkata ; seorang pemuda daang kepada Nabi Saw lalu berkata; beritakanlah kepadaku perihal zina. Lalu suatu menhadapnya dan mengusirnya mereka berkata; pergi, pergi !Abu Umamah beekata; rasul mendekatinya, sehingga beliau dekat sekali dengan pemuda itu. Ia juga berkata; lalu nabi duduk dan berkata ; Apakah kamu senang berzina dengan ibumu?pemuda itu menjawab tidak, demi Allah ,jadikanlah saya penebusmu,. Rasulull; ah bekata :manusia juga tidak senang berzina dengan ibu mereka lalu beliau berkata; apakah kmu senang berzina dengan anak perempuan kamu? Ia menjawab; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Rasulullah berkata; manusia juga tidak senang berzina dengan anak – anak perempuan mereka. Lalu Rasulullah bertanya; apakaah kamu senang berzina dengan saudara  perempuanmu ?  ia menjawab,; tidak, demi Allah jadikanlah saya penebusmu. Raulullah berkata; manusia juga tidak senang berinadengan saudara- saudara perempuan mereka dll. Abu Umamah berkata; lalu beliau meletakkan tangannya di atas pemuda itu dan berkata; Ya Allah ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, serta jagalah kemaluannya, sehingga tidak ada laagi pemuda yang berbuat demikian sesudah ini.
Dalam hadis itu terkandung keagunggan Rasuullah, pengajaran serta muamalah beliau yang baik, yaitu dala kasus seorang pemuda yang telah mengerti maksud zina.  Oleh sebab itulah, pemuda itu berkata beritaukanlah kepadaku perihal zina? Dan dia juga tidak takun aakan sikap sahabat dan antusias mereka terhadap agama Allah. Dan apa yang dilkukan Rasul tidaklah mengusir pemuda itu seperti yang dilakukan sahabat dan beliau juga tidak langsubg bekata zina itu haram dan akhibatny adalah siksa yang pedih. Semua hal tersebut di atas tidaklah dilakukan oleh Nabi, karna dalam masalah ini, pemuda itu juga belum paham. Akan tetapi solusi yang di ambil beliau adalah dengan dialog yang rasionalisasi. Karena hal itulah media yang terbaik dalam menjelaskan masalah ini. Renungkanlah media ini maka, akan jelaslah bagimu akan keagungan sang guru umat.
2.       Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya seorang lelaki memdatangi Nabi, lalu berkata;wahai Rasulullah anakku terahir hitam. Lalu nabi sawberkata; apakah kamu mempunyai unta? Ia menjawab ; ia, lalu Nabi bertanya ;Apa warnanya?ia, menjawab : merah. Lalu Nabi bertany lagi; adakah yang berwarna keabu- abuan ? ia menjawab ; ia, menyerupai induknya, Nabi lalu berkata ; anakmu juga menyerupai induknya. (ibunya)
Lelaki itu  adalah seorang baduwi yang datang meminta pendapat dari beliau tentang keganjilan anakya yang terakhir hitam, yang lain dengan warna kulitnya dan kulit ibunya( isterinya). Lalu Rasulullah menjelaskannya dengan rasio yang mudah. Serta mengajaknya berdialog dan memberikan contoh dari apa yang ia miliki, supaya hal itu lebih gampang di pahami, yaitu katika Nabi Saw bertanya, apakah  unta- untanya ada yang lain dari induknya ? ia menjawab, ; ya, jadi kalau bagitu, apapun  bentuk  dan warna kulit anaknya tetap ia adalah hasil dari manusa.
Renungkanlah olehmu, bagaimana Nabi Saw berdialoqdan menggunakan rasionalisasi yang sederhana dan jelas.
Jadi intinya, bahwa apa yang di beritahukan Nabi Saw adalah mungkin, bahwa anak itu memang anaknya. Karena apa yang dikatakan Nabi Saw bukanlah omong kosong. Melainkan wahyu yang telah di turunkan kepadanya. Sehingga, ketika Nabi Saw mengetahui akan keadaan orang baduwi itu serta kebodohannya, beliau menjelaskannya hingga jiwa nya dan hati orang baduwi itu merasa tenang dan puas. Apa yang dilakukan Nabi Saw merupakan satu hikmah bagi orang baduwi itu dan generasi seterusnya.
3.       Dari Ibnu Abbas bahwasannya seorang wanita datang kepada  Nabi Saw, lalu ia berkata ; bahwasan ibuku bernazar naiik haji, tetapi ia meninggal sebelum berhaj, apakah saya harus menggantikanny? Rasulullah menjawab ; ya, berhajilah untuknya, beliau bersabda; pernahkah kamu berfikir, ibumu mempunyai hutang, apakah kamu yang akan membayarnya? Wanita itu menjawab ;ya, lalu beliau berkata; maka tunaikanlah oleh mu apa yang menjadi kewajiban mayit, karena Allah adalah lebih dengan penunaian itu.

BERCERITA
Cerita mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk menarik simpati murid, serta mengaktifkan seluruh perasaannya kepada guru (sang pencerita). Hal itu, dikarenakan sebuah cerita pada dasarnya banyak di senangi orang untuk mengingat kembali kisah masa lalu., beberapa kjadian, keganjilan dan lain- lain. Mamfaatnya adalah, bahwa bercerita (kepada murid ) merupakan sesuatuyang jelas dan tidak mudah di lupakan. Oleh karena itulah, Al qur an benar- benar memperhatikan penuturan cerita-cerita, demi menghibur diri, memantapkan maksud, mengambil pelajaran, mengatahui serta menghafalkan kejadian-kejadian masa lalu.,
Dalam Al qur an, penuturan suatu cerita bukan sekedar menghibur pembaca, melainkan untuk di renungi berbagai permasalahan  tauhid dan hukum-hukum Allah yang sudah pasti ketettapannya. Contoh hukum – hukum fiqih yaitu seperti firman Allah yang bercerita tentang Nabi Yusuf As ;  dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya.
Pelajaran fiqih yang dapat kita ambil dari ayat itu adalah;  ju’alah (upah ) dan kafalah (jaminan ). Firman-Nya :siapa yang dapat mengembalikannya akan memeroleh bahan makanan (seberat) beban unta. Maksudnya adalah memberikan upah bagi orang yang menemukannyya. Dan firman- Nya :aku menjamin terhadapnya. Maksudnya adalah jaminan.
Karena itu dapatlah di mengerti, bahwa sebuah cerita mempunyai peranan yang besar dalam memberi pelajaran kepada manusia. Rasulullah juga pernah bercerita kepada sahabat – sahabatnya, yaitu dengan tujuan memberi pelajaran dan pendidikan bagi mereka.
Diriwayatkan, bahwasannya. Khobab ra datang kepada Rasululah untuk mengadu perilaku jahat orang quraisy, (hal itu terjadi di awal-awal dakwah islam di mekah). Khobab berkata; saya mengadu hal itu kepada Rasulullah dan beliau sedang tiduran berbantal kain bergaris di bawah naungan ka’bah. Lalu saya berkata; tidakkah engkau menolongku, dan tidakkah engkau mengajakku (mencari keselamatan). beliau lalu bersabda ; telah terjadisebelum kalian seorang lelaki yang di culik, lalu di buatkan juga celah dengan memakai gergaji, di letakkan di atas kepalanya dan di jadikan dua bagian. Kemudian di cap dengan cap-cap yang terbuat dari besi dan bukan terbuat dari daging dan tulangnya.makaapakah hanya karena itu, ia lantas berpaling dari agama Alah. Hal itu merupakan karunia Alllah sehingga pengendara yang berjalan dari suna’a Hadral maut, tidak takut lagi dengan serigala yang akan memangsa kambingnya, kecuali hanya kepada Allah akan tetapi kalian terlalu terburu-buru.
Dalam carita yang telah di tuturkan oleh Rasululah tersebut, terdapat hikmah dan nasehat yang tidak bisa di ketahui kecuali oleh mereka-mereka yang bener- bener mau merenung. Dalam hadis ini juga ada terdapat cobaan dan penyiksaan terhadap orang-orang ahli tauhid. Selain itu, juga terdapat sesorang yang hatinya benar-benar kokoh, sehingga tidak mau berpaling dari agama Allah, meskipun di bayar dengan nyawanya. Dalam hadis itu pula terdapat informasi mistik ketika menjelaskan realitas  agama, juga terdapat keutamaan sabar dan kehinaan bersikap terburu-buru, kendatipun banyak cerita-cerita dalam hadis tersebut yang tidak panjang penuturannya namun cukup sebagai isyarah. Di antaranya cerita tentang tiga orang (oorang buta, kusta dan botak)yang selalu di datangi oleh raja. Cerita tentang tiga orang yang berlindung di gua, sehingga mereka tertutup oleh batu besar. Adalagi cerita tentang Nabi Musa bersma Khaidir, serta masih banyak lagi cerita-cerita lain.
Untuk itulah,wahai guru ! janganlah sekedar bercerita,tetapi jelaskanlah sisi nasehatnya, faedah-faedah yang keluar dari cerita itu, serta menjelaskan juga hukum-hukum syariah (agama) yang ada pada cerita itu, jika memang ada ulasannya.

PERUMPAMAAN
Seorang guru membutuhkan suatu media untuk mendekatkan suatu masalah yang sulit, sertamenjelaskan suatu pembahasan yang rumit, artinya jika seorang guru  memberikan pengetahuan yang sulit bagi muridnya, maka ia juga butuh media yang lain yang dapat membantu memecahkan masalah,sehingga seorang murid dapat mempelajarri dengan mudah permasalan itu.
Perumpamaan; bentuk penganologian dan sejenisnya yang berguna sebagai pengambaran, dan penjelasan. Dalam Al qur an banyak sekali di sebutkan perumpamaan –perumpamaan. Di antaranya, seperti firman Allah ; tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang )kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan –perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk, seperti pohon yang buruk, yang telah di cabut dengan akar –akarnya dari permukaan bumi.
Dari Ibnu Abbas, bahwasannya Allah Swt berfirman ; tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yan baik. Maksud pohon yang baik di situ adalah orang mukmin, sedangkan  akar yang tegak  di bumi dan cabangnya( yang menjulang )di langit adalah bahwa orang mukmin berkata dan bertindak di bumi. Kemudian perkataan dan tindakan itu akan sampai ke langit dan dia tetap di bumi.
Dan dalam firman Allah ; Allah membuat perumpamaan – perumpamaan itu untuk manusia, supaya mereka selalu ingat . dalam hal ini As Syauqani berkata; dalam perumpamaan itu terdapat penuturan , pemahaman dan pengambaran yang lebih. Ibnu Sy’dy juga mengatakan bahwa dalam perumpamaan itu identik ./dengan makna yang rasional dan bisa di raba, seperti halnya makna yang di kehendaki Allah.
Hal di atas sanatlah jelas , dan iniah karunia- Nyadan bentuk pengajaran –Nya yang baik. Segala puji bagi Allah ,sang maha sempurna. Abu Baqar Al- Jazairi berkata; petunjuk dari ayat-ayat tersebut sangat bagus , jika seseorang dapat memberikan perumpamaan demi untuk mendekatkan makna itu kepada hati.
Rasulullah juga banyak mencantumkan perumpamaan – perumpamaan dalam hadisnya, hal itu, karena beliau mengetahui bahwa dalam perumpamaan itu terdapat kekuatan yang dapat mendekatkan maknanya dan menjelaskan maksudnya (dalam hati).  Di antaranya yaitu;
1.      Dalam kitab sahih dari hadis Abu Musa Al- Asy-ari dari Nabi Saw bersabda; perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-qur an adalah seperti buah utrujah, rasanya enak dan baunya juga enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak mau membaca Al quran adalah seperti buah anggur, rasanya enak tetapi tidak ada baunya. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al quran adalah adalah seperti buah raybanah, buah nya enak tapi rsanya pahit.perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al quran adalah seperti buah bandlalah, tidak punya bau dan rsanya pahit.

Wahai guru!lihatlah perincian hadis tersebut, kemudian renungkanlah perumpamaan ini dalam menjelasakan hakikat orang mukmin dan munafik yang membaca Al quran dan yang tidak membaca Al quran.

2.      Dari Nuwas bin Sam’an Al Ansari dari Rasulullah Saw bersabda ; Alllah telah membuat perumpamaan tentang siratal mustaqim (jalan yang lurus), yang dua sisi nya terdapat dua pagar pada nya ada dua pintu yang terbuka dan di atas pintu-pintu itu terdapat tirai yang tipis. Di atas pintu shirat itu ada yang memanggil ; wahai manusia masuklah ke shirat itu dan janganlah membukanya. Adalagi suara yang memanggil dari perut shirat, sehingga ketika ada orang yang ingin membuka sala satu pintu-pintu itu, ia berkata ;celakalah kamu !jangan buka, jika kamu membukanya juga, berarti kamu memang orang yang keras kepala.

Shirat disima adalah islam, dua pagar adalah batasan – batasan Allah. Pintu-pintu yang terbuka adalah larangan-larangan Allah. Sedangkan yangmemanggil di atas jalan iitu adalah nasehat Allah terhadap setiap orang mukmin.

3.      Dari Abu Hurairah ra ,bahwasannya , Rasulullah Saw bersabda; perumpamaan aku dan Nabi- nabi sebelumku, adalah seperti seorang lelaki yang membangun rumah. Lalu aku memperbaikinya dan memperindahkanny, kecuali satu tempat baru di ujung rumah itu, sehingga manusia mengelilinginya dan mengaguminya. Lalu mereka berkata; mengapa batu itu belum di letakkan ?beliau menjawab ; Akulah batunya, karena aku adalah Nabi terakhir.
Ibnu Hajar berkata;perumpamaan para Nabi dan apa yang merak bawa adlah seperti halnya sebuah rumah yang di bangun faedah-faedahny, di tinggikan bangunannya, sehingga hanya tertinggal satu tempat saja yang akan menyempurnakan bentuk rumah itu. Kemudian Ibnu Hajar berkataa lagi; dalam hadis itu terdapat perumpamaan yang bisa di pahami ,dan tentang keistimewaan  Nabi Saw di bandinkan nabi-nabi lain. Dan Allah menjadikan beliau seoran utusan yang terakhir dan yang menyempurnakan syariah agama.

ANTUSIASME
                Semangat merupakan suatu metode yang dapat menggugah kemauan dan mencerdaskan diri, pada dasrnya, jika seseorang senang mencari hal-hal yang baru. Karena itu, motivasi atau semangat sesorang guru dapat menjadikan seorang murid antusias untuk mengetahui hal-hal yang ia inginkan. Penjelasan hal tersebut dapat dilihat dalam hadis yang di riwayatkan oleh Abu Said Al M’la ra;
1.       Ia berkata; suatu waktu saya salat di mesjid. Lalu Rasulullah memanggilku, dan aku tidak menjawabnya,. Aku berkata; Wahai Rasulullah saya sedang salat, kemudian beliau bersabda; tidakkah Allah berfirman Jawablah Allah dan Rasul-Nya,jika ia memanggil kalian atas apa yang di wahyukan untuk kalian ?kemudian beliau berkata kepadaku; saya akan memberitaukanmu tentang surat Al quran yang pling agung?  Beliau menjawab; Alhamdulillah hirabbil Alamin ,yaitu surat sab’ul mastani(Al fatihah).

Dalam  hadis ini jelas terlihat keantusiasan sahabat untuk mengetahui surat Al quran yang paling agung, sampai –sampai ia tidak lagi bersabar dan tidak tahan menanti Rasulullah, sehingga ia bergegas berkata, Tidakkah engkau ya Rasulullah yang berkata; saya akan memberitahu kepadamu tentang surat Al quran yang paling agung?
2.       Contoh yang lain, seperti hadis Imam Muslim, dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah bersabda; berkumpulah, karena aku ingin membacakan untuk kalian sepertiga Al quran . a;u satu persatu mereka berkumpul. Kemudian nabi keluar dan membacakan ; qulhuwallahu Ahad .kemudian beliau masuk. Sebagian kami lalu ada yang mengatakan ; saya melihat bahwa kabar ini adalah dari langit, karena itulah beliau masuk . kemudian Nabi keluar lagi dan berkata; saya mengatakan bahwasannya saya akan membacakan untuk kalian sepertiga dari Al quran. Ingatlah, bahwa surat itu ( Al iqhlas), sebanding dengan Al qur an
Ingatlah, bahwa ucapan dan tindakan Rasulullah mempunyai dampak yang besar atas keantusiasan mereka mendengarkan sepertiga Al qur an dari Rasul. Daalam cerita ini ada beberapa faedah, di antaranya yaitu; petunjuk yang jelas tentang keistimewaan membaca surat Al ikhlas, serta membuat para sahabat antusias mendengarkan epertiga Al quran dari lisan Rasulullah . selain itu, melalui sabda beliau; berkumpullah , dan tindakannya yang keluar- masuk lebih mengesankan (para sahabat)untuk mengingat cerita dan kejadian itu.
3.       Diriwayanytkan oleh Imam Ahmad, dari Anas bekata; suatu kali kami duduk bersama Rasulullah, beliau lalu berkata ; akan muncul pada kalian saat ini seorang lelaki dari golongan ahli surga. Lalu bersamaan dengan itu akan muncul seorang lelaki dari anshar, yang dari janggutnya  masih menetes air wudhu’ dan di tangan kirinya tergantung sandalnya, ke esolan harinya Rasululah bersabda; seperti ucapannya kemaren bersamaan dengan itu muncul pula lelaki yang pertama itu,. Memasuki hari ketiga Rasulullah msh bersabda seperti ucapan nya yang terdahulu , lalu muncul pula seoran lelaki yang seperti kemarin- kemarinnya, sehingga ketika Rasulullah berdiri, Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki itu dan berkata kepadanya; Aku konflik dengan ayahku ,dan aku bersumpah tidak akan kembali ke rumah selama tiga hari, sehingga ssetelah aku melihatmu aku ingin tinggal bersamamu hingga selesai apa yang telah engku lakukan, lelaki itu lants menjawab ; ya( boleh saja). Anas berkata ; lalu Abdullah bercerita ,bahwa beliau benar-benar menginap di rumah lelaki itu selama tiga hari dan ia tidak melihat lelaki itu bangun di malam hari, kecuali ia bangun tidur sambil bicara , berguling-guling di tempat tidurnya sambil berzikir, kepada Allah dan selalu berzikir, hingga ia salat subuh, Abdullah berkata aku tidak mendengar apa-apa darinyakecuali hanya kebaikan ,ketika tiga hari telah lewat, aku meremehkan amal nya seraya berkata kepedenya; sebenarnya antara aku dan ayahku tidak ada amarah ,juga tidak ada hijrah, tapi ketika aku mendengar Rasulullah bersabda tiga kali; akan muncul pada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan ahli surga. Lalu bersamaan dengan itu kamu muncul tiga hari berturut- turut , sehingga aku ingin tinggal bersamamu demi untuk melihat amalmu. Akan tetapi (setelah aku tinggal bersamamu selama tiga hari ), aku tidak melihat dirimu melakukan amaalan yang besar,. Lalu apa kelibihanmu , sehingga Rasulullah berbicara tentangmu? Lelaki itu menjawab seperti yang telah kamu lihat. Dan ketika aku terus menguntitnya , ia lalu memanggilku dan berkata; tidak ada amalan yang kamu lihat dariku, kecuali aku tidak  pernah dendam terhadap orang-orang muslim dan aku tidak pernah iri kepada seorang atas kebaikan apa yang diberikan Allah kepadanya. Lalu Abdullah berkata; betulkah hanya ini kelebihanmu.
Dalam cerita tersebut terdapat sikap antusias Abdullah bin Amr bin Ash untuk bisa mengetahui kenapa Rasulullah berbicara tentang laki-laki itu ,sampai beliau mengatakannya tiga kali; akan datanglahlah kepada kalian saat ini seorang laki-laki dari golongan ahli surga. Tidak diragukan , bahwa apa yang ada dalam cerita itu jelas terkesan bentuk metode keantusiasan.



GERAK TUBUH
Seorang guru tidak boleh menafikan hal ini, yaitu gerak tangan ataupun kepala ketika ia sedang mengajar (karena hal itu  memang terjadi pada orang yang berbicara apapun bentuk pembicraannya). Akan tetapi, apakah memfungsikan gerak tersebut dapat menghasilkan suatu pengajaran yang baik, ? jika seorang murid memperhatikan  gerak diam seorang guru , maka hal itu adalah cerminan dari apa yang ia bicarakan. Artinya pembicaraan guru adalah berpengaruh pada gerak tangan dn kepala, dalam gerak tubuh seorang guru terhadap beberapa mamfaat.
Pertama ;menambahkan kejelasan dan menguatkan perkataan , hal ini di ambil dari hadis Jarir ra tentang ibadah haji Rasulullah ;
1.       bahwasannya  Rasulullah menghimbau sahabat-sahabatnyayaitu; barang siapa yang tidak menghatur kan qurban , maka bertahullah setelah ia selesai melakukan thawaf antara shafa da marwah , dan jadikanlah ibadah itu sebagian umrah. Nabi Saw bersabda; jika aku melakukan apa yang telah aku lakukan , maka aku tidak menghaturkan kurban,dan menjadikan kedatang saya ini sebagai umrah , Barang siapa yang diantara kalian tidak ada kurban bersamanya,  maka hendaklah ia tahallul dan menjadikan ibadah yaitu sebagai umrah .lalu saraqah bin malik bin Jasam berdiri, seraya berkata ; wahai Rasulullah !apakah untuk tahun ini saja, apa untuk tahun ini saja, apa untuk selamanya ?Rasulullah lalu mempersilangkan jari-jemarinya dan berkata; umrah tercakup ke dalam haji, tidak untuk dua kali masa, tetapi untuk selam-lamanya.
Petunjuk dari hadis ini adalah, Rasulullah mempersilangkan jari-jemarinya adalah demi untuk menjelaskan dan mengutkan bahwasannya hukum tersebut adalah untuk selamanya. Sehingga tidak di ragukan lagi bahwa dalam gerak tubuh( guru), terdapat makna yang kuat serta lebih menguatkan suatu perkataan.
3.       Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah menyinggung tentang hari jum at beliau bersabda; dalam hari jum at tiada waktu yang tiada bertepatan seorang hamba muslim yang sedang melakukan salat dan memohon sesuatu kepada  Allah , niscaya Allah mengabulkan permohonannya.kemudian Rasulullah memberi isyarat dengan tangannya, yaitu yang menandakan bahwa waktu itu sebentar.

Jika hadis di atas direnungkan , maka jelaslah bahwa isyarat Nabi tersebut mengandung makna yang lebih dari apa yang beliau ucapkan, yaitu; bahwasannya wakyu itu adalah sebentar untuk memperoleh sesuatu yang agung, dan ini adalah karunia Allah untuk makhluk-Nya. Zain Ibnu Munir berkata;isyarat yang sebentar adalah, karena sesuatu yang di senangi dan merupakan suatu anjuran karena ada sedikit waktu nya yang banyak faedahnya.

Kedua; menarik perhatian dan memperkuat pemahaman. Hal itu telah di singgung dalam hadis di atas yaitu yang telah di sebutkan oleh Jabir  bin Abdullah ra, yaitu ketika Rasulullah memberikan ceramah kepada manusia di wakyu hari arafah, Dalam ceramahnya beliau banyak sekali menjelaskan tentag sesuatu yang agung , kemudian setelah beliau kembali (sampai) kepada mereka beliau bersabda;
1.       Kalian mau bertanya epadaku apa yang ingin kalian katakan?bereka berkata; kami telah menyaksikan engkau telah kembali , telah menunaikan ibadah dan telah memberi nasehat. Lalu beliau bersabda; sambil mengangkat jari telunjuknya ke langit dan melemparkannya kepada manusia. Ya Allah saksikanlah (sampai  tiga kali).dalam pengangkatan jari telunjuk Rasulullah ke langit,serta pemberian isyaratnya kepada manusia , sangatlah menarik perhatian mereka (terhadap perkara yang penting itu)yaitu kedudukan saksi atau  tabliq.
2.       Abu Aliyah Al bara ‘ telah menuturkan ( tentang keterlambatan )  ibnu Ziyad dalam salat, lalu ia mngutarakan hal itu pada Abdullah bin Shamit, ia menggigit bibirnya dan memukul pahaku, lalu ia berkata ; saya telah bertanya kepada Abu Dzar seperti apa yang kamu tanykan padaku dan dia memukul pahaku seperti aku memukul pahamu seraya beliau berkata; salatlah tepat pada waktunya, dan jika engkau menemukan suatu jamaah , salatlah bersama mereka dan jangan berkata; saya sudah salat , jadi aku tidak salat. Abul Aliyah berakata dalam syarah Imam Muslim ,lalu beliau memukul pahaku , maksudnya adalah sebagai peringatan dan menanamkan kepahaman atas apa yang telah beliau ucapkan.
Ketiga; simpel (ringkas). Hal ini seperti hadis yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas;
1.       Rasulullah bersabda ; Aku di perintahkan sujud dengan tujuh anggota, yaitu dahi seraya, beliau menunjukkan hidungnya. Kedua tangan dan kedua lutut dan kedua telapa kaki.
Perhatikanlah apa yang telah beliau sabdakan ; Aku di perintahkan supaya sujud dengan tujuh anggota , kemudian beliau juga bersabda; dahi-seraya beliau menunjukkan hidungnya, hal itu sangat jelas bahwa hidung bagian dari dahi arinya bahwa ia seakan –akan dua anggota yang menjadi satu. Di situ juga terlihat bentuk-bentuk ringkasan, yang baik, yaitu ketika beliau tidak menyebutkan ‘ hidung melainkan hanya dengan iyarat.
Perlu di perhatikan , jika beliau tidak menunjukan hidungnya ( isyrah),bisa jadi beliau  bersabda; dahi dan hidung, jadi ketika Nabi telah menujjukkan hidungnya sambil mengatakan dahi, maka penuturan hidung, tidak perlu lagi,.
2.       Dari Ibnu Abbas ra, bahwasannya Nabi pernah di tany tentang hajinya, beliau menjawab; saya berkurban sebelum jumrah , sambil memberi isyarah dengan tanganya , dan berkata; dan tidak berdosa, Beliau juga bersabda; saya memotong rambut sebelum jumrah sambil memberi isyarah dengan tangannya, dan berkata; dan todak berdosa.lalu beliau juga bersabda ; saya mencukur rambut sebelum berkurban , sambil memberi isyaratdengan tanganya; dan tidak berdosa.
3.       Dari abu Hurairah ra, dari nabi Saw bersabda; Ilmu di genggam kebodohan dan bencana akan timbul, dan kekacauan juga semakin bnyak. Dikatakan; Wahai Rasulullah apa itu kekacaua? beliau berkata; seperti ini, sambil bekiau mendoyongkan tangannya seakan –akan hendak membunuh.

SKETSA GAMBAR
Guru membutuhkan media pembantu yang memudahkan dalam menyampaikan pengetahuan kepada murid dengan optimal. Diantaranya yaitu dengan media papan tulis, yang berfungsi untuk menguakan sebuah penjelasan. Sebagaimana seorang guru yang menjelaskan suatu ilmu yang di serai dengan penulisan di papan tulis, dengan seorang guru yang hanya menjelaskan penjelasan dengan lisan saja, pasti yang pertama lebih jelas dan cepet di pahami. Dan hal ini, tidak membutuhkan argumen yang menguatkannya.
 Empat belas abadyang lalu, Rasulyllah telah mengajarkan sebagian hadis dan mengutkan penjelasannya dengan memakai sketsa atau gambar ,karena lebih memahamkan dan mudah di ingat.diantaranya yaitu;
1.       Dari Ibnu Mas’ud ra berkata;  Nabi Saw  membuat garis bersegiempat, lau membuat satu garis yang keluar dari tengah segi empat itu, kemudian membuat beberapa garis kecil di tengah ( dari sisinya yang ada di tengah).beliau lalu bersabda; ini manusia, ini jal, garis yang keluar ini adalah segala sesuatu yang fana. Jika ini salah, akan menggigit ini, dan jika ini salah ia akan menggigit ini.

2.       Dari  Abduah ibnu mas’ud ra berkata;Rasulullah membuat sebuah garis di tangannya,kemudia bersabda;ini jalan yang lurus.dan beliau juga membuat garis di samping kiri-kanan, kemudian bersabda;ini adalah jalan-jalan setan  kemudian membaca fiirman Allah  ini adalah jalan ku yang lurus, maka ikhlaskanlah dia,dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan itu mencerai beraikankan  kamu dari jalan – Nya..

Selanjutnya ada tiga hal yang mesti di perhatikan ;
1.       Seorang, guru harus memperhatikan kejellasan materi yang di gambarkan/di tuliskan.
2.       Yakin, bahwa semua murid dapat melihat sketsa itu dan menghilangkan  segala rintangan yang menghalangi  pandangan mereka.
3.       Menggunakan beraneka ragam warna, supaya lebih menarik.

29. ARGUMENTASI
Seorang kadan mempunyai masalah yang buntu, membingungkan serta tidak di temui tafsir ataupun jalan keluarnya  sehingga memfungsikan guru untuk menjelaskan apa yang  menjadi problemnya, di antara solusinya dengan metode argumentatif ,yaitu menjelaskansebab dan alasan terjadinya masalah ataupun suatu hukum. Argumentasi  dapat mrnyelesaikan  beberapa masalah yang sulit, serta menenangkan jiwa. Fungsinya lain yaitu, dapat menyerap masalah itu kedalam hati dan menjaganya dari kelupaan,  karena mengingat sesuatu yang ebih  di ketahui alasannya, adalah lebih gampang ,  contohnya seperti hadis;berikut ini.
1.       Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Rasulullah bersabda; ( jika lalat jatuh kedalam minuman salah seorang kamu, maka celupkanlah ke dalamnya. Lalu buanglah , karena pada salah satu sayapnya terdapapt penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat.
Jadi, andaikan dalam hadis itu tidak terdapat suatu alasan, maka hal itu akan menjadi kebingungan dan problem . , akan tetapi ketika dalam hadis itu tercantum suatu alasan , maka jelaslah sebab dan alasan pencelupan dan pembuangan lalat itu.
2.       ,dari Tsabit bin Dahak, berkata;  pada masa Rasulullah ada seseorang lelaki yang nazzar  ingin menyembelih inta di daerah biwanah . lalu nabi bertanya ; apakah di sana ada berhala, dari berhala- berhala jahiliyah yang di senbah? Mereka menjawab tidak, beliau lalu bertanya lagi metode ini berfungsi untuk Rasul  bersabda; penuhilah nazarmu,, karena tidak ada pemenuhan nazar  untuk maksiad Allah dan tidak pula pada suatu yang tidak dimiliki anak adam.

Dalam hadisitu di jelaskan bahwasannya seorang leaki bertanya kepada nabi tentang nazar yang akan ia lakukan di suatu tempat, yaitu Biwanah. Ketika lelaki itu menyebutkan  nama tempat itu, rasulullah minta penjelasan darinya dan bertanya kepadanya apakah di sana terdapapt berhala ,dan apakah di sana ada hari raya besar mereka? Ketika mereka menjawab tidak, ketika mereka jawab tidak , tidak ada kekhawatiran Rasulullah bahwa tempat ini adalah tempat maksiat, sehingga beliau memberi izin kepada lelaki itu, demi memenuhi nazarnya, dan, kemudian memberi argumentasinya ; tu\idak ada pemenuhan nazar, untuk maksiat kepada Allah . artinya, bahwa m nazar maksiat itu tidak boleh di laksanaka.

30. MEMANCING KREATIVITAS BERFIKIR MURID.
Seorang guru yang tidak langsung menguraikan jawab kepada muridnya, dapat mengaktifkan dan mendorong mereka berfikir untuk mencari jawaban sendiri.  Metode ini berfungsi untuk mengasah dan  menajamkan pemikiran serta mendorong mereka untuk berusaha keras mencari jawaban, tetapi tidak lepas dari pengawasan guru.
Penjelasan tentang metode ini , yaity;seorang guru menyodorkan suatu masalah tertentu, ,kemudian ia hanya memberi gambaran solusinya dan lantas ia ia tidak memberi jawaban akhir bagi mereka. Masalah yang di sodorkan kepada murid adakalanya harus di  jawab , dan adakalanya tidak harus di jawab , karena memang tujuannya hanya[i]  sekedar ingin mengoperasikan pikiran mereka serta menajamkannya. Adapun contohnya sebagai berikut;
1.       Dari Abu Dhar ra, berkata;Nabi bersabda;setiap ruas jari anak adam adalah sadqah, , ucapan salamnya kepada orang yang ia jumpai adalah sadaqah, larangannya dari kemungkaran adalah sadaqah, menyingkirkan sesuatu yang menghalangi jalan adalah sadaqah, dan farji keluarganya pun merupakan sadaqah,balasan semua itu adalah dua rakaat salat dhuha . mereka berkata ; wahai Rasululah , salah seorang dri kita melampiaskan syahwatnya, apakaha itu juga sadaqah ?beliau bersabda; tidakkah kamu mengerti, jika kamu melakukannya pada orang tidak hla bagimu, maka hal itu berdosa, ? jawabandan  dan kesimpulannyaadalah ,jika ia melalkukannya pada orang yang halal (istri) , maka hal itu merupakan sadaqah .tidaklah  dalam contoh itu butuh pengoperasian pikiran ( kepahman).
2.       Nabi dan berkata; iDari Abu Hurairah ra, berkata; seorang lelalki dari Bani Fijarah datang kepeda  kepada nabi dan berkata; istriku melahirkan  anak berkulit  hitam, lalu nabi bertanya ? apakah kamu mempunyai untaia menjawab ;ia ada  nabi bertanya lagi? Apa warna nya ? ia menjawab ; warna merah , nabi bertanya lagi adakah yang berwarna keabu-abuan ? ia menjawab ; ya, ada . kemudia Nabi bertanya; kenapa hal itu bisa terjadi ? ia menjawab ; mungkin ia menyerupai induknya. Beliau bersabda; ini juga menyerupai induk ibunya.

Jika kita merenungkan hadis di atas kita bisa mengerti bagaimana cara Nabi berdialog serta mengiring suatu masalah , sehingga si penanya ( lelaki itu) bisa menjawab; mungkin ia menyerupai induknya . jadi tidak di ragukan lagi  bahwa metode terdapat bukti dari kepandaian guru, dan pandai melilih terhadap masalah yang di sondorkan , tetapi menjaga kemudahan serta lebih bisa di pahami kerna , di situ di tuturkan  juga beberapa korelasi dan hal dekat yang lebih mudah di mengerti muridnya.

31. PENGULANGAN.
Dalam metode pengulangan , terdapat beberapa mamfaat Yang besar, di antaranya sebagai penguat suatu masalalh dan hukum yang penting selain itu, juga sebagai peningat bagi bagi yang lupa, murid yang mengantuk dan lain sebagainya. Adapun rteknik pengulangan cukup tiga kali,dan pembahasan ini banyak terurai dalam hadis Nabi Ibnu Tin berkata; pengulangan tiga kali merupakan batas maksimal  untuk dapat memberikan suatu kejelasan ,dan jika terpaksa, boleh lebih dari tiga.
Lazimnya pengulangan dilakukan pada kata-kata ,tetapi juga di lakukan pada subyek (suatu nama) . namun, adakalanya tidak pada keduanya.
a.       Pengulangan Kata-kata
1.       Anas bin Malik ra dari Nabi Saw , bahwasannya ketika beliau berkata; beliau mengulanginya sampai tiga kali, sehingga perkataannya bisa  di pahami . dan ketika beliau mendatangi suatu kaum beliau mengucapkan salam untuk mereka sampai tiga kali .menurut Imam Tirmizi dari hadis Anas Rasulullah mengulangi kata-katanyasampai tiga kali adalah supaya lebih bisa di cerna.
Al-mubarkufuri berkata; maksud dr pengulangan kata- kata Nabi adalah, di karenakan adanya suatu pemahaman yang sulit dan asing atau juga karena banyaknya audiens . adapun terjadinya pengulangan kata-kata  yang tidak begitu di perlukan , adalah perkataan yang belum sempurna, seperti yang terkandung dalam syarah Imam Baijuri. Dalam sabda nabi tersebut agar lebih bisa di cerna, dengan menggunakan sighat majbul.
b.       Pengulamgan subjek ( penglangan suatu nama )
1.       Dari Anas bin Malik , bahwasannya Nbi berkatakepda Mu’azd , wahai Mu’azd bin Jaball ia menjawab, saya datang kepadamu wahai Rasulullah dan membahagiakanmu.
Beliau bersabda lagi ; wahai Mu’azd , saya datang wahai Rasulullah ( tiga kali). Lalu beliau bersabda tidak ada satu pun yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad  sebagai utusan Allah dengan segenap hatinya kecuali Allah mengharamkan baginya Neraka . Mu’azd berkata; wahai Rasulullah tidakkah hal itu di sampaikan kepada manusia  supaya mereka bahagia?beliau menjawab; mereka belum mengetahuinya .lalu Mu’azd menyampaikan hal itu (kepada manusi) , sebelum ia meninggal menjadi golongan  orang yang menjauhkan diri dari dosa.
Dalam hadis itu di singgung pengulangan panggilan Nabi terhadap mu’azd bin Jabal sampai tiga kali. Sedangkan indikasi dari pemanggilan itu adalah sebagai  persiapan  Mu’azd seperti ucapan nya; tidaklah hal itu di sampaikankepapda manusia , supaya mereka bahagia. Jadi, jelas  bahwa dalam hadis itu terdapan petunjuk yang jelas atas keistimewaan hadis ini yaitu suatu berita gembira, kesimpulannya adalah, jika seorang guru ingin menyampaikan  berita penting kepada salah satu muridnya, hendaknya ia memanggil namanya tiga kali, kemudian baru dia menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan kepadanya, kisahkanlah hal tersebut , yaitu  jika mereka  merupakan satu komunitas panggillah dengan nama komunitas mereka, contohnya; wahai murid- murid tiga kaili, atau lain sebagainya.

32.. PEMETAAN
Metode ini jarang di gunakan oleh guru ketika sedang menyampaikan suatu materi pelajaran. Maksud metode ini adalah , dalam menyampaikan materi pelajaran membaginya ke beberapa bagian, fase, paragraf , nomor,atau mungkin titik.kemudian setelah itu baru, di sampaikan kepadamurid. Dalam metode ini ada beberapa keuntungan besar bagi  murid yaitu dapat memadukan bagian-bagian tema, murid menghafalnya serta cepat di serap,. Hal tersebut adalah untuk mengantisipasi kelupaan. Artinyajika seorang murid lupa terhadap materi pelajaran, kemudian di sebutkan nomornya sekia, pembagiannya sekian, maka hal itu dapat mengembalikan ingatan murid.
Jika kita mempelajari kitab-kitab fiqih di situ dapat kita lihat begitu banyak  pembagian – pembagian nya, yaitu pembagian-pembagian yang telah di letakkan oleh uama-ulama fiqih. Misalnya tentang syarat-syarat, kewajiban-kewajiban rukun-rukun larangan-larangan dan sebagainya. Dan tiap pembagian- pembagian dalam hukum fiqih itu, tidaklah bertentangan dengan nash Rasulullah. Hal itu dilakukan supaya murid  bisa lebih mengerti dan supaya materi- materi yang tercecer dapat terkumpul , sehingga membuat mereka lebih mudah mengingatnya kembali sebagaimana contoh berikut ini.
1.       Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda;  tujuh orang yang akan dilindungi  kelak di ,hari kiamat ; seorng imam yang adi, seorang pemuda yang tumbuh untuk menyembah Tuhannya, seorang lelaki yang hatinya telah terkait dengan mesjid, dua orng lelaki yang sama- sama mencintai Allah, baik di saat mereka kumpul atau di saat mereka pisah dan lelaki yang di idam- idamkan oleh wanita cantik dan berpangkat. Beliau lalu bersabda lagi;aku takut kepada Allah,seorang lelaki yang bersedekah secara sembunyi- sembunyi , sehingga tangan kirinya, tidak mengetahui apa yang telah di infaqkan, oleh tangan kananya, serta seorang lelaki yang berzikir kepada Allah dalam kesunyian sehingga airmata bercucura.
2.       Dari Abdulah bin Amr bin Ash raRasulullah bersabda; Empat orang yang benar-benar munafik murni, sehingga jika ada seseorang yang mempunyai satu dari karakter empat hal tersebut, maka ia juga adalah orang yang munafik , kecuali jika ia meninggalkannya; yaitu seseorang yang jika di beri amanat ,ia menghianati . jika berbicara, ia berbohong jika ia berjanji ,ia mengingkari dan jika dan jika bermusuhan , ia menampakannya.
Jika kita mengamati hadis Nabi di atas ,akan kita temukan bahwasannya Nabi menyebutkan jumlah global, kemudian baru beliau  memberikan perinciannya. Jadi, tidak di sangsikan lagi bahwasanya metode ini sangatlah menarik hati, dan dan merupakan suatu susunan metode yang apik. Untuk itu, sebaiknyalah seorang guru mengikuti jalan ini , jika memang dia ingin mempermudah murid dalam menyerap pengetahuan.


33. Kuisioner
Seorang guru  harus meguasai  berbagai media pengajaran yang menarik,sehingga murid tidak lagi terpancang dengan suatu metode pengajaran yang kemudian menjadi  kebiasaan, dan pada akhirnya guru tidak bisa lagi berbicara tentang mamfaat dari kebiasaan itu. Diantara media yang dapat menarik perhatian murid perhatian miurid adalah dengan menggunakan kuisioner (pertanyaan ), dimana ketika membahas  suatu masalah dapat menari perhatian perhatian murid dan medorongnya  untuk mencari suatu kepahaman ( jawaban),jelasnya adalah seperti hadis berut;
1.       Rasulullah bersabda; tidakkah telah aku ceritakan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar ? kami menjawab; ya, waahai Rasulullah. Beliau bersabda; menyekutukan  Allah , durhaka kepeda orang tua, ( al Hadis). Kalimat tidakkah ‘di sini adalah bentuk pertanyaan yang berfaedah sebagai  pemberitahuan dan pengkhususan, supaya apa yang di katkan bisa lebih di pahami.
2.       Dalam khutbah Nabi Saw di mina , pada waktu haji wada’ bertanya; hari apakah ini? Lalu beliau diam , sehingga kami menduga bahwabeiau akan memberi  naama lain selain nama itu . beliau bertanya lagi bukankah hari ini hari qurban?  Kami menjawab , ya , beliau bertanya;  bulan apakah ini ? lalu beliau diam , sehingga kami menduga bahwa belliau akan memberi nama lain selain nama  bulan itu. Lalu beliau bertanya.; bukankah ini bulan dzulhijjah ? kami menjawab; ya. Beliau lalu  bersabda; sesungguhnya  darah, dan harga diri kalian adalah mulia ( terhormat), seperti mulianya hari kalian ini, dalam bulan kalian ini dan di negeri ini. (al hadis).

Imam Qurtuby berkata; dalam hadis tersebut  terdapat tiga pertanyyaan nabi, serta sikap diam beliau setiap mengajukan satu pertanyaan, hal  itu dimaksudkan untuk mendorong kepahaman mreka serta merasa apa yang akan dikabarkan Nabi Saw merupakan berita besar. Makanya , setelah itu beliau bersabda; bahwasannya dara kalian .. bentuk kemuiaan sesuatu yang amat sangat.

3.       Dari Abu Hurairah ra, bahwasannya orang-orang berkata; wahai Rasulullah apakah kita bisa melihat Tuhan kelak di hari kiamat? Lalu beliau bersabda; apakah kalian perlu  mengatur bulan , di malam bulan purnama? Mereka  menjawab ; tidak, wahai Rasulullah . beliau bersabda ; Apakah kalian perlu megatur matahari, yang di bawahnya tidak ada mendung ?mereka menjawab ; tidak ya Rasulullah. Beliau  bersabda; kalian pasti akan melihat –Nya, begitu juga dia akan mengumpulkan manusia di hari kiamat. Beliau bersabda;  barang siapa yang menyembah sesuatu maka ikutilah ia.
Yang perlu diperhatikan daam contoh-contoh hadis –hadis di atas adalah, bahwasannya Rasulullah tidak menentukan satu orang saja untuk menjawab pertanyaan yang ia ajukan , melainkan secara korelatif.
Seorang guru sebaiknyalah menyampaikan pertanyaan terlebihdahulu, agar semua murid ikut berpartisipasi mencari jawaban itu. Baru kemudian guru memberikan waktu seperlunya kepada murid ( kesempatan mencari jawaban ).sebelum ia mendengarjawaban darinya. Hal itu karena kadar kemampuan murid berbeda- beda antara satu dengan lainnya, deengan sebagian  mereka ada yang lebih cepat memahami dan mungkngkin  sebagian  yang lain tidak begitu .oleh sebab itulah, salah jika guru  mengajukan suatu pertanyaan hanya kepada murid tertentu saja, dan berdasarkan urutan nama , ataupun urutan bangku, (lebih menekan  pada individu ). Karena hal itu menjadikan murid yang lain ( yang tidak mendapat pertanyaan ) acuan dan tidak memperdulikan mencari jawabannya.
Dalam kondisi tertentu, bisa jadi seorang guru tiba- tiba  mengajukan pertanyaan kepada seorang murid  dengan alasan ingin mengetahui keadaannya dan mempertajam ingatannya.
Nabi Saw pernah bertanya kepada seorang sahabat tentang berbagsi masalah. Kondisi tersebut terjadi karena memang Rasulullah hanya berduaan dengan ssahabat itu,  yaitu seperti yang terjadi pada sahabat mu’azd ra;  dari Anas bin Malik , bahwasannya Nabi Saw bersama pengawalnya , Mu’azd  berkata kepadanya; wahai  Wa’azd bin Jabal ! ia menjawab saya datang wahai Rasulullah  dan membahagiakanmu . beliaulah lalu berkata lagi; wahai Mu’azd ! ia, menjawab ; saya datang wahai Rasulullah ..

34. MUNGUJI  KEMAMPUAN MURID
Menguji kemampuan secara kolektif mempunyai faedah yang besar untuk  menumbuhkan  kecakapan dan menguatkan pahaman murid. Cara menggunakan  metode ini , yaitu seorang guru terlebih dahalu  menyampaikan suatu masalah kepada  mereka semua, kemudian memberikan sedikt kesempatan kepada  mereka  untuk mengingat kembali materi pelajaran. Namun setelah  itu, guru tidak langsung  memberi jawaban kepada murid , metode seperti ini banyak  di temukan dalam hadis-hadis Nabi di antara.
Dari Abdullah bin Dinar , dari Ibnu Umar ra, dari Nabi Saw bersabda; di antara beberapa pohon, ada satu pohon yang daunnya tidak akan rontok, yaitu seperti orang muslim, ceritakanlah oleh kalian kepadaku. Pohon apakah ini?beliau menjawab ; pohon kurma.
Bagwi  berkata; Al Imam  mengatakan  , bahwa dalam hadis itu terdapat dalil yag memperbolehkan seoran guru untuk  menguji kemampuan anak muridnya.
Ibnu Hajar berkata; dalam hadis tersebut ada beberapa faedah , yaitu menguji murid atas apa yang tidak ia  ketahui serta memberikan kejelasan baginya( jika  memang murid tersebut belum paham) , serta mendorongnya untuk memahami suatu pengetahuan.
Seorang guru juga harus bisa memilah masalah-masalah yang akan di ajarkan kepada murid .ia pun harus bermurah hati kepeda mereka untuksaling dialog dan tukar penapat. Perhatikanlah ucapan ini; lalu orang –orang berpendapat , bahwa pohon itu adalah pohon sahara, di situ jelas bahwa suatu komunitas mencoba berpendapat  untuk memecahkan masalah yang sulit. Ibnu Hajar berkata; artinya, bahwa pohon sahara merupakan pendapat mereka, dan dari tiap-tiap mereka juga banyak yang mempunyai interpretasi meskipun pada akhirnya mereka tidak ingat ( tidak bisa menjawab) akan pohon kurma.
Yang harus di renungkan tentang masalah yang telah di ajarkan Nabi Saw adalah , bahwasannya masalah itu telah mendorong keintensifan mereka, menyuruh mereka untuk berfikir dan mencari jawabannya serta  membuat mereka penasaran untuk mengetahui jawaban yang benar dari Rasulullah , ketika mereka tidak mampu lagi mencegah persoalan itu.
Hal-hal penting yang juga harus di perhatikan oleh guru adalahbahwasanya masalah- masalah itu haruslah dapat mengakarkan pemikiran dan menanamkan suatu pemahaman tertentu bagi murid, , seperti pertanyaan yang menanyakan korelasi antara pohon kurma dan orang muslim . atau yang menanyakan faedah dari pada pertanyaan tersebut . Hafizd Ibnu Hajar menjelaskan tentang hal itu ucapan nya; manfaat pohon kurma ituterdapan di semua bagian- bagiannya dan terus menerus di bagiannya dan terusmenerus di kondisinya. Dari ia tumbuh sampai kering tetap bisa di makan . setelah itu, setelah itu , semua bagian-bagiannya pun masih memberikan kemanfaatan . dari biji kurma yang bisa menjadikan makan ternak dan rumput kering yang di jadikan tali, serta lain-lainya. Serta lainnya .bagitu juga berkah (mamfaat)orang muslim, menyeluruh di semua kondisi dan terus menerus bermanfaat bagi dirinya dan orang lain hingga datang ajalnya.
Jika seorang guru dapat menggunakan metode ini dengan baik, tentu akan memberikan manfaat yang besar bagi [perkembangan pengetahuan anak didik. Untuk itu lah ia harus bisa menjauhkan masalah –masalah yang sulit terhadap murid, serta tidak bertujuan merendahkan dan meremehkannya. Bahkan ia harus mendekatkan (supaya bisa dipaham) masalah- masalah yang di ajukan kepada mereka, sambil menyinggung elemen –elemen masalah-masalah tersebut ataupun sarana-sarana lainnya. Hal itu dapat membantu mereka menemukan jawaban yang benar. Jelasnya, bahwa ketika Rasulullah mengajukan permasalahan itu ( hadis di atas), di kedua tangannya terdapat kerikil .dalam salah satu riwayat , dari mujahid, ia berkata; saya bersama Nabi , lalu di bawakan beberapa kerikil . ( al gadis). Ibnu Umar ra ketika ia melihat kerikil itu di tangan Rasululullah , ia tidak menjawab (pertanyaan Rasulullah ), mengingat ia masih muda.
Al Hafidz Ibnu hajr berkata; ,sesuatu yang belum jelas, sepantasnyalah, untuk tidak disampaikan kepada orang terlebih dahulu , karena hal itu dapat membahayakan orang yang  mendengar.

35. MENDORONG KREATIVITAS MURID.
Bertanya merupakan suatu tindakan yang dapat menepis kealpaan dan praduga , sehingga ketika seorang guru menguraikan materi pelajaraan , ia tidak boleh menjelaskan keculi  murid benar- benar telah paham terhadap materi itu. Bagaimana cara mengetahui kepahaman murid? Yaitu mengujinya dengan sebuah pertanyaan ( ketika suatu pembahasan telah sempurna), dan lebih baiklagi setelah  murid terlebih dahulu mengajukan pertanyaan berupa kesulitan –kesulitan mereka terhadap penjelasan guru.
Bertanya dapat menjelasakan kridak tahuan murid seeta lebih  cepet menancapkan sebuah  jawaban bagi murid yang terlebih dahulu  bertanya, seperti sabda Rasulullah ; sesungguhnya obat”IY” adalah bertanya. Kata “IY” di sini ada bermakna ‘kebingungan’ dan ketidak mantapan’ ini lah yang terdapan dalam kitab shahih . dan menuut terminologi Arab, bermakna ketidak tahuan artinya, ketidak tahuan adalah penyakit dan obatnya adalah pertanyaan dan belajar untuk itulahseorang guru harus mendorong , muridnya untuk bisa mengajukan pertanyaan kepadanya. Seperti yang telah di sabdakan oleh guru kita Muhammad Saw.
1.       Dari Anas bin Malik , bahwasannya orang- orang bertanya kepada Nabi Saw, sehingga mereka terus menerus mengulang- ngulangi pertanyaan itu, . lalu pada suatu hari Rasulullah  keluar dan naik keatas mimbar ,seraya bersabda; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku , dan janganlah kalian bertanya kepadaku tentang sesuatu kecuali kalian telah benar- benar  paham.
2.       Dari Abu Hurairah ra berkata; Rasulullah bersabda; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku.lalu mereka mengundang beliau  untuk mengajukan pertanyaan kepada nya.. seorang lelaki datang dan duduk di atas lututnya sambil berkata;wahai Rasulullah , apakah islam itu. ?
Faedah dari keterangan diatas adalah , di haruskan nya seorang guru berkata; bersemangatlah kalian untuk bertanya kepadaku. Dalam kata- kata itu jelas  tercermin dorongan guru kepada murid untuk bisa mengajukan pertanyaan. Juga terlihat seorang guru mengajarkan keberanian kepada murid yang pemalu untuk dapat bertanya kepada gurunya, serta untuk mengetahui kadar kemampuan murid dalam menyerap materi yang telah di jelaskan,. Kemudian yang harus di perhatikan  lagi, bahwa guru harus mengontrol pertanyaan yang  muncul untuk mereka , yaitu suatu pertanyaan yang faedah dan tidak untuk melemahkan , meremehkan, mengejek ataupun yang lain . karena pertanyaan – pertanyaan seperti ini , ataupun sejenisnya tidaklah memberi kemuliaan bagi pelakunya ( penanya).

36. MEMBERIKAN JAWABAN LEBIH
Kadang banyak petanya-petanya murid yang di ajukan kepada guru di jawab sekedarnya saja, dan tidak lebih.harusnya seorang guru tidak hanya memberi jawaban sekedarnya,melainkan dia juga harus menambah jawaban dari soal yang di ajukan oleh seorang murid, serta menjelaskan korelasinya terhadap pertanyaan tersebut , apalagi jika seorang murid kurang pengetahuannya.
a.       Dari segi ketidak tahuan
Dari Abu Hurairah ra berkata ; seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah , ia berkata; wahai Rasul , kami mengendarai kapal laut dan kami hany membawa sedikit air. Jika air itu kami gunakan untuk berwudhu’ kami akan kehausan , apakah kami boleh berwudhu’ dengan air laut .Beliau bersabda ; ia ( laut ) suci airnya dan halal bangkainya.
Imam Rafi’i berkata;ketikka  Nabi Saw mengerti sang penanya meragukan hukum air laut dan ketidak jelasan hukum bangkainya , maka beliau menambahkan jawaban atas soal yang di ajukan , yaitu tentang penjelasan hukum  bangkai di tengah laut.
Ibnu Arabi berkata;fatwa trsebut sangatlah  bagus, yaitu ketika nabi Saw menambahkan jawaban atas pertanyaan. Karena hal itu , untuk lebih melengkapkan dan menambah wacana keilmuwan serta lebih menguatkan akan perlunya mengetahui hukum itu. Sebab, seseorang yang meragukan kesucian air laut dan kehalalan bangkainya , akan lebih ragulagi bilamana sebelumnya ia mengetahui bahwa bangkai itu haram.
Jadi ,dapat di mengerti , bahwa dalam hadis itu terdapat hikmah Rasulullah terhadap suatu penjelasan hukum baru. Dari Abu Jari Al Hajimi berkata ; saya melihat seorang lelaki yang dimintai pendapat oleh seseorang dan ia tidak berbicara apa-apa kecuali mereka meminta pendapat darinyadalam hadis tersebut jelas tergambar bentuk ketidak tahuan sang penanya ;
Ppertams ; dalam ucappan ; saya melihat seorang lelaki, di situ di gambarkan bahwa ia baru pertama kali melihat Rasulullah.
Kedua; dalam ucapan ‘ alaikassalam  tidak ada seorang sahabat pun yang tidakk mengetahui bentuk penghormatan islam ini, karena  hal itu, telah terbiasa, di ucapkan setiap hari.
Jadi, dari dalam hadis tersebut terdapat satu pelajaran yang baik bagi seorang, muslim, yaitu ; krtika nabi Saw mengajarkan kepada orang badiwi itu tentang sang pencipta dan pemilik marahbaya dan mamfaat, dan mengikatnnya hnya kepada Allah serta membuatnya senang berlindung kepada –Nyadan memohon pertolongan-Nya.
b.      Dari segi yang lebih bermanfaatkepadanya.


37. MENJELASKAN JAWABAN DENGAN BERULANG-ULANG
Seorang guru perlu menjelaskan jawaban dari murid,, yaitu setelah ia mengajukan pertanyaan  kepadanya. Hal itu dilakukan, karena kadang murid tidak yakin atas awabannya sendiri. Bagiti juga dengan murid-murid yang lain pun memahami dan mengerti mana jawaban yang benar dan mana jawaban yang salah . guru juga harus enar- benar jeli dalam  ketika meneiti jawaban murid. Jangan lantas menyalahkan jawaban seluruhnya, karena mungkin saja  jawabannya  ada yang  benar. Selain itu juga guru harus mengguatkan jawaban murid, jika memang ia benar. Meluruskan dan menjelaskan , jika memang salah . jika murid memang salah, sebaiknya guru memilih kata-katayang halus ketika menyalahkan jawaban itu.jangan mengeluarkan kata –kata kasarr dan meremehkkan . karena hal itu dapat membuat murid enggan menjawab pertanyaan guru karena ucapannya yang kasar.


38. SPORTIF DALAM MENJAWAB
Allah mencela orang- orang yang  berbicara tanpa ilmu, baik dalam kitab nya maupun dalam hadis Rasululah . hal itu, karena orang yang berbicara tanpa ilmu adalah menyesatkan dan tidak dapat memberi  petunjuk, bisa merusak dan tidak bisa memperbaiki. Jadi seorang guru yang berkata;  aku tidak tau, ataupun aku tidak mengerti, karena memang ia benar-benar tidak tau “ maka hal itu bukanlah aib , meskipun ilmu yang di milikinya masih kurang , akan tetapi justru itu cermin dari kesempurnaan ilmunya.
Ketika pada hari kiamat , Allah bertanya kepada rasul-Nya ; ingatlah dimana hari Allah mengumpulkan para Rasul , lalu Allah bertanya kepada  ( mereka) ; apa j jawaban kaummu terhadap (seruan) mu? Para Rasul menjawab tidak ada pengetahuan kami tentang itu .sesungguhnya engkaulah yang menetahui perkara gaib . Artinya apa jawaban kaummu terhadap mu ? mereka menjawab ; tida ada pengethuan kami . pengetahuan hanya milik-Mu , wahai Tuhan kami ,engkau yang  lebih mengetahui  perkataan ghaib ; segala sesuatu yang nyata dan ghaib.
Ilmu sangatlah luas , tidak ada yang membatasinya , kecuali Dzat yang meluaskan segala keilmuan , yaitu Allah . sedangkan manusia, hanya mempunyai ilmu yang sedikit,. Allah berfirman ; dan kalian tidaklah di beri ilmu kecuai hanya sedikit.










































[1] .prof. dr. Sugiono. Metode penelitian pendidikan  ( cv. Alfabeta. 2009) hal 56-78.
[2]














































Komentar

Posting Komentar